Masjid as-Sahaba: Masjid Tertua Ketiga di Muka Bumi

in Monumental

Last updated on July 31st, 2019 02:22 pm

Konon, masjid ini dibangun oleh para sahabat yang hijrah ke Habasyah, wilayah kekaisaran Abyssinia pada tahun 614 M. Artinya beberapa tahun sebelum dibangunnya Masjid Quba dan Masjid Nabawi pada 622 M.

Gambar ilustrasi. Sumber: madainproject.com

Sejak awal kemunculannya pada sekitar awal abad ke tujuh Masehi, Islam sudah memberi warna yang dominan dalam sejarah umat manusia. Demikian banyak jejak paradaban Islam yang bisa dijumpai di hampir setiap penjuru bumi. Dan salah satu jejak yang cukup otentik dan monumental itu adalah Masjid.

Ini seperti sebuah pattern yang umum terjadi. Ketika sekelompok manusia menempati sebuah wilayah mereka akan meninggalkan sebuah prasasti, sebagai penanda bagi manusia yang akan setelah mereka. Adapun kaum Muslimin, ketika mereka menempati sebuah wilayah – baik dalam rangka penjelajahan ataupun penaklukkan – mereka akan membangun masjid sebagai tempat ibadah. Ini sebabnya, masjid bisa dikatakan sebagai salah satu jejak paling otentik untuk melacak sejarah peradaban Islam di suatu wilayah.

Sangat mungkin, perilaku kaum Muslimin tersebut karena mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah Saw dan para sahabat ketika tiba di Madinah. Dimana hal yang pertama kali Beliau Saw lakukan adalah memerintahkan mencari lokasi untuk mendirikan masjid, yang sekarang dikenal sebagai Masjid Nabawi. Pada tahap selanjutnya, Masjid Nabawi menjadi titik awal terbentuknya peradaban Islam di muka bumi.

Apa yang dicontohkan Rasul Saw tersebut, kemudian ditiru oleh para sahabat dan juga kaum Muslimin setelahnya. Seperti Masjid Agung Kufah yang menjadi titik balik sejarah peradaban di tanah Persia. Hal yang sama terjadi dengan Masjid Agung Kairouan atau Masjid Uqba bin Nafi yang terletak di Kota Kairouan, Tunisia. Masjid ini dibangun oleh Jenderal Uqba ibn Nafi pada 670 masehi. Pada masa selanjutnya, masjid ini menjadi titik awal terbentuknya peradaban Islam yang melahirkan Kota Kairouan. Dan saat ini, masjid tersebut menjadi salah satu monumen Islam yang tertua di Afrika Utara.[1]

Di sebelah timur, salah satu masjid yang terbilang monumental adalah Masjid Cheraman Juma di distrik Thrissur, Kodungallur, negara bagian Kerala, India. Masjid ini didirikan oleh Malik bin Dinar pada tahun 629 M dan secara geografis barada di pesisir barat negara India.[2] Pada masa selanjutnya, pesisir barat anak benua tersebut menjadi salah satu pusat penyebaran Islam paling masyhur di jalur perdagangan Samudera Hindia. Menurut sebuah teori, dari sinilah para pedagang Muslim berasal yang kemudian menyebarkan Islam di Nusantara.[3]

Hingga saat ini, masjid tetap menjadi pusat episentrum peradaban kaum Muslimin di mana pun mereka berada. Eksistensinya, menjadi fakta yang paling otentik bagi sejarawan untuk melacak jejak sejarah peradaban Islam.

Ditinjau lebih jauh, agaknya kecenderungan kaum Muslimin membangun masjid, bukan hanya karena mencontoh Rasulullah Saw. Tapi sudah seperti kebutuhan alamiah, untuk memenuhi syariat agama, yaitu sholat berjamaah. Ini terbukti dengan adanya Masjid as-Sahaba, yang terletak di Kota Massawa, Republik Eritrea, Afrika. Konon, masjid ini dibangun oleh para sahabat yang hijrah ke Habasyah, wilayah kekaisaran Abyssinia pada tahun 614 M. Artinya beberapa tahun sebelum hijrahnya Rasulullah ke Madinah pada 622 M.[4]

Saat ini, Masjid as Sahaba dianggap sebagai masjid tertua dibenua Afrika. Tapi di lihat dari waktu dibangunnya, Masjid as-Sahaba bisa jadi adalah masjid paling tua ketiga di muka bumi, setelah Masjidil Haram di Makkah, dan Masjid Al-Aqsa di Palestina.[5]

Dalam satu riwayat dikatakan, Rasulullah Saw pernah ditanya, “Masjid apakah yang pertama kali ada di muka bumi?” Rasulullah Saw menjawab, “Masjidil Haram.” “Kemudian apa lagi?” Rasulullah Saw menjawab, “Masjid al-Aqsha.” Beliau ditanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?” Rasulullah Saw menjawab, “Empat puluh tahun.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Adapun bila merujuk pada Alquran, maka nama Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa sudah disebutkan ketika Rasulullah Saw masih berdakwah di Kota Makkah. Allah SWT  berfirman: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [QS Al-Isra: 1]

Setelah kedua masjid tersebut, sejarah mencatat, bahwa masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Saw adalah Masjid Quba yang terletak di pinggir Kota Madinah. Masjid ini dibangun pada tahun 622 M, atau ketika beliau dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Setelah Masjid Quba, barulah Rasulullah Saw membangun Masjid Nabawi sesaat setelah beliau memasuki Kota Madinah.

Dengan demikian, bila data sejarah yang mengatakan Masjid as Sahaba dibangun oleh para sahabat Rasulullah yang hijrah ke Habasyah pada tahun 614 M, maka bisa jadi masjid inilah yang tertua ketiga di dunia, setelah Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa. (AL)

Bersambung…

Catatan kaki:


[1] Uraian lebih jauh mengenai sejarah dan arsitektur Masjid Uqbah bin Nafi, bisa mengakses link berikut: https://ganaislamika.com/masjid-uqba-bin-nafi-monumen-kejayaan-islam-di-afrika-utara-1/

[2] Uraian lebih jauh mengenai masjid ini, dapat mengakses pada link berikut: https://ganaislamika.com/masjid-cheraman-juma-situs-arkeologi-islam-tertua-di-india-1/

[3] Lihat, Prof. MDYA DR. Wan Hussein Azmi, “Islam Di Aceh Masuk dan berkembangnya Hingga Abad XVI”, dalam Prof. A. Hasjmy, “Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia”, Medan, PT. Al Ma’arif, 1993, Hal. 180

[4] Lihat, as-Sahaba Mosque, https://madainproject.com/as_sahaba_mosque_(massawa), diakses 24 Juli 2019

[5] Berdasarkan hadis di atas, tidak sedikit yang memperkirakan bahwa pondasi masjid Al Aqsa dibangun hanya 40 tahun setelah Masjidil Haram di Makkah. Tentang siapa yang membangunnya, mereka berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, sebagaimana Masjidil Haram dan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Adam, demikian pula dengan masjid Al Aqsa. Namun ada juga yang beranggapan pondasi masjid ini dibangun oleh Nabi Ibrahim. Ibnu Qayyim Al-Jauzia menyebutkan, Masjid Al-Aqsa dibangun kembali di atas pondasinya oleh cucu Nabi Ibrahim as., yakni Nabi Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim as. Keturunan berikutnya, Nabi Daud bin Yaqub as., membangun ulang masjid itu. Bangunan Masjid Al-Aqsa diperbaharui oleh putera Nabi Daud, yakni Nabi Sulaiman. Kemudian pada tahun 637 M, Umar bin Khattab membangun sebuah ruang sholat yang dikenal sebagai al-Musalla al-Qibli atau juga dikenal sebagai al-Jami al-Qibli. Ini adalah ruang perluasan dari inti masjid Al Aqsa yang berada di bagian selatan. Uraian lebih jauh mengenai sejarah Masjid Al-Aqsa, dapat mengakses pada link berikut: https://ganaislamika.com/masjid-al-aqsa-1/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*