Peta Klasik Karya Ilmuwan Muslim (2)

in Studi Islam

 

Demikian kaya  dan komprehensifnya infomasi yang diperam oleh karya-karya ilmuwan Muslim ini, hingga membuatnya begitu eksotik dan berharga untuk diteliti para ilmuwan kontemporer “.

—Ο—

 

Begitu banyak peta klasik yang dibuat oleh kaum Muslimin. Namun tidak banyak yang kondisinya masih utuh hingga sekarang. Beberapa diantaranya merupakan terobosan besar pada zamannya. Beberapa lagi sisanya masih dipelajari oleh para ahli karena mengandung khasanah intektual yang sangat berharga. Dan salah satu kekhasan Peta buatan ilmuwan Muslim masa lalu, yaitu adanya penjelasan yang komprehensif tentang wilayah, penduduk, sumber daya alam, tinggi rendah satu wilayah, suhu, dan kebudayaan regional. Informasi-infomasi yang diperam oleh karya ini yang membuatnya begitu eksotik dan berharga untuk diteliti. Berikut beberapa diantaranya:

 

Peta Karya Mahmud Al Kashgar  dari Abad 11 Masehi

Mahmud adalah seorang ahli bahasa. Ia yang mengajarkan orang-orang Arab Bahasa Turki untuk membuktikan bahwa memahami Bahasa Turki sama pentingnya dengan Bahasa Arab. Karyanya yang terkenal adalah kitab berjudul Divânu Lügati’t-Türk, yang diselesaikannya pada tahun 1074 M.

Peta karya Mahmud Al Kashgar dari abad 11 Masehi. Sumber gambar: 1001inventions.com

 

Peta yang dibuatnya sebenarnya lebih mirip seperti denah wilayah tempat dimana orang-orang Turki bermukim.[1] Tidak ada teknik perhitungan yang cermat terkait dengan letak, koordinat dan garis lintang. Mahmud menyatakan bahwa wilayah semua suku Turki dari Eropa ke China termasuk dalam rincian penuh dalam peta melingkar, yang seperti ditunjukkannya, ditarik untuk menunjukkan wilayah yang didiami orang Turki.[2]

Sayangnya, bagian barat, utara dan selatan Asia dibiarkan tidak terurai. Namun terlepas dari kenyataan bahwa peta itu penuh dengan kesalahan, data tentang wilayah timur sebenarnya cukup tepat. Mahmud menunjukkan Tembok Besar China di petanya dan menyebutkan bahwa tembok dan gunung tinggi tersebut bertindak sebagai rintangan alami yang mencegahnya belajar bahasa China. Dia juga menyatakan bahwa Jepang memiliki nasib yang sama, menjadi sebuah pulau di bagian timur Asia.[3]

Menariknya, justru disini kelebihan peta buatan Mahmud Al Kashgar. Sejauh ini, banyak orang menyebut bahwa peta Jepang untuk pertama kalinya baru dibuat, dan masuk dalam peta dunia sekitar abad ke 14 atau ke 15 masehi. Namun peta Mahmud telah menjungkirbalikkan pendapat tersebut. Atau dengan kata lain, meskipun banyak koreksi dan kesalahan di beberapa bagiaannya,untuk pertama kalinya Jepang muncul dalam peta dunia dalam karya Mahmud Al Kashgar.[4]

Beberapa periset berpendapat bahwa Mahmud al-Kashgar meninggal pada tahun 1102 pada usia 97 tahun di Upal, sebuah kota kecil di sebelah barat daya Kashgar, dan dimakamkan di sana.[5]

 

Book of Curiosities, Sebuah Peta dari Abad 11 Masehi

Pada bulan Juni 2002, Perpustakaan Bodleian di Universitas Oxford memperoleh sebuah ilustrasi yang diilustrasikan dari sebuah risalah kosmografi bahasa Arab yang sampai sekarang tidak diketahui, yaitu Kitāb Gharā’ib al-funūn wa-mulaḥ al-‘uyūn, yang kemudian dipopulerkan dengan judul Book of Curiosities. Naskah itu adalah salinan, mungkin dibuat di Mesir pada akhir abad ke-12 M atau awal abad ke-13 M, dari sebuah karya anonim yang disusun pada paruh pertama abad ke-11 M di Mesir. Risalah ini sangat penting bagi sejarah sains, terutama untuk astronomi dan kartografi, dan berisi rangkaian diagram dan langit bumi yang tak tertandingi.[6]

Diagram alam semesta yang terdapat pada Bab I Book of Curiosities. Sumber gambar: muslimheritage.com
Beberapa symbol yang digunakan dalam peta Abad Pertengahan. Sumber gambar: Emilie Savage-Smith and Yossef Rapoport (eds.), The Book of Curiosities: A critical edition. World-Wide-Web publication. (www.bodley.ox.ac.uk/bookofcuriosities) (March 2007)

Di dalam naskah ini, terdpat juga peta dunia yang berbentuk persegi empat, peta pulau-pulau di Mediterania, dan peta lima sungai besar – termasuk sungai Nil. Peta segi empat ini adalah satu-satunya dari jenisnya yang masih bertahan sejak sebelum Renaisans. Peta ini, khususnya yang menunjukkan bagian wilayah Mediterania telah memberikan banyak penjelasan detail tentang kehidupan, budaya dan sistem perdagangan antara penduduk Kristen dan Muslim di sekitar Cekungan Mediterania di abad ke-11 M, atau sebelum Perang Salib. Sama halnya dengn lima peta sungai (Sungai Nil, Efrat, Tigris, ndus dan Oxus) yang termasuk dalam bagian naskah ini, merupakan warisan langka yang masih bertahan dari peta sejenis. Hal ini mengingat, masih sangat sedikit informasi yang diketahui tentang sungai-sungai tersebut berabad-abad setelahnya.[7]

 

Peta Samudera Hindia yang terdapat pada Bab VII Book of Curiosities, dengan judul”On the cities and forts along the shore [of the Indian Ocean]” (Di kota dan benteng di sepanjang pantai Samudera Hindia). Sumber gambar: (www.bodley.ox.ac.uk/bookofcuriosities)
Peta Laut Mediterania: Bab 10 Book of Curiosities, dengan judul “Map of the Mediterranean Sea: Book 2, Chapter 10: “On the Western Sea, that is the Syrian Sea, its harbours, islands and anchorages” (“Di Laut Barat, itulah Laut Syria, pelabuhan, kepulauan dan jangkarnya”). Sumber gambar: (www.bodley.ox.ac.uk/bookofcuriosities)

 

Saat ini, salinan yang dimiliki oleh perpustakaan Bodleian adalah satu-satunya salinan yang hampir lengkap dan yang telah dipelajari dan diliput secara ekstensif dalam edisi elektronik. Untuk mengikuti perkembangan dari penelitian tersebut, khalayak dapat mengikutinya melalui link: www.bodley.ox.ac.uk/bookofcuriosities

 

Peta Al-Idrisi dari Abad 12 Masehi

  

Peta hasil karya Al Idrisi dalam versi bulat. Sumber gambar: 1001inventions.com

 

Inilah salah satu peta paling terkenal dari Peradaban Muslim. Peta ini digambar oleh Muhammad al-Idrisi yang lahir di Ceuta (Maroko) pada tahun 1099-1100 M, dan meninggal pada tahun 1166 M. Peta tersebut berorientasi dengan Selatan di atas dan utara di bawah, seperti umumnya peta yang dibuat oleh ilmuwan Muslim pada masa itu.[8]

Peta Al Idrisi yang sudah di Ilustrsikan. Posisi Makkah berada tepat di tengah. Sumber; Pinters.com

Al-Idrisi belajar di Cordoba, dan meskipun dia meninggal di tempat kelahirannya, dia menghabiskan masa kerjanya di istana Roger II di Palermo. Pada usia 16, ia melakukan perjalanan melalui Asia Kecil, Maroko, Spanyol dan Prancis Selatan dan bahkan mengunjungi Inggris. Gambarannya tentang sebagian besar Eropa Barat begitu hidup dan, secara keseluruhan, cukup akurat. Hal yang sama berlaku untuk penjelasannya tentang kawasan Balkan. Sementara untuk kawasan lainnya, informasi dan datanya ia dapatkan melalui survey dan wawancara dengan banyak pelancong di Sicilia.

Peta hasil karya Al Idrisi dengan orientasi terbalik. Sumber gambar: 1001inventions.com

Al-Idrisi adalah ahli geografi yang otentik. Dia menggunakan cara yang kreatif untuk sistem proyeksi silindris permukaan bumi, yang akan diklaim beberapa abad kemudian, pada tahun 1569, oleh Flemish Gerard Mercator. Keutamaan Al-Idrisi lainnya, menurut Udovitch, adalah informasi ekstensif yang dia berikan tentang Eropa Barat kontemporer. Hitti juga mencatat bahwa peta Al-Idrisi menempatkan sumber-sumber Nil – yang diduga ditemukan di bagian akhir abad ke-19 di dataran tinggi khatulistiwa di Afrika.[9]

Selesai..

 

Sebelumnya:

Beberapa Peta Klasik Karya Ilmuwan Muslim (1)

Catatan kaki:

[1] Lihat, https://en.wikipedia.org/wiki/Mahmud_al-Kashgari, diakses 27 Desember 2017

[2] Lihat, http://muslimheritage.com/article/oldest-map-japan-drawn-mahmud-kashgar, diakses 27 Desember 2017

[3] Ibid

[4] Ibid

[5] Lihat, https://en.wikipedia.org/wiki/Mahmud_al-Kashgari, Op Cit

[6] Lihat, Emilie Savage-Smith and Yossef Rapoport (eds.), The Book of Curiosities: A critical edition. World-Wide-Web publication. (www.bodley.ox.ac.uk/bookofcuriosities) (March 2007). Diakses 27 Desember 2017

[7] Lihat, http://cosmos.bodley.ox.ac.uk/cosmos-teaching/Teacher_s-Pack-Inside-pages.pdf, diakses 27 Desember 2017

[8] Tentang kisah lengkap Al Idrisi dan karyanya, silahkan mengakses ke artikel ganaislamika.com: https://ganaislamika.com/al-idrisi-dan-the-book-of-roger-1-mega-proyek-yang-mengubah-sejarah-dunia/

[9] Lihat, http://www.1001inventions.com/maps, diakses 27 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*