Cincin dengan Lafadz Allah di Kuburan Kuno Bangsa Viking

in Kaligrafi

“Cincin dengan lafadz Allah di kuburan bangsa Viking menegaskan bahwa interaksi antara bangsa Viking dan Dunia Muslim memang pernah benar-benar terjadi.”

–O–

Cincin peninggalan bangsa Viking dengan ukiran bertuliskan “ilallah”. Photo: Statens historiska museum/Christer Åhlin

Pada akhir abad 19, terdapat seorang arkeolog yang bernama Hjalmar Stolpe. Dia menghabiskan hidupnya selama bertahun-tahun untuk menggali areal pemakaman tua di dekat Birka, sebuah kota di pulau Björkö, Swedia. Dulunya tempat tersebut merupakan pusat perdagangan di zaman Viking.

Kemudian, di dalam kuburan seorang wanita yang dikubur pada abad ke-9, Stolpe menemukan sebuah cincin berwarna perak dengan batu ungu di bagian atasnya. Menariknya, pada batu ungu tersebut ditemukan sebuah ukiran dengan tulisan Arab. Cincin tersebut menjadi bukti kuat bahwa bangsa Viking pernah bertemu dengan orang-orang dari dunia Islam.  Kini, cincin tersebut disimpan di Museum Sejarah Swedia.

Dari sejak abad ke-9 hingga abad ke-11, bangsa Viking telah menjelajahi dunia melalui lautan dengan jarak tempuh yang melampaui pelaut-pelaut sebelumnya. Leif Eriksson, putra Erik si Merah, diperkirakan telah memimpin ekspedisi Eropa pertama ke arah barat menuju benua Amerika Utara, hampir lima abad sebelum Christopher Columbus tiba di Bahama. Ada banyak bukti tertulis yang menunjukkan bahwa Viking juga melakukan kontak dengan dunia Muslim awal, mereka melakukan perjalanan sampai Konstantinopel dan bahkan Baghdad.

Di Eropa Barat bangsa Viking dikenal sebagai prajurit menakutkan yang gemar menjarah dan merampok kemanapun mereka pergi. Sementara itu, ternyata interaksi bangsa Viking di wilayah Arab dan sekitarnya pada umumnya adalah sebagai saudagar dan pedagang, mereka menawarkan barang-barang seperti madu dan bulu hewan sebagai berang penukar atas perak yang sangat berharga bagi mereka.

Laporan tertulis mengenai kontak antara banga Viking dengan dunia Muslim biasanya dibumbui dengan kisah tentang “raksasa dan naga”, yang mana kebenarannya sangat diragukan. Walaupun demikian, penemuan cincin dengan tulisan Arab merupakan bukti kuat bahwa pertemuan antara dua peradaban tersebut memang pernah benar-benar terjadi.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di jurnal Scanning, para peneliti menegaskan bahwa cincin tersebut adalah satu-satunya cincin dengan tulisan Arab yang pernah ditemukan di situs arkeologi Skandinavia. Birka, yang terletak sekitar 30 km dari Stockholm di pulau Björkö, dulunya merupakan pusat perdagangan di Era Viking dan saat ini statusnya ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1993.

Prasasti yang ditulis dalam tulisan Arab Kufic dengan kata “ilallah” yang artinya “untuk/kepada Allah” banyak ditemukan pada peninggalan-peninggalan dari abad ke-8 sampai dengan abad ke-10 di daerah Timur Tengah dan sekitarnya. Cincin tersebut pada awalnya diidentifikasikan berbahan perak berlapis emas dan batu kecubung, namun melalui penelitian lanjutan yang dipimpin oleh Sebastian Wärmländer, seorang ahli biofisika dari Universitas Stockholm, ditemukan bahwasanya cincin tersebut terbuat dari perak alloy dan kaca berwarna. Wärmländer melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop elektron, sehingga hasilnya dapat lebih akurat.

Menurut para peneliti, di masa kini, cincin yang terbuat dari bahan perak dan kaca berwarna akan dicap sebagai cincin murahan atau palsu, namun di masa itu, cincin tersebut tetap dinilai eksotis oleh bangsa Viking. Di masa tersebut, yang memiliki teknologi kaca adalah orang-orang di Timur Tengah dan Afrika Utara. Mereka sudah menguasai teknologi kaca selama ribuan tahun, sementara bangsa Skandinavia kuno tidak memilikinya. Analisa lainnya dari para peneliti adalah mereka tidak menemukan lapisan emas pada permukaan cincin, namun di sana ditemukan tanda-tanda bekasnya ketika cincin tersebut ditempa.

Artikel terkait:

Cincin ini didapatkan oleh wanita dalam kuburan tersebut dari pengrajin perak Arab dengan perantara manusia lainnya yang jumlahnya sangat sedikit. Photo: Statens historiska museum/Christer Åhlin

Para peneliti menyimpulkan, permukaan cincin tersebut masih dalam kondisi baik, tidak aus ataupun terkikis, dan bentuknya masih orisinil sebagaimana pertama kali dibuat. Jadi, besar kemungkinan cincin tersebut didapatkan oleh wanita dalam kuburan tersebut dari pengrajin perak Arab dengan perantara manusia lainnya yang jumlahnya sangat sedikit.

Mereka membandingkannya dengan kondisi koin-koin (kebanyakan berasal dari Afghanistan) yang juga ditemukan di areal pemakaman yang sudah aus dan terkikis karena telah banyak dipegang berbagai orang. Karena itu, para peneliti berspekulasi bahwa wanita tersebut, atau seseorang yang dekat dengannya, mungkin telah berkunjung atau bahkan berasal dari daerah kekhalifahan Islam yang pada saat itu mendominasi Timur Tengah dan Afrika Utara.

Meskipun wanita di dalam kuburan tersebut ditemukan berpakaian dengan pakaian tradisional Skandinavia, namun dengan keadaan tulangnya yang sudah terdekomposisi membuatnya tidak mungkin untuk ditentukan etnisitasnya, kata peneliti. Pada akhirnya, bagaimana kisah wanita dan cincin tersebut masuk ke peradaban Viking tidak akan pernah diketahui seperti apa persisnya, namun kehadirannya di kuburan bangsa Viking menegaskan bahwa interaksi antara bangsa Viking dan Dunia Muslim memang pernah benar-benar terjadi.

Artikel terkait:

Di kemudian hari, meskipun sampai saat ini masih menjadi perdebatan mengenai kebenarannya, di areal pemakaman yang sama, seorang Arkeolog dari Department of Archaeology and Ancient History, Universitas Uppsala, Swedia, Annika Larsson, menemukan lafadz ‘Allah’ dan ‘Ali’ yang disulam pada sebuah pakaian jenazah Viking kuno peninggalan abad ke-9 dan ke-10. Larsson menggambarkan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”, karena sebelumnya hal seperti ini tidak pernah ditemukan pada artefak-artefak bersejarah peninggalan bangsa Viking. (PH)

 

Catatan:

Artikel ini merupakan adaptasi dan terjemahan bebas dari Sarah Pruitt, “Islamic Ring Found in 9th-Century Viking Grave”, dari laman http://www.history.com/news/islamic-ring-found-in-9th-century-viking-grave, diakses 11 Februari 2018, dan Jon Sharman, “Researchers find name of Allah woven into ancient Viking burial fabrics”, dari laman http://www.independent.co.uk/news/world/europe/allah-viking-burial-fabrics-clothes-name-woven-found-islam-uppsala-sweden-funeral-customs-a7996166.html, Harian Independent, terbit 12 Oktober 2017, diakses 10 Oktober 2017.