Mozaik Peradaban Islam

Masjid Qolşärif Rusia

in Arsitektur

“Pada tahun 1552, Ivan, penguasa Rusia, menyerang Kazan Khanate, wilayah Muslim Tatar. Masjid Qolşärif adalah salah satu bangunan yang dihancurkan, karena itu merupakan simbol kekuatan bangsa Tatar. Kini, masjid itu dibangun kembali dengan sebisa mungkin mengikuti bentuk aslinya.”

–O–

Masjid Qolşärif, Kazan, Rusia. Photo: steemit

Di barat laut Rusia, terdapat sebuah bangunan yang menyerupai kastil atau istana yang digambarkan dalam dongeng-dongeng. Namun apabila dilihat lebih detail lagi, di puncak menara-menaranya terdapat sebuah simbol bulan sabit, dan atapnya berbentuk kubah. Orang-orang tidak akan menyangka, di Rusia, yang populasi penduduknya 75% beragama Kristen Ortodoks,[1] ternyata terdapat sebuah masjid yang indah dan megah.

Masjid Qolşärif (Kul Sharif) pertama kali dibangun pada abad ke-16 di Kazan Khanate, sebuah wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim. Penduduk Kazan Khanate jelas berbeda dari etnis Rusia, karena mereka berbicara dengan bahasa Tatar dan dalam kesehariannya mempraktikan ajaran Islam. Di Kazan, masjid ini merupakan tempat ibadah yang sangat besar, dan di Eropa masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar. Pada awal abad ke-16, masjid ini menjadi simbol kekuatan etnis Tatar di wilayah tersebut.[2]

Interior masjid. Photo: Alexey Z/Trip Advisor
Tingkat atas difungsikan untuk ibadah. Photo: @SAEBAZAM

Sayangnya, Ivan si Mengerikan (julukan—pen) meraih kekuasaan di seluruh Rusia, dan dia juga datang untuk menduduki Kazan. Pada tahun 1552, dia menyerbu kota Kazan dan menghancurkan masjid monumental ini. Setelah kejatuhannya, Kazan menjadi bagian dari negara Rusia yang lebih besar, dalam semua perubahan itu untungnya tidak semua arsitektur Tatar hilang. Beberapa sumber mengatakan bahwa bentuk menara Katedral St. Basil yang menjulang tinggi merupakan inspirasi dari menara Masjid Qolşärif. Dan memang, secara kronologi waktu, Katedral St. Basil baru mulai dibangun tiga tahun setelah kejatuhan Kazan.[3]

Katedral St. Basil, konon arsitekturnya terinspirasi oleh Masjid Qolşärif. Photo: Nikolai Shevchenko

Pada tahun 1996, sebuah proyek dimulai di Kazan untuk membangun kembali Masjid Qolşärif ke bentuknya yang asli sebisa mungkin. Proyek ini sebagaian didanai oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dan ketika pada tahun 2005 selesai, hasilnya adalah sebuah kejaiban. Dengan menara-menaranya yang menjulang tinggi dan lengkungan bangunan berwarna putih, masjid baru ini menghubungkan sejarah arsitektur lama Kazan Khanate dengan arsitektur Rusia dan Islam modern. Masjid ini juga menjadi bukti peninggalan bersejarah dari abad ke-16.[4]

Nama masjid ini diambil dari Kul Sharif, Imam Kazan Khanate dan juga pahlawan orang-orang Tatar pada abad ke-16. Photo: Shchipkova Elena

Saat ini Masjid Qolşärif masuk ke dalam daftar Warisan Sejarah Dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO). Nama masjid ini diambil dari Kul Sharif, Imam Kazan Khanate dan juga pahlawan orang-orang Tatar pada abad ke-16. Dulunya masjid ini diyakini memiliki dua lantai dan memiliki delapan buah menara yang mengarah ke delapan arah penjuru dunia. Bukan hanya itu, masjid ini juga berfungsi menjadi sebuah perpustakaan yang luar biasa anggun, indah, dan kaya akan buku-buku kuno yang berharga.[5]

Suasana di sekitar masjid di musim dingin pada malam hari. Photo: glavny.tv

Nurulla Gharif, seorang sejarawan dan anggota Serikat Penulis Tatarstan, menjelaskan signifikansi Masjid Qolşärif untuk orang-orang Tatar hari ini, “namanya tertulis dalam huruf emas (harum, nama baik—pen) dalam sejarah Tatar. Ketika kita berbicara tentang Kul Sharif, kita membayangkan seseorang yang berbakat dan mengabdikan hidupnya untuk kebebasan rakyatnya. Dia adalah seorang penyair, diplomat, dan orang yang religius, salah satu orang paling terkenal di Kazan.”[6]

Masjid Qolşärif bukanlah bangunan tunggal. Ini adalah kompleks besar yang terdiri dari tiga bagian: sebuah masjid, batu peringatan dan, gedung administrasi. Seluruh kompleks menempati area seluas hampir 19 ribu meter persegi.[7] Bangunan masjid ini terdiri dari dua tingkat, tingkat atas difungsikan untuk ibadah, dan lantai bawah untuk kunjungan museum. Kompleks ini juga memiliki dua paviliun dan kolam hias.[8]

Seluruh kompleks menempati area seluas hampir 19 ribu meter persegi. Photo: airpano.com

Selain sebagai sarana ibadah, Masjid Qolşärif cukup menjanjikan untuk menjadi daya tarik utama pariwisata di Kazan. Infrastruktur pariwisata juga sudah dipersiapkan, hotel-hotel di sekitar lingkungan masjid dapat diakses dengan jangkauan jarak berjalan kaki saja. Presiden Tatarstan, Mintimer Shaimiev, berharap masjid itu akan memikat para pengunjung. Dia mengatakan, “lebih baik melihatnya sekali ketimbang mendengarnya ratusan kali.”[9] (PH)

Catatan Kaki:

[1] “Fast Facts about Russia”, dari laman http://masterrussian.com/russia/facts.htm, diakses 19 Mei 2018.

[2] Atimian, “Qolşärif Mosque: Replica of mosque destroyed by Russia in the 16th century”, dari laman https://www.atlasobscura.com/places/qolsaerif-mosque, diakses 19 Mei 2018.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

[5] “Kul Sharif Mosque, Kazan, Russia”, dari laman https://www.travelallrussia.com/sights/kul-sharif-mosque-kazan-russia, diakses 19 Mei 2018.

[6] “Russia: Opening Of Country’s Biggest Mosque Highlights Kazan’s Millennium”, dari laman https://www.rferl.org/a/1059451.html, diakses 19 Mei 2018.

[7] “Kul Sharif Mosque, Kazan, Russia”, Ibid.

[8] “Russia: Opening Of Country’s Biggest Mosque Highlights Kazan’s Millennium”, Ibid.

[9] Ibid.