Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Ramadania - page 2

Ramadania

Puasa Kaum Sufi (8): Rahasia Ramadan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani

Seperti kata Sang Syekh: “Bulan Ramadan menjadi syafaat bagi mereka yang berpuasa. Pada bulan itu, hati-hati manusia dihiasi dengan cahaya makrifat dan keimanan; dilimpahi kilauan bacaan Alquran. Maka, siapakah kalian yang tak meraih ampunan Tuhan di bulan Ramadan, lantas di bulan apa lagi kalian akan diampuni? Mohonlah ampunan, duhai hamba Allah, sebelum pintu-pintu ampunan tertutup.… Teruskan Membaca

Ramadania

Ujub dengan Amal Baik Diri Sendiri

Sesungguhnya berbuat baik juga dapat menjadi jebakan keburukan, yakni ketika yang bersangkutan merasa ujub terhadap amalnya tersebut. Dalam kamus bahasa Indonesia, ujub diartikan sebagai rasa bangga atau sombong. Dalam istilah akhlak-sufistik, sejumlah ahli hikmah menyebut ujub sebagai tindakan membesar-besarkan suatu perbuatan baik, perasaan puas dan senang dengannya, tersipu dan terkesima dengan perbuatan baik dirinya, dan… Teruskan Membaca

Ramadania

Bahaya Dominasi Syahwat Menurut Imam Ghazali

Orang yang paling cepat melewati as Shirath adalah yang paling banyak bersikap wara di dunia. Di dalam hadis qudsi Allah berfirman: “Terhadap orang-orang bersikap wara, Aku malu mengazab mereka.” Terputusnya makhluk dari Al Haq adalah karena mereka menghamba kepada sesama makhluk, baik kepada nafsu, pandangan, maupun perbuatan mereka. Penyimpangan dari akidah yang sahih adalah karena keluarnya mereka dari hakikat… Teruskan Membaca

Ramadania

Puisi Gus Mus Tentang Ramadan

Tapi bukankah kau masih selalu menunda-nunda menyingkirkan kedengkian keserakahan ujub riya takabur dan sampah-sampah lainnya yang mampat dari comberan hatimu? KH Mustofa Bisri, atau yang akrab disapa Gus Mus, selain dikenal sebagai ulama dan juga tokoh bangsa, juga dikenal suka membuat puisi-puisi yang bertema religi. Namun sebenarnya bukan hanya soal religi saja yang beliau tulis,… Teruskan Membaca

Ramadania

Puasa Kaum Sufi (7): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (3)

Puasa mengekspresikan takut (khauf) melalui kekhusyukan dan ketundukan. Menepati perintah Tuhan untuk menggapai janji-janji pahala dan surga, dipuncaki harapan perjumpaan dengan al-Haqq. Puasa menanamkan satu harapan (raja`) keabadian. Harapan kebahagiaan dunia dan akhirat. Harapan untuk dapat mempersembahkan yang terbaik dari ibadah manusia yang berlumur dosa. Harapan untuk merengkuh rahmat Tuhan, dan Tuhan merengkuh kita dengan… Teruskan Membaca

Ramadania

26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam Ghazali (2)

Artikel ini merupakan kelanjutan dari: 26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam Ghazali (1) 14-Damaikan perselisihan di antara Muslim jika engkau memiliki kemampuan. Nabi berkata, “Dapatkah aku memberi tahu kalian tentang kedudukan yang lebih tinggi daripada salat, puasa, dan zakat?” Para sahabat berkata, “Tentunya.” Nabi berkata, “Ia adalah mendamaikan perselisihan. Pertikaian antara dua orang itu merusak.”… Teruskan Membaca

Ramadania

Puasa adalah Miniatur Suluk

Oleh Haidar Bagir[1] Suluk atau jalan/praktik/laku bertasawuf biasa dipahami sebagai melakukan mujahadah (perjuangan keras menaklukkan hawa nafsu/keakuan yang bisa mendorong kepada maksiat) dan riyadhah (praktik spiritual melakukan pendekatan kepada Allah lewat ibadah wajib dan Sunah, serta berbagai bacaan zikir, wirid, dan hizib). Tujuan puncaknya adalah mencapai Ihsan. Yakni, hubungan pemujaan/cinta kepada Allah, yang begitu intens, dalam bentuk masuknya kita ke… Teruskan Membaca

Ramadania

26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam Ghazali (1)

Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din mengatakan terdapat 26 kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya: 1-Petunjuk berikut ini ada di dalam Alquran dan hadis. Ketika engkau bertemu seorang Muslim, beri dia salam. Ketika dia mengundangmu, terima undangannya. Saat dia bersin, jawab dia. Ketika dia jatuh sakit, jenguk dia. Ketika dia meninggal, ikutlah dalam salat jenazahnya. Jika dia meminta nasihatmu,… Teruskan Membaca

Ramadania

Maurane, Gadis Belgia Non-Muslim yang Ikut Berpuasa Ramadan, inilah Pengalamannya

Seorang gadis asal Belgia, namanya Maurane Dierckx, usianya masih 19 tahun, dia seorang non-Muslim (dia tidak menjelaskan apa agamanya), namun memutuskan untuk turut berpartisipasi dalam Ramadan. Dikutip dari mvslim.com, berikut ini adalah pengalaman Maurane: Namaku Maurane, aku adalah seorang gadis Belgia berusia 19 tahun yang tidak religius, yang memutuskan untuk berpartisipasi dalam Ramadan tahun lalu.… Teruskan Membaca

Ramadania

Dari Rusia Hingga ke Chile, Ragam Waktu Puasa di Berbagai Negara

Pada bulan Ramadan tahun 2019 ini, Indonesia memiliki waktu berpuasa yang tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni sekitar 13 jam dari semenjak fajar hingga iftar. Waktu berpuasa 13 jam masih terhitung cukup moderat dan tidak terlalu memberatkan bagi sebagian besar orang. Namun, pernahkah Anda membayangkan bagaimana waktu berpuasa di negara-negara lain? Bumi ini sangat… Teruskan Membaca