Mozaik Peradaban Islam

Melacak Asal-Usul Habib di Indonesia (1): Siapakah Habib?

in Islam Nusantara

Last updated on March 4th, 2019 06:12 am

Habib, siapakah dia? Gambaran Habib bagi masyarakat Indonesia barangkali adalah seorang laki-laki berwajah Arab, berjanggut, bersorban, dan mengenakan gamis. Namun, di luar soal tampilan, biasanya seorang Habib memiliki banyak sekali jamaah yang rutin menghadiri kegiatan keagamaan yang dilakukan olehnya. Namun siapakah sebenarnya Habib itu? Sejarah mencatat, keberadaan para Habib di Indonesia sudah berlangsung lama sejak sebelum kemerdekaan.

Habib Abdoerrahman al-Zahir, salah satu Habib di zaman pra kemerdekaan. (Photo: De indische Gids)

Di antara nama Habib-habib di Indonesia yang mempunyai nama dalam lingkup nasional adalah Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau lebih populer dengan nama Habib Ali Kwitang, Pendiri Majelis Ta’lim Kwitang, Jakarta; Habib Ali Alatas, mantan Menteri Luar Negeri; dan yang belakangan banyak menghiasi berita media nasional, Habib Rizieq Shihab, pendiri dan ketua FPI (Front Pembela Islam). Selain nama-nama tersebut masih banyak Habib-habib lainnya yang mempunyai pengaruh besar.

“Habib” yang yang secara tekstual berarti “kekasih” adalah gelar kehormatan yang ditujukan kepada para keturunan Nabi Muhammad SAW yang tinggal di daerah Lembah Hadhramaut, Yaman; Asia Tenggara; dan Pesisir Swahili, Afrika Timur.[1] Lebih spesifik lagi, definisi “keturunan” ini mesti dari keturunan Husein, yakni putra Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra (putri Nabi Muhammad SAW).[2]

Peta Hadhramaut, Yaman. (Photo: bbc.com)

Secara pemaknaan, Quraish Shihab memberikan penjelasan yang lebih detail mengenai Habib, “Habib itu orang yang mengasihi dan dikasihi. Jadi kalau ‘mengasihi’ dalam bahasa Arab itu artinya ‘muhib’. Kalau ‘yang dikasihi’ itu ‘mahbub’. Kalau ‘habib’, bisa berarti subjek bisa berarti objek. Jadi, ‘habib’ tidak boleh bertepuk sebelah tangan, hanya mau dicintai tapi tidak mencintai orang,” ujar Quraish Shihab dalam sebuah wawancara.[3]

Asal muasal keberadaan para Habib dapat dilacak dari pendirinya, yaitu Ahmad bin Isa (wafat tahun 345 H). Pria yang lebih dikenal dengan nama Al-Imam Ahmad bin Isa atau al-Imam al-Muhajir ini adalah generasi ke-8 dari keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra.[4] Secara berturut-turut garis keturunannya dapat dilihat dari diagram berikut ini:

Silsilah Alawiyin

Ahmad bin Isa diketahui melakukan hijrah dari Basra ke Hadhramaut (Yaman) bersama keluarganya pada tahun 317 H untuk menghindari Dinasti Abbasiyah yang sedang berkuasa pada saat itu. Sebelum ke Yaman, Ahmad bin Isa diketahui pernah melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, dia kemudian tinggal di dekat kuburan buyutnya. Di Madinah, beredar isu bahwa para keturunan Rasul akan mengambil alih kekuasaan. Isu tersebut membuat pemerintah yang berkuasa saat itu cemas sehingga banyak keturunan Nabi yang diburu dan bahkan dibunuh. Karena hal itu lah, akhirnya Ahmad bin Isa dan keluarganya memutuskan untuk berhijrah.[5]

Sementara, versi lain mengatakan bahwa Ahmad bin Isa adalah seorang yang ‘alim, ‘amil (mengamalkan ilmunya), hidupnya bersih dan wara’ (pantang bergelimang dalam soal keduniaan). Di Irak beliau hidup terhormat dan disegani, mempunyai kedudukan terpandang, dan mempunyai kekayaan cukup banyak. Mereka hijrah ke Hadhramaut bukan karena dimusuhi atau dikejar-kejar oleh penguasa, melainkan karena lebih mementingkan keselamatan akidah keluarga dan pengikutnya. Mereka hijrah dari Basrah ke Hadhramaut mengikuti contoh kakek buyutnya, yaitu Muhammad Rasulullah SAW yang hijrah dari Makkah ke Madinah.[6]

Ahmad bin Isa wafat di Husaisah, salah satu desa di Hadhramaut, pada tahun 345 Hijriah. Beliau mempunyai dua orang putera yaitu Ubaidillah dan Muhammad. Ubaidillah hijrah bersama ayahnya ke Hadramaut dan mendapat tiga orang putera yaitu Alwi (Alawi), Jadid, dan Ismail. Pada akhir abad ke-6 H keturunan Ismail dan Jadid dikatakan tidak mempunyai kelanjutan, sehingga mereka punah dalam sejarah, sedangkan keturunan Alwi tetap berlanjut. Keturunan dari Alwi inilah yang kemudian dikenal dengan kaum Alawiyin. Maka, secara khusus, istilah “Habib” mengacu kepada keturunan Alwi bin Ubaidillah (wafat awal abad ke-5 H).[7]

Ahmad bin Isa semasa hidupya dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan berbudi tinggi, selain itu, beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa beliaulah pewaris agama Islam serta Ahlul Bait yang sah.[8] Berdasarkan fakta tersebut, maka dalam perkembangannya, wilayah Hadhramaut menjadi semacam “sekolah” bagi orang-orang yang ingin menimba ilmu agama Islam, walaupun sebenarnya di sana tidak ada institusi formal. Hubungan antara murid dan guru di sana lebih diikat dalam bentuk ikatan spiritual. Di kemudian hari sekolah Hadhramaut dikenal memiliki aliran tersendiri yang disebut al-tariqa al-Alawiyya (Tarikat Alawiyin).[9]

Salah satu kegiatan keagamaan di Tarim, Hadhramaut yang diselenggarakan oleh Tarikat Alawiyin tahun 2016. (Photo: Imam Abdullah El-Rashied)

Dengan keberadaan Tarikat Alawiyin, maka istilah Habib di Hadhramaut menjadi lebih luas, tidak lagi dibatasi sebatas garis keturunan. Lulusan sekolah Tarikat Alawiyin yang ternama pun dapat dipanggil sebagai Habib. Namun, bagi kalangan Alawiyin di Asia Tenggara, istilah Habib masih dibatasi berdasarkan garis keturunan, oleh karena itu lah muncul varian-varian lain dari gelar yang disematkan kepada para keturunan Nabi, yaitu Sayyid dan Sharif.[10] Sayyid berarti keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis Husein, sementara Sharif adalah keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis Hasan.[11] (PH)

Bersambung ke:

Melacak Asal-Usul Habib di Indonesia (2): Dakwah Damai Alawiyin

 Catatan Kaki:

[1] Ismail Fajrie Alatas, Habaib in Southeast Asia, The Encyclopaedia Of Islam Three (Leiden: Brill, 2018), hlm 56.

[2] Arbi Sumandoyo, “Kita Harus Bisa Memilah antara Sayid dan Habib”, dari laman https://tirto.id/kita-harus-bisa-memilah-antara-sayid-dan-habib-chc8, diakses 3 November 2017.

[3] Zen RS dan Ahmad Khadafi, “Banyak Habib yang Tidak Mencerminkan Akhlak yang Baik”, dari laman https://tirto.id/banyak-habib-yang-tidak-mencerminkan-akhlak-yang-baik-chxg, diakses 4 November 2017.

[4] Arbi Sumandoyo, Ibid.

[5] Ibid.

[6] Benmashoor, “Asal Usul Para Habaib di Nusantara”, dari laman http://www.sarkub.com/asal-usul-para-habaib-di-nusantara/, diakses 4 November 2017.

[7] Ibid.

[8] Ibid.

[9] Ismail Fajrie Alatas, Loc. Cit.

[10] Ibid.

[11] Arbi Sumandoyo, Loc. Cit.

92 Comments

  1. Trimakasih sudah memberi pencerahan.

    Kembali bahwa dalam beragama janganlah berfikiran sempit dan asal ikut. Bukanlah orang yang perlu diikuti, tapi kebenaran. Dan kebenaran diukur oleh hati.

    Saat ini begitu banyak macam ragam bentuk Islam muncul ke permukaan, seiring mudahnya akses informasi. Satu sisi membawa pencerahan, di sisi lain membawa keruhan. Lagi-lagi, hanya hatilah yang sanggup menilai. Bukan status, bukan mulut, bukan juga penampilan. Semoga kita selamat dari fitnah akhir jaman.

    • Assalamu ‘alaikum,maaf akhy,bukan mau mendebat atau sok tau,tp bukankah tolak ukur kebenaran dlm islam itu al qur’an dan al hadits?,klo patokan agama itu hati ,lalu al qur’an dan al hadits buat ngukur apa?

      • Alquran itu benar semua dan tidak satu ayat pun yg salah
        Pertanyaan nya adalah, apakah si pembacanya sudah sama dengan apa yg di baca,, ? Maka jawab nya jelas bahwa HATI adalah panutan utama nya sementara Alquran adalah sebagai kompas atau penunjuk arah nya

        Penunjuk arah /alquran akan selalu benar dan apabila yg menerima petunjuk itu keliru maka alat penunjuk nya tidak dapat di salah kan

  2. Trimakasih sudah memberi pencerahan.

    Kembali bahwa dalam beragama janganlah berfikiran sempit dan asal ikut. Bukanlah orang yang perlu diikuti, tapi kebenaran. Dan kebenaran diukur oleh hati.

    Saat ini begitu banyak macam ragam bentuk Islam muncul ke permukaan, seiring mudahnya akses informasi. Satu sisi membawa pencerahan, di sisi lain membawa keruhan. Lagi-lagi, hanya hatilah yang sanggup menilai. Bukan status, bukan mulut, bukan juga penampilan. Semoga kita selamat dari fitnah akhir jaman.

    • Assalamu ‘alaikum,maaf akhy,bukan mau mendebat atau sok tau,tp bukankah tolak ukur kebenaran dlm islam itu al qur’an dan al hadits?,klo patokan agama itu hati ,lalu al qur’an dan al hadits buat ngukur apa?

      • Alquran itu benar semua dan tidak satu ayat pun yg salah
        Pertanyaan nya adalah, apakah si pembacanya sudah sama dengan apa yg di baca,, ? Maka jawab nya jelas bahwa HATI adalah panutan utama nya sementara Alquran adalah sebagai kompas atau penunjuk arah nya

        Penunjuk arah /alquran akan selalu benar dan apabila yg menerima petunjuk itu keliru maka alat penunjuk nya tidak dapat di salah kan

  3. Assalamualaikum.
    Setahu saya anak laki-laki dari nabi Muhammad telah Alloh wafatkan semasa kecil mereka., Anda faham hikmahnya?.
    Adapun Hasan dan Husein merupakan anak laki-laki dari Ali ibnu Abu Tholib.
    Jadi penisbatan Habib sebagai keturunan nabi Muhammad adalah batil.
    Yang tepat adalah Habib itu di nisbatkan sebagai keturunan Ali ibnu Abu Tholib.
    Nabi Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang anak laki-laki dari kalian, Dia itu tidak lain merupakan utusan Alloh.
    Terima kasih.

  4. Demikian pula sebutan-sebutan lain yang menisbatkan diri sebagai keturunan nabi Muhammad adalah batil keseluruhannya.

  5. Dan siapa saja yang membela orang atau kelompok yang membela orang atau kelompok yang menisbatkan diri sebagai keturunan nabi adalah golongan yang tersesat

  6. Assalamualaikum.
    Setahu saya anak laki-laki dari nabi Muhammad telah Alloh wafatkan semasa kecil mereka., Anda faham hikmahnya?.
    Adapun Hasan dan Husein merupakan anak laki-laki dari Ali ibnu Abu Tholib.
    Jadi penisbatan Habib sebagai keturunan nabi Muhammad adalah batil.
    Yang tepat adalah Habib itu di nisbatkan sebagai keturunan Ali ibnu Abu Tholib.
    Nabi Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang anak laki-laki dari kalian, Dia itu tidak lain merupakan utusan Alloh.
    Terima kasih.

  7. Dan siapa saja yang membela orang atau kelompok yang membela orang atau kelompok yang menisbatkan diri sebagai keturunan nabi adalah golongan yang tersesat

  8. Saya sangat setuju dengan RF menurut sy dan teman2 habib yg menisbadkan dirinya sebagai keturunan nabi muhamad SAW adalah bhatil.
    Bagi kami ini hanyalah lebih ke sifat ria.
    Tapi satu hal yang pasti kita semua anak cucu nabi… Yakni nabi ADAM.

  9. Saya sangat setuju dengan RF menurut sy dan teman2 habib yg menisbadkan dirinya sebagai keturunan nabi muhamad SAW adalah bhatil.
    Bagi kami ini hanyalah lebih ke sifat ria.
    Tapi satu hal yang pasti kita semua anak cucu nabi… Yakni nabi ADAM.

  10. Bukannya garis keturunan di wariskan oleh anak laki laki rasul seharusnya ya?
    Sedangkan Rasulullah Saw anak laki lakinya belum pernah ada yg menuliskan di kitab mana pun.
    Wallahu alam

  11. Bukannya garis keturunan di wariskan oleh anak laki laki rasul seharusnya ya?
    Sedangkan Rasulullah Saw anak laki lakinya belum pernah ada yg menuliskan di kitab mana pun.
    Wallahu alam

  12. Fatimah itu binti Rasulullah. Berarti Hasan Husain itu cucunya nabi . Berarti ddalem darah Hasan Husain itu ada darah nabi . Ente paham sampe sini .Anaknya Hasan Husain itu berarti cicitnya nabi . Berarti nabi itu kakek dari Hasan Husain .Paham ente .Yang namanya kakek itu keluarga . Jadi gelar habib itu masih satu keluarga Ama Rasulullah dan ada darah Rasulullah dari Fatimah binti Rasulullah. Dan aLi bin Abi Thalib sahabat nabi .Jadi apa yg drisaukan ketika 2 darah orang alim bertemu menjadi satu .

    • https://www.google.co.id/amp/s/puskafi.wordpress.com/2010/05/20/nasab-dalam-hukum-islam/amp/ nasab anak baik laki2 atau perempuan itu ada pada bapak kandung nya..bukan pada bapak kandung dr ibu ny si anak atau bapak kandung dr bapak nya si anak..jelas tertulis di al qur an.bukan masalah “2 darah alim bercampur jadi 1 apa yg di risau kan”.tp yg salah tidak boleh di buat jadi benar dgn alasan2 pembenaran.keturunan laki2 yg langsung dr Rasulullah Salallahualaihi Wassalam sudah wafat keseluruhan nya..untuk memutus jalur kenabian/rasul..krn beliau adalah nabi terakhir..jika kita menyamaratakan saja dgn pembenaran2 sesuai pemikiran kita sendiri tanpa berlandas kan al qur an dan hadist maka hasil nya akan tidak benar dan semakin rusak.berkat kerusakan dgn pembenaran otak akhir nya lahir lah islam2 bergolong2an..sampai 73 golongan..nah yg mana kah kita?..apakah yg berjalan sesuai al qur an yg menjadi patokan sebuah hadist atau yg berdasarkan otak manusia kita?..smua kembali pada diri masing2..itu pandangan saya sesuai yg saya pahami dr ayat al qur an yg saya baca..jika habib itu hanya sebatas panggilan kehormatan untuk darah keturunan bagian dr nabi muhammad Salallahualaihi Wassalam..maka kita smua bs menjadi habib..Allah membedakan kita berdasar kan tingkat keimanan pada Nya..bukan sebatas panggilan habib..terima kasih 🙏🏻

    • setuju,,dan sayyidina Ali bin abi tholib masih satu darah dengan rasullullah dari kakek beliau yaitu abdul muthalib,,sodara

  13. Fatimah itu binti Rasulullah. Berarti Hasan Husain itu cucunya nabi . Berarti ddalem darah Hasan Husain itu ada darah nabi . Ente paham sampe sini .Anaknya Hasan Husain itu berarti cicitnya nabi . Berarti nabi itu kakek dari Hasan Husain .Paham ente .Yang namanya kakek itu keluarga . Jadi gelar habib itu masih satu keluarga Ama Rasulullah dan ada darah Rasulullah dari Fatimah binti Rasulullah. Dan aLi bin Abi Thalib sahabat nabi .Jadi apa yg drisaukan ketika 2 darah orang alim bertemu menjadi satu .

    • https://www.google.co.id/amp/s/puskafi.wordpress.com/2010/05/20/nasab-dalam-hukum-islam/amp/ nasab anak baik laki2 atau perempuan itu ada pada bapak kandung nya..bukan pada bapak kandung dr ibu ny si anak atau bapak kandung dr bapak nya si anak..jelas tertulis di al qur an.bukan masalah “2 darah alim bercampur jadi 1 apa yg di risau kan”.tp yg salah tidak boleh di buat jadi benar dgn alasan2 pembenaran.keturunan laki2 yg langsung dr Rasulullah Salallahualaihi Wassalam sudah wafat keseluruhan nya..untuk memutus jalur kenabian/rasul..krn beliau adalah nabi terakhir..jika kita menyamaratakan saja dgn pembenaran2 sesuai pemikiran kita sendiri tanpa berlandas kan al qur an dan hadist maka hasil nya akan tidak benar dan semakin rusak.berkat kerusakan dgn pembenaran otak akhir nya lahir lah islam2 bergolong2an..sampai 73 golongan..nah yg mana kah kita?..apakah yg berjalan sesuai al qur an yg menjadi patokan sebuah hadist atau yg berdasarkan otak manusia kita?..smua kembali pada diri masing2..itu pandangan saya sesuai yg saya pahami dr ayat al qur an yg saya baca..jika habib itu hanya sebatas panggilan kehormatan untuk darah keturunan bagian dr nabi muhammad Salallahualaihi Wassalam..maka kita smua bs menjadi habib..Allah membedakan kita berdasar kan tingkat keimanan pada Nya..bukan sebatas panggilan habib..terima kasih 🙏🏻

    • setuju,,dan sayyidina Ali bin abi tholib masih satu darah dengan rasullullah dari kakek beliau yaitu abdul muthalib,,sodara

  14. Bukanya Habib itu hanya Gelar Kehormatan, Sayyid dahulu sekarang Habib..Dan Sayyid merupakan Keturunan Nabi Dari Fatimah Az-Zahra dari pernikahan dengan syaidina Ali (Hasan dan Husein)..Tapi Yang Aneh Kanapa Ya Ko ada Habib Kalo Ceramah Ngeri..Galak..Galak..Kalo Rosulullah Kan Selalu Damai..Bahkan Rosulullah cinta pada Umatnya dan sayang pada kaum nya..Bahkan seorang Kafir Pun Iya sayangi agar kafir menyembah allah, Harusnya Sifat para Habib Juga Demikian, Seperti Sifat Baginda Rosulullah Nabi Muhammad, SAW..

    • Saya lbih cenderung habib munzir al musawwa, quraish shihab, haddad alwi, ali alatas, yg agak enak d blg habib, tdk sprti habib riziq keras suaranya.

  15. Bukanya Habib itu hanya Gelar Kehormatan, Sayyid dahulu sekarang Habib..Dan Sayyid merupakan Keturunan Nabi Dari Fatimah Az-Zahra dari pernikahan dengan syaidina Ali (Hasan dan Husein)..Tapi Yang Aneh Kanapa Ya Ko ada Habib Kalo Ceramah Ngeri..Galak..Galak..Kalo Rosulullah Kan Selalu Damai..Bahkan Rosulullah cinta pada Umatnya dan sayang pada kaum nya..Bahkan seorang Kafir Pun Iya sayangi agar kafir menyembah allah, Harusnya Sifat para Habib Juga Demikian, Seperti Sifat Baginda Rosulullah Nabi Muhammad, SAW..

    • Saya lbih cenderung habib munzir al musawwa, quraish shihab, haddad alwi, ali alatas, yg agak enak d blg habib, tdk sprti habib riziq keras suaranya.

    • Akhirus zaman Islam akan hancur dengan sendirinya. Kalau tak mau hancur jangan hancur kan dengan mendirikan organisasi2 islam. Karena Islam itu bukan organisasi tapi kepercayaan. Agama/ugeman/ pegangan/tongkat/ad Din.

    • Akhirus zaman Islam akan hancur dengan sendirinya. Kalau tak mau hancur jangan hancur kan dengan mendirikan organisasi2 islam. Karena Islam itu bukan organisasi tapi kepercayaan. Agama/ugeman/ pegangan/tongkat/ad Din.

  16. Kalo habib di indonesia ceramahnya sdh masuk ke arah politik,yg tidak di sukai akan terus di caci maki & ujaran kebencian.itu tdk mencerminkan pengikut nabi muhammad… lihat lah ceramah nabi muhammad yg santun & penuh makna…. seharusnya seorang habib bisa memberi ceramah yg bermakna utk seluruh umat islam yg ada di indonesia

    • Saya mau menantang para pemimpin pemimpin agama dan pemerintah..
      Bukan berlomba menjadi yg paling hebat,paling benar atau paling mulia. melainkan menantang untuk menjadi yg paling bisa bersikap rendah hati. Jika ada pemimpin seperti itu niscaya semua masalah bisa diselesaikan dan umat dan warga negaranya bisa hidup damai dan sejahtera bersama. Semoga allah swt memberi hidayah kpd para pemimpin agama dan pemerintah di indonesia. Amiin ..

  17. Kalo habib di indonesia ceramahnya sdh masuk ke arah politik,yg tidak di sukai akan terus di caci maki & ujaran kebencian.itu tdk mencerminkan pengikut nabi muhammad… lihat lah ceramah nabi muhammad yg santun & penuh makna…. seharusnya seorang habib bisa memberi ceramah yg bermakna utk seluruh umat islam yg ada di indonesia

    • Saya mau menantang para pemimpin pemimpin agama dan pemerintah..
      Bukan berlomba menjadi yg paling hebat,paling benar atau paling mulia. melainkan menantang untuk menjadi yg paling bisa bersikap rendah hati. Jika ada pemimpin seperti itu niscaya semua masalah bisa diselesaikan dan umat dan warga negaranya bisa hidup damai dan sejahtera bersama. Semoga allah swt memberi hidayah kpd para pemimpin agama dan pemerintah di indonesia. Amiin ..

  18. sepertinya paragraf ke-3 dari artikel ini sudah cukup jelas
    bahwa habib adalah sebuah gelar kehormatan.

    dan setahu saya, dalam hukum Islam keturunan sebuah keluarga diambil dari garis laki-laki.

    Wallahu A’lam

    • Ya btul, maka dari itu allah sengaja wafatkan para anak laki laki rasulullah. Mengapa? Dri sini kita sudah dapat mengambil hikmah. Karena dikhawatirkan adanya penghormatan2 yang tidak d perlukan terhadap keturunan laki laki dari nabi muhammad. Hasan husein memang cucu nabi muhammad, tapi bukan berarti hasan bin fatimah kan? Tapi mengambil dari nasab ayahnya, yaitu hasan bin ali.

      Wallahualam.

  19. sepertinya paragraf ke-3 dari artikel ini sudah cukup jelas
    bahwa habib adalah sebuah gelar kehormatan.

    dan setahu saya, dalam hukum Islam keturunan sebuah keluarga diambil dari garis laki-laki.

    Wallahu A’lam

    • Ya btul, maka dari itu allah sengaja wafatkan para anak laki laki rasulullah. Mengapa? Dri sini kita sudah dapat mengambil hikmah. Karena dikhawatirkan adanya penghormatan2 yang tidak d perlukan terhadap keturunan laki laki dari nabi muhammad. Hasan husein memang cucu nabi muhammad, tapi bukan berarti hasan bin fatimah kan? Tapi mengambil dari nasab ayahnya, yaitu hasan bin ali.

      Wallahualam.

  20. Saya senang dari diskusi ini, saya berterima kasih bisa ambil isinya, alhamdulillah ini sebagai wawasan yg baik sebagai pencerahan.

  21. Saya senang dari diskusi ini, saya berterima kasih bisa ambil isinya, alhamdulillah ini sebagai wawasan yg baik sebagai pencerahan.

  22. Alhamdulillah.. saya jadi tambah ilmunya,.. Dan mudah mudahan kita saling memahami.. tentang predikat habib.. yaitu.. krn taqwanya, baik.. bukan krn keturunan nabi..

  23. Assalamualaikum War.Wab

    Kepada rekan-rekan pembaca yang kami hormati. Kami selaku tim redaksi Gana Islamika (GI) menyambut baik segala macam diskusi terkait artikel-artikel yang kami sajikan. Ada beberapa hal mendasar yang perlu kami sampaikan terkait kekhasan artikel yang kami sampaikan. Artikel GI supaya dapat ditayangkan mesti memegang kaidah-kaidah sebagai berikut:

    1. Ilmiah
    2. Deskriptif (bukan opini)
    3. Objektif
    4. Berimbang
    5. Sesuai fakta dan data
    6. Tidak memihak
    7. Tidak provokatif
    8. Orisinal (belum pernah diterbitkan di media lain dan bukan plagiat)

    Adapun mengenai hasil akhir penerimaan ke pembaca, kami menyerahkan sepenuhnya kepada preferensi masing-masing pembaca tanpa bermaksud untuk mengarahkan sedikitpun.

    Selain itu, terkait ruang diskusi yang kami sediakan, harapan kami kawan-kawan dapat berdiskusi dengan saling menghormati dan dalam koridor keilmiahan.

  24. Alhamdulillah.. saya jadi tambah ilmunya,.. Dan mudah mudahan kita saling memahami.. tentang predikat habib.. yaitu.. krn taqwanya, baik.. bukan krn keturunan nabi..

  25. Assalamualaikum War.Wab

    Kepada rekan-rekan pembaca yang kami hormati. Kami selaku tim redaksi Gana Islamika (GI) menyambut baik segala macam diskusi terkait artikel-artikel yang kami sajikan. Ada beberapa hal mendasar yang perlu kami sampaikan terkait kekhasan artikel yang kami sampaikan. Artikel GI supaya dapat ditayangkan mesti memegang kaidah-kaidah sebagai berikut:

    1. Ilmiah
    2. Deskriptif (bukan opini)
    3. Objektif
    4. Berimbang
    5. Sesuai fakta dan data
    6. Tidak memihak
    7. Tidak provokatif
    8. Orisinal (belum pernah diterbitkan di media lain dan bukan plagiat)

    Adapun mengenai hasil akhir penerimaan ke pembaca, kami menyerahkan sepenuhnya kepada preferensi masing-masing pembaca tanpa bermaksud untuk mengarahkan sedikitpun.

    Selain itu, terkait ruang diskusi yang kami sediakan, harapan kami kawan-kawan dapat berdiskusi dengan saling menghormati dan dalam koridor keilmiahan.

  26. TRAGEDI PENGABADIAN GELAR ‘PERPECAHAN’ SEBUAH DINASTI KETURUNAN?

    Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (kehidupan sosial)nya sehingga menjadi beberapa golongan (dinasti). Tiap-tiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing). [SQS. Al-Mu’minun, 23:53]

    Sinyal Al Quran di atas sifatnya universal yang bisa terjadi dan dialami pada setiap golongan. Golongan yang satu ini selain menganggap diri mereka adalah dinasti keturunan sehingga mereka menciptakan identitas khusus yakni gelar yang harus ditempelkan abadi pada setiap nama anak-anak keturunannya.

    Tragisnya, penggunaan dan pemberian ‘gelar-gelar’ dinasti tersebut terkesan bisa diartikan melambangkan perpecahan abadi dalam suatu dinasti keturunannya. Dan, secara tidak langsung pula otomatis telah mencidrai nama besar tokoh Islam dan umat Muslim yakni keluarga Ali bin Abi Thalib, ya saudara sepupu dan sekaligus adalah menantu dari Nabi Muhammad SAW.

    Simak info satu ini:

    Habib Ahmad menjelaskan keturunan nabi ada dua sumber, yakni sebutan Syarif/Syarifah keturunan yang berasal dari jalur Hasan dan ada sebutan Sayyid/Sayyidah keturunan dari jalur Husein. Namun istilah Habib berawal pada 1000 Hijiriah.

    “Istilah habib muncul pada tahun 1000 Hijriyah, dan yang pertama dijuluki habib adalah Al-habib Umar bin Abdurrahman Alattas,” ucapnya.

    https://news.okezone.com/read/2018/12/22/337/1994685/begini-penjelasan-gelar-habib-dari-organisasi-yang-melacak-garis-keturunan-nabi-muhammad

  27. TRAGEDI PENGABADIAN GELAR ‘PERPECAHAN’ SEBUAH DINASTI KETURUNAN?

    Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (kehidupan sosial)nya sehingga menjadi beberapa golongan (dinasti). Tiap-tiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing). [SQS. Al-Mu’minun, 23:53]

    Sinyal Al Quran di atas sifatnya universal yang bisa terjadi dan dialami pada setiap golongan. Golongan yang satu ini selain menganggap diri mereka adalah dinasti keturunan sehingga mereka menciptakan identitas khusus yakni gelar yang harus ditempelkan abadi pada setiap nama anak-anak keturunannya.

    Tragisnya, penggunaan dan pemberian ‘gelar-gelar’ dinasti tersebut terkesan bisa diartikan melambangkan perpecahan abadi dalam suatu dinasti keturunannya. Dan, secara tidak langsung pula otomatis telah mencidrai nama besar tokoh Islam dan umat Muslim yakni keluarga Ali bin Abi Thalib, ya saudara sepupu dan sekaligus adalah menantu dari Nabi Muhammad SAW.

    Simak info satu ini:

    Habib Ahmad menjelaskan keturunan nabi ada dua sumber, yakni sebutan Syarif/Syarifah keturunan yang berasal dari jalur Hasan dan ada sebutan Sayyid/Sayyidah keturunan dari jalur Husein. Namun istilah Habib berawal pada 1000 Hijiriah.

    “Istilah habib muncul pada tahun 1000 Hijriyah, dan yang pertama dijuluki habib adalah Al-habib Umar bin Abdurrahman Alattas,” ucapnya.

    https://news.okezone.com/read/2018/12/22/337/1994685/begini-penjelasan-gelar-habib-dari-organisasi-yang-melacak-garis-keturunan-nabi-muhammad

  28. Boro2 maham alquran dan hadist, kencing aja gwa blum lurus.
    Masalah di depan mata lebih kompleks, lah ini malah sibuk adu dalil.
    Gwa taklid yang mayoritas aja, bukan cari aman. Tapi emang keyakinan gwa sperti itu.

  29. Boro2 maham alquran dan hadist, kencing aja gwa blum lurus.
    Masalah di depan mata lebih kompleks, lah ini malah sibuk adu dalil.
    Gwa taklid yang mayoritas aja, bukan cari aman. Tapi emang keyakinan gwa sperti itu.

  30. Allahu rasulillah itu adalah seorang pendakwah juga sehingga sampai keturunan di mekkah yaman suriah indonesia india ana man rasulillah ia juga berkata” bahwa sampailah ketujuh langit keturunannya ana juga mau menyampaikan kepada kalian habib itu keturunan rasulillahi wassalam ana akan pergi ke mekkah dan madinah untuk memutuskan saya akan berhijrah

  31. Janganlah kalian mengakui bahwa kalian itu keturunan rasulillah saya akan membenci bahkan rasulullah saw bahkan juga allah

  32. Allahu rasulillah itu adalah seorang pendakwah juga sehingga sampai keturunan di mekkah yaman suriah indonesia india ana man rasulillah ia juga berkata” bahwa sampailah ketujuh langit keturunannya ana juga mau menyampaikan kepada kalian habib itu keturunan rasulillahi wassalam ana akan pergi ke mekkah dan madinah untuk memutuskan saya akan berhijrah

  33. Janganlah kalian mengakui bahwa kalian itu keturunan rasulillah saya akan membenci bahkan rasulullah saw bahkan juga allah

  34. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. 33:33)
    Umm Salama menyatakan ayat ini diturunkan ketika Rasul melingkupi ke dalam pakaiannya `Ali, Fatima, al-Hasan, dan al-Husayn, dan mengatakan: “Ya Allah! Mereka adalah Ahlul Bait, Sehingga jauhkan kekotoran dari mereka dan bersihkan mereka sebersih-bersihnya .” (Ahmad dalam Musnad melalui 6 rantai, JugaTirmidhi dengan beberapa rantai dia menyatakan hasan sahih, al-Hakim, and Tabarani). Riwayat ini sering disebut hadis tentang jubah.

    • Ada riwayat ketika Nabi sholat, terkadang Hasan dan Husen bermain2 sampai dibawah kaki Nabi. Selesai sholat sahabat bertanya: Ya Rasul kenapa cucu2mu itu tak engkau larang bermain sedang engkau lagi sholat.
      Jawab Nabi:. “Ketahuilah kedua anak ini anakku juga, anak dari anak perempuanku. Ya Allah aku sayang pada pada keduanya. Ketahuilah bahwa keduanya akan menjadi *sayyid* bagi para pemuda Islam kelak di sorga.”
      Jelas gelar sayyid bukan mengadaada, cuma lafaznya berbeda di berbagai wilayah. Ada sayid, syeid, sidi, ayib dsb.
      Gelar itu diberikan pada para keturunan Husein dan Hasan melalui jalur patriarchy dan merekalah yang disebut sebagai ahlul bait (Keluarga Nabi). Kalau ybs menjadi ulama, diberi panggilan Habib sebagai pembeda dengan ulama bukan ahlul bait yang biasa dipanggil Syeh.
      Jadi kalau tak punya dasar tak usah ngarang2 sendiri pengertian keturunan Nabi, karena Nabi sendiri yang menyebutkannya.

  35. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. 33:33)
    Umm Salama menyatakan ayat ini diturunkan ketika Rasul melingkupi ke dalam pakaiannya `Ali, Fatima, al-Hasan, dan al-Husayn, dan mengatakan: “Ya Allah! Mereka adalah Ahlul Bait, Sehingga jauhkan kekotoran dari mereka dan bersihkan mereka sebersih-bersihnya .” (Ahmad dalam Musnad melalui 6 rantai, JugaTirmidhi dengan beberapa rantai dia menyatakan hasan sahih, al-Hakim, and Tabarani). Riwayat ini sering disebut hadis tentang jubah.

    • Ada riwayat ketika Nabi sholat, terkadang Hasan dan Husen bermain2 sampai dibawah kaki Nabi. Selesai sholat sahabat bertanya: Ya Rasul kenapa cucu2mu itu tak engkau larang bermain sedang engkau lagi sholat.
      Jawab Nabi:. “Ketahuilah kedua anak ini anakku juga, anak dari anak perempuanku. Ya Allah aku sayang pada pada keduanya. Ketahuilah bahwa keduanya akan menjadi *sayyid* bagi para pemuda Islam kelak di sorga.”
      Jelas gelar sayyid bukan mengadaada, cuma lafaznya berbeda di berbagai wilayah. Ada sayid, syeid, sidi, ayib dsb.
      Gelar itu diberikan pada para keturunan Husein dan Hasan melalui jalur patriarchy dan merekalah yang disebut sebagai ahlul bait (Keluarga Nabi). Kalau ybs menjadi ulama, diberi panggilan Habib sebagai pembeda dengan ulama bukan ahlul bait yang biasa dipanggil Syeh.
      Jadi kalau tak punya dasar tak usah ngarang2 sendiri pengertian keturunan Nabi, karena Nabi sendiri yang menyebutkannya.

  36. Buat antum semua yang sudah memfitnah habaib bukan keturunan nabi, apa bedanya antum sama abu lahab yang menertawakan nabi karena nabi abtar (tak punya keturunan), ini asbabun nuzul turunnya surat al kautsar, jangan macem macem antum, nabi sudah menegaskan ahli baitnya itu ali, fatimah, al husein wal hasan, berarti antum mengingkari perkataan nabi yg menyatakan bahawa ali dan Fatimah itu ahli baitnya, sedangkan imam mahdi dalam riwayat pun dikatakan ahli baitnya nabi (keturunannya) dari jalur hasan (ada yang mengatakan husein), antum ternyata ga ada bedanya sama abu lahab ya wkkwkkk

  37. Buat antum semua yang sudah memfitnah habaib bukan keturunan nabi, apa bedanya antum sama abu lahab yang menertawakan nabi karena nabi abtar (tak punya keturunan), ini asbabun nuzul turunnya surat al kautsar, jangan macem macem antum, nabi sudah menegaskan ahli baitnya itu ali, fatimah, al husein wal hasan, berarti antum mengingkari perkataan nabi yg menyatakan bahawa ali dan Fatimah itu ahli baitnya, sedangkan imam mahdi dalam riwayat pun dikatakan ahli baitnya nabi (keturunannya) dari jalur hasan (ada yang mengatakan husein), antum ternyata ga ada bedanya sama abu lahab ya wkkwkkk

  38. Sudahlah kita habib atau bukan yang penting kita tetap islam. Jangan sampai islam terpecah belah karena ini. Kita harus tetap damai. Dan kita jangan terlalu banyak berdebat karena berdebat ujung ujungnya kita tersesat.
    Terima kasih.

  39. Sudahlah kita habib atau bukan yang penting kita tetap islam. Jangan sampai islam terpecah belah karena ini. Kita harus tetap damai. Dan kita jangan terlalu banyak berdebat karena berdebat ujung ujungnya kita tersesat.
    Terima kasih.

  40. Assalamualaikum warahmatUllah

    SubhaanAllah. Orang beriman disuruh menaati Allah dan rasulnya(muhammad saw) .
    Dari pada berargumen semaunya,lebih baik cari tahu &/ belajar pada orang yg berilmu Qur’an & asSunnah .

    Wassalamualaikum warahmatUllah

  41. Assalamualaikum warahmatUllah

    SubhaanAllah. Orang beriman disuruh menaati Allah dan rasulnya(muhammad saw) .
    Dari pada berargumen semaunya,lebih baik cari tahu &/ belajar pada orang yg berilmu Qur’an & asSunnah .

    Wassalamualaikum warahmatUllah

  42. pada debat kusir, kasihan, kalian tidak faham apa itu habaib’ keturunan fatimah adalah ahlul baitku’kata rasulullah, sebaiknya hadirilah majlis atau bertanyalah pd para habaib yg sholel dan alhamdulilllah msh bnyj di ibdonesia.

  43. Setelah ane baca coment nya ternyata ada wahabi nyusup… Wahabi mana suka sama habib, wahabi emang gitu gaes merasa paling benar tapi ketika di ajak dialog menghilang entah kemana…. Wajarin ajaa

  44. DI DALAM AL QURAN TIDAK TERMUAT ATAU DIABADIKAN ISTILAH KETURUNAN MUHAMMAD

    Nama Muhammad adalah nama beliau yang paling utama dan yang paling terkenal. Allah menyebut nama ini di dalam empat tempat di dalam Al Qur’an. Yaitu ada dua ayat yang dikutip dalam ayat-ayat berikut:

    QSS. Ali Imran, 3:144:

    وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ

    “Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul yang sudah didahului oleh beberapa orang Rasul sebelumnya.”

    SQS. Al Ahzab, 33:40:

    مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

    “Bukanlah Muhammad itu bapak bagi seseorang lelaki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi” *)

    Selain dua ayat di atas, 2 ayat lagi yakni QS. 47:2 dan 48:29 serta ada kata Ahmad termuat di dalam QS. 61:6

    Selama ini dikalangan umat Muslim bukan saja di Indonesia bahkan di dunia adalah ‘ada’-nya mereka yang mengaku-ngaku dinasti keturunan. Mereka ini dengan bangganya ada yang mengku sebagai KETURUNAN NABI, KETURUNAN AHLUL BAIT, dan KETURUNAN RASUL.

    Yang penting diketahui oleh umat Muslim baik di Indonesia maupun di dunia bahwa ketiga istilah keturunan di atas tidak ada sama sekali disebut di dalam Al Quran. Sama halnya, tidak ada istilah KETURUNAN PRESIDEN, KETURUNAN GUBERNUR, KETURUNAN BUPATI atau KETURUNAN ULAMA bahkan KETURUNAN PROFESOR.

    Karena, penyebutan istilah ‘keturunan’ di dalam Al Quran langsung disertai nama tokoh baik nabi maupun rasul seperti KETURUNAN ADAM, KETURUNAN IBRAHIM (QS. 19:58). Jika kita merujuk pada QS. 19:58 ini, maka TIDAK DITEMUKAN atau TIDAK DIABADIKAN DALAM AL QURAN sebutan istilah KETURUNAN MUHAMMAD sama halnya tidak ada istilahnya KETURUNAN NUH.

    Lalu, kenapa ada orang atau kelompok masyarakat di dalam tubuh umat Muslim yang dengan yakinnya mereka adalah berasal dari KETURUNAN MUHAMMAD langsung? Benarkah pernyataan semacam ini dengan tegas menyatakan bahwa garis keturunannya sekarang ini lebih umum dikatakan sebagai keturunan langsung melalui Siti Fatimah, putri dari Nabi Muhammad.

    Kalau istilah KETURUNAN MUHAMMAD saja sudah tidak diabadikan ya konon lagi istilah KETURUNAN FATIMAH seperti adanya istilah KETURUNAN MARYAM (QS. 19:34) sehingga nama anaknya diabadikan sebagai ISA IBNU MARYAM. Apakah ada istilah HASAN IBNU FATIMAH atau HUSEIN BIN FATIMAH di dalam Al Quran? Pastilah tidak ada.

    Dengan uraian sederhana di atas dapatlah disimpulkan bahwa MEMANG ALLAH SWT TELAH MEMUTUS DINASTI KETURUNAN MUHAMMAD sebagaimana tidak diabadikannya istilah KETURUNAN NUH (QS. 19:58). Bedanya, kalau keturunan Nuh diputuskan Allah SWT karena anak-anak beliau ingkar dengan Allah SWT dan bapaknya sendiri, Nuh (QS. 11:42-46). Tetapi istilah KETURUNAN MUHAMMAD memang diputuskan Allah SWT karena anak lelaki beliau diwafatkan Allah SWT ketika mereka masih kecil-kecil.

    Oleh karena itu, sejak sekarang berhentilah mereka yang masih ngaku-ngaku keturunan nabi, keturunan ahlul bait atau keturunan rasul bahkan ngaku KETURUNAN MUHAMMAD (QS. 19:58). Begitu pula umat Muslim baik di Indonesia maupun di dunia berhentilah ‘menganggap’ masih adanya KETURUNAN MUHAMMAD (QS. 19:58).

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    https://www.idntimes.com/news/indonesia/linda/mengapa-seorang-habib-begitu-dicintai/full

    https://www.idntimes.com/news/indonesia/linda/festival-hadhrami-ada-inflasi-gelar-habib-1/full?fbclid=IwAR1cWDCfY1__hldBWPd-HIgkv3NWBOElQIMlcx81qt8c1UBTkMs62OootKg

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*