Mozaik Peradaban Islam

Perjalanan Rosie Gabrielle Memeluk Islam (11): Pakistan (2): Suku Pashtun (1)

in Mualaf

Last updated on July 13th, 2020 01:49 pm

Rosie pergi ke Lembah Swat, sebuah lembah bersalju yang disebut Swiss-nya Pakistan. Di tempat inilah Rosie bertemu dengan orang-orang Pashtun, yang wajah mereka mirip dengannya.

Rosie bersama gadis kecil Pashtun. Foto: Rosie Gabrielle/Facebook

Setibanya di Pakistan, Rosie sempat merayakan Hari Raya Natal bersama komunitas motor Harley Davidson di Lahore, yang mana dia juga sempat mengendarai motor Harley pinjaman.

Tentang perayaan Natal di Pakistan, Rosie berkata, “Muslim dan Kristen sama-sama mendukung dan menghormati kepercayaan orang lain dan tidak ada pelabelan di antara orang-orang ini. Saya menemukan hal (yang seperti) ini juga, ketika tinggal di negara Muslim (Oman) selama bertahun-tahun. Semua orang sangat ramah dan selalu ingin mengucapkan selamat Natal pada masa liburan.”[1]

Rosie kemudian menghabiskan malam tahun baru 2018 menuju 2019 di Lembah Swat. Lembah ini adalah salah satu tempat wisata utama di Pakistan. Ia juga dikenal sebagai Swissnya Pakistan karena kontur alamnya menyerupai Swiss.

Lembah Swat merupakan salah satu tempat sejarah peradaban tertua di dunia. Konon, Buddha pernah datang ke Swat dalam proses reinkarnasi terakhirnya dan dia menyebarkan ajaran perdamaian dan harmoni di sana.

Oleh karena itu ia juga diberi nama sebagai “tempat lahirnya Buddhisme”. Sejarah menyatakan bahwa Swat pernah menjadi tempat lahir agama Buddha di mana sebanyak 1.400 biara telah bertahan dan berkembang dan mereka juga membuat Sekolah Patung Gandhara.

Selain itu, Alexender dari Makedonia pernah berperang dalam banyak pertempuran besar di negeri ini sebelum dia menyeberangi delta Sungai Indus. Lembah Swat juga dinamai sebagai “lembah kursi gantung.”[2]

Lembah Swat di Pakistan. Foto: Ibex Mag

Di lembah inilah Rosie bertemu dengan orang-orang suku Pashtun. Orang-orang suku Pashtun jumlahnya di dunia sekitar 13 hingga 15 juta jiwa. Pada umumnya mereka menempati Afghanistan Tenggara dan Pakistan Barat Laut. Suku Pashtun juga dikenal dengan sebutan Pushtun atau Pakhtun.

Sebelum istilah Afghan maknanya berubah menjadi orang-orang yang berasal dari negara Afghanistan, orang-orang Pashtun lah yang dulunya disebut sebagai orang Afghan. Pashtun adalah penduduk mayoritas di Afghanistan dan etnis minoritas terbesar di Pakistan.

Jika dipecah lagi, Pashtun sendiri sebenarnya dapat dibagi lagi ke dalam lebih dari 50 suku, masing-masing dibagi menjadi sub suku, klan, dan sub klan. Para pemimpin suku, yang dikenal sebagai khan, memiliki kekuasaan yang terbatas. Hal-hal penting biasanya diselesaikan oleh kepala sub suku dan kepala klan, atau oleh dewan suku.

Sementara beberapa klan menganut mazhab Syiah, mayoritas Pashtun adalah Sunni. Secara tradisional, mereka memiliki prinsip kehidupan sosial yang disebut dengan Pashtunwali (Jalan Pashtun) yang mengatur perilaku para pria Pashtun. Prinsip-prinsip kunci dari Pashtunwali adalah kehormatan, keberanian, dan keramahtamahan.

Dendam atau perselisihan antar keluarga atau seluruh klan adalah hal yang umum di kalangan orang-orang Pashtun. Kecuali jika pembalasan dendam dilakukan oleh sekelompok pemimpin, keturunan orang-orang yang memulai perselisihan itu dapat mewarisinya.

Bahasa Pashtun, Pashto, berasal dari bahasa Iran, yang merupakan percabangan dari bahasa Indo-Iran. Bahasa ini memiliki dua dialek utama, Kandahari Pashto dan Peshwari Pashto, yang masing-masing  diidentifikasi dari tempat awal mula kemunculannya, yaitu kota Kandahar dan Peshawar.

Pashto ditulis dalam aksara Arab, dengan beberapa modifikasi untuk memasukkan suku kata tertentu yang tidak ditemukan dalam bahasa Arab.

Cara hidup utama masyarakat Pashtun adalah bertani, khususnya budidaya tanaman gandum, dan pemeliharaan hewan ternak. Sebagian kecil orang Pashtun hidup sebagai penggembala nomaden, yang secara musiman bermigrasi dengan kawanan ternak mereka untuk mencari padang rumput.

Orang-orang Pashtun pada umumnya menerapkan aturan yang sangat ketat bagi wanitanya untuk mengenakan purdah, yaitu hijab yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata dan tangan, yang mereka yakini sebagai ajaran Islam yang benar. Dan para wanitanya, biasanya pergerakkannya dibatasi hanya untuk diam di rumah.

Orang Pashtun percaya bahwa mereka adalah keturunan dari leluhur bersama mereka yang bernama Afghana. Afghana pada zaman kuno diyakini hidup di tempat yang sekarang bernama Afghanistan. Tradisi Pashtun menyatakan bahwa Afghana adalah cucu dari Saul, raja pertama Israel kuno.

Antara abad 13 hingga 16, beberapa suku Pashtun bermigrasi dari Afghanistan ke Pakistan, di mana mereka mendirikan kerajaan. Di Pakistan, kematian seorang raja sering kali memicu pertikaian di antara para pendukung berbagai ahli waris.[3] (PH)

Bersambung ke:

Sebelumnya:

Catatan Kaki:


[1] Facebook Page Rosie Gabrielle, “MERRY CHRISTMAS from PAKISTAN !”, dari laman https://www.facebook.com/RosieGabrielle/videos/515494365520885, diakses 11 Juli 2020.

[2] “Swat Valley”, dari laman https://historypak.com/swat-valley/, diakses 11 Juli 2020.

[3] “Pashtuns.” Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*