Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Ramadania - page 2

Ramadania

Puasa Kaum Sufi (10): Al-Hujwiri dan Para Sufi Lainnya (1)

Roti menjadi simbol duniawi. Siapa yang mampu mengendalikannya, ia telah mengontrol gerak-laju duniawi dalam dari diri. Namun, siapa tak tahan dengan godaannya, di situlah bermula seluruh kenikmataan semu sumber kerakusan dan kerusakan. Oleh Khairul Imam (Staf Pengajar di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta) Ada satu ungkapan menarik dari hadis qudsi, “Berlapar-laparlah, maka kau… Teruskan Membaca

Ramadania

Sepuluh Jurus Ilmu Kebal Warisan Rasulullah

Dalam tulisan ini akan diuraikan kesaktian luar biasa yang sangat penting untuk dimiliki, khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia dakwah. Ilmu ini adalah ilmu kebal yang diajarkan dan diwariskan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Manusia selalu berusaha dengan berbagai macam cara untuk melindungi dirinya dari gangguan dan kejahatan orang lain. Banyak cara yang ditempuh… Teruskan Membaca

Ramadania

Puasa Kaum Sufi (9): Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dan Lailatul Qadr

Duhai Muhammad, engkau dan para sahabatmu takjub dengan hamba Allah yang telah beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan kemaksiatan. Sementara Allah justru menurunkan sesuatu yang lebih utama dari itu semua, suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan ini lebih dari apa yang mengejutkanmu dan para sahabatmu. Oleh: Khairul Imam (Staf Pengajar di Institut… Teruskan Membaca

Ramadania

Puasa Kaum Sufi (8): Rahasia Ramadan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani

Seperti kata Sang Syekh: “Bulan Ramadan menjadi syafaat bagi mereka yang berpuasa. Pada bulan itu, hati-hati manusia dihiasi dengan cahaya makrifat dan keimanan; dilimpahi kilauan bacaan Alquran. Maka, siapakah kalian yang tak meraih ampunan Tuhan di bulan Ramadan, lantas di bulan apa lagi kalian akan diampuni? Mohonlah ampunan, duhai hamba Allah, sebelum pintu-pintu ampunan tertutup.… Teruskan Membaca

Ramadania

Ujub dengan Amal Baik Diri Sendiri

Sesungguhnya berbuat baik juga dapat menjadi jebakan keburukan, yakni ketika yang bersangkutan merasa ujub terhadap amalnya tersebut. Dalam kamus bahasa Indonesia, ujub diartikan sebagai rasa bangga atau sombong. Dalam istilah akhlak-sufistik, sejumlah ahli hikmah menyebut ujub sebagai tindakan membesar-besarkan suatu perbuatan baik, perasaan puas dan senang dengannya, tersipu dan terkesima dengan perbuatan baik dirinya, dan… Teruskan Membaca

Ramadania

Bahaya Dominasi Syahwat Menurut Imam Ghazali

Orang yang paling cepat melewati as Shirath adalah yang paling banyak bersikap wara di dunia. Di dalam hadis qudsi Allah berfirman: “Terhadap orang-orang bersikap wara, Aku malu mengazab mereka.” Terputusnya makhluk dari Al Haq adalah karena mereka menghamba kepada sesama makhluk, baik kepada nafsu, pandangan, maupun perbuatan mereka. Penyimpangan dari akidah yang sahih adalah karena keluarnya mereka dari hakikat… Teruskan Membaca

Ramadania

Puisi Gus Mus Tentang Ramadan

Tapi bukankah kau masih selalu menunda-nunda menyingkirkan kedengkian keserakahan ujub riya takabur dan sampah-sampah lainnya yang mampat dari comberan hatimu? KH Mustofa Bisri, atau yang akrab disapa Gus Mus, selain dikenal sebagai ulama dan juga tokoh bangsa, juga dikenal suka membuat puisi-puisi yang bertema religi. Namun sebenarnya bukan hanya soal religi saja yang beliau tulis,… Teruskan Membaca

Ramadania

Puasa Kaum Sufi (7): Psikologi Puasa dalam Ihya Ulumuddin (3)

Puasa mengekspresikan takut (khauf) melalui kekhusyukan dan ketundukan. Menepati perintah Tuhan untuk menggapai janji-janji pahala dan surga, dipuncaki harapan perjumpaan dengan al-Haqq. Puasa menanamkan satu harapan (raja`) keabadian. Harapan kebahagiaan dunia dan akhirat. Harapan untuk dapat mempersembahkan yang terbaik dari ibadah manusia yang berlumur dosa. Harapan untuk merengkuh rahmat Tuhan, dan Tuhan merengkuh kita dengan… Teruskan Membaca

Ramadania

26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam Ghazali (2)

Artikel ini merupakan kelanjutan dari: 26 Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya Menurut Imam Ghazali (1) 14-Damaikan perselisihan di antara Muslim jika engkau memiliki kemampuan. Nabi berkata, “Dapatkah aku memberi tahu kalian tentang kedudukan yang lebih tinggi daripada salat, puasa, dan zakat?” Para sahabat berkata, “Tentunya.” Nabi berkata, “Ia adalah mendamaikan perselisihan. Pertikaian antara dua orang itu merusak.”… Teruskan Membaca

Ramadania

Puasa adalah Miniatur Suluk

Oleh Haidar Bagir[1] Suluk atau jalan/praktik/laku bertasawuf biasa dipahami sebagai melakukan mujahadah (perjuangan keras menaklukkan hawa nafsu/keakuan yang bisa mendorong kepada maksiat) dan riyadhah (praktik spiritual melakukan pendekatan kepada Allah lewat ibadah wajib dan Sunah, serta berbagai bacaan zikir, wirid, dan hizib). Tujuan puncaknya adalah mencapai Ihsan. Yakni, hubungan pemujaan/cinta kepada Allah, yang begitu intens, dalam bentuk masuknya kita ke… Teruskan Membaca