Mozaik Peradaban Islam

Perjalanan Rosie Gabrielle Memeluk Islam (17): Pakistan (8): Keluarga Miskin Balochistan

in Mualaf

Last updated on July 23rd, 2020 12:52 pm

Namanya Persana, tinggal di gubuk kecilnya dia membuat pakaian tradisional baloch untuk membiayai keluarganya. Meski susah, mereka memberikan segala yang mereka punya untuk Rosie.

Agak sulit untuk mengikuti urutan perjalanan Rosie di Pakistan, sebab unggahan foto atau video perjalanannya di media sosial dikirim secara acak. Tapi apabila melihat peta Pakistan, kemungkinan dari area sekitar Multan Rosie pergi ke Karachi, Balochistan, dan Gwadar. Bagaimanapun ini hanya mengira-ngira, sebab Rosie sendiri tidak menjelaskan urutan perjalanannya sebagaimana ketika di Oman.

Namun satu yang dapat dicermati dari watak wanita ini, hampir di setiap daerah yang dia lalui, dia selalu menyempatkan untuk berinteraksi dengan orang-orang miskin atau masyarakat kelas bawah dan membantu mereka sebisanya, baik secara moril maupun materil.

Rosie bertemu mulai dari pengemis, pengrajin kapal, pedagang kecil, hingga pengrajin pakaian tradisional dan tanpa sungkan berinteraksi dengan mereka. Bahkan kepada anak pengemis yang bajunya compang-camping, berambut gimbal, dan seluruh tubuhnya kotor oleh debu, dia tidak ragu untuk memeluknya.

Rosie bersama keluarga pengemis di Pakistan. Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

“Membuat mereka terkejut, saya menggenggam tangan kecil mereka dengan salam dan senyum, bertanya, ‘Apa kabar?’ dan dengan niat terdalam di hati dan jiwa saya, saya terhubung dengan mata harapan mereka.

“Senyuman hadir. Ketika hati mereka gembira. Terhubung dengan mereka dalam kesetaraan. Menunjukkan cinta dan hormat kepada mereka. Sesuatu yang mungkin tidak pernah mereka dapatkan seumur hidup,” kata Rosie.

Menurut Rosie, orang-orang miskin semacam ini begitu banyak di Pakistan, menggelandang di jalanan sambil meminta-minta.[1]

Namun di antara semua ini, tampaknya yang begitu menyentuh Rosie adalah ketika dia melintasi sebuah daerah berpasir, berbatu, kering, dan dikelilingi tebing-tebing tinggi di daerah Balochistan. Saat itu dia dihampiri anak-anak yang riang dan menyapanya.

Di belakang anak-anak itu, datang seorang wanita, berkulit putih seputih kulit Rosie, hidungnya mancung, beralis tebal, beranting-anting, rambutnya hitam kecoklatan dan lebat, memakai kerudung, berpakaian baju tradisional baloch, tidak terlalu tinggi, dan ketimbang seperti orang Asia, garis wajahnya lebih mirip dengan orang Eropa.

Wanita itu namanya Persana, dan untungnya dia bisa berbahasa Urdu dan Rosie sedikit mengerti, tidak seperti kebanyakan orang di daerah itu yang hanya bisa bicara dalam bahasa Balochi. Persana dengan gigih mengundang Rosie ke rumahnya, yang semi permanen, untuk minum chai dan makan bersama.[2]

Rosie bersama Persana dan putrinya. Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

Persana tinggal di rumah itu dengan kedua putrinya. Dinding rumah itu tidak dicat dan diplester. Beberapa bagian atapnya berlubang sehingga kita dapat langsung melihat langit dari bawahnya. Sebagian dindingnya terbuat dari plastik dan anyaman kayu. Listrik bahkan belum masuk ke daerah itu.

Persana bersama kedua putrinya di depan rumah mereka. Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

Di bagian dalamnya, hanya ada satu ruangan utama, di sana tidak ada kursi satupun, hanya beralas tikar. Ruangan ini berfungsi untuk berkumpul, memasak, sekaligus tempat mereka tidur. Di sudut ruangan ada sebuah ruangan kecil terpisah, yaitu kamar mandi.

Persana adalah seorang tukang sulam dan pengrajin pakaian tradisional baloch, dari hasil matapencaharian itulah dia membiayai keluarga kecilnya.

Persana adalah pengrajin pakaian tradisional baloch. Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

Pada pertemuan pertama ini Rosie tidak berlama-lama karena dia ingin pergi ke Gwadar terlebih dahulu, namun dia berjanji akan kembali. Dua minggu kemudian Rosie kembali ke keluarga dan segera disambut oleh mereka dengan tawa dan keceriaan.

Sesuai janjinya, kali ini dia bermalam di sana. Menggunakan bantuan aplikasi penerjemah di gawainya, Rosie berkomunikasi dengan mereka. Persana sengaja memasak untuk Rosie, dia bilang, “Ka na khao (makan lagi, makan lagi).” Rosie lalu diberi pakaian tradisional baloch dan langsung mengenakannya, dan dia tidur bersama mereka malam itu.[3]

Rosie mengenakan baloch pemberian Persana. Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

“Mereka adalah orang-orang yang paling anggun. Masyarakat Muslim! Berapa banyak dari kalian yang mau mengundang seorang Muslim yang tidak kalian tahu dan mengajaknya ke rumahmu? Tanpa pelabelan dan memberi segalanya yang kalian punya, bahkan ketika kalian tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan,” kata Rosie dalam videonya sambil berkaca-kaca.[4]

“Meskipun dia tidak punya apa-apa, dia memberiku segalanya, termasuk kepercayaan dan hatinya. Hubungan yang saya miliki dengan Persana adalah persaudaraan ilahiah.”[5]

Malam telah berlalu dan Rosie hendak pergi kembali melanjutkan perjalanannya. Tanpa diminta, Rosie memberikan sedikit uangnya dan berjanji hendak membantu mereka. Persana pecah dalam tangisan dan memeluk Rosie seraya berkata, “Saya mencintaimu, kamu lebih dari sekadar saudara bagiku. Kamu malaikatku.”

Selepas dari sana, pada kesempatan lain Rosie melakukan penggalangan dana untuk keluarga Persana. Dari hasil penggalangan itu, Rosie membelikan mereka solar panel (pembangkit listrik tenaga surya) dan kipas angin, dan mengirimkannya kepada mereka menjelang Idul Fitri 2019, sebagai hadiah hari raya.[6]

Video Rosie di rumah Persana dapat dilihat di bawah ini:

  • (PH)

Bersambung ke:

Sebelumnya:

Catatan Kaki:


[1] Instagram Rosie Gabrielle, “We are all HUMAN”, dari laman https://www.instagram.com/p/BvYu8eZFJoH/, diakses 20 Juli 2020.

[2] Instagram Rosie Gabrielle, “There’s nothing random in life”, dari laman https://www.instagram.com/p/ByOQIdZgBJU/, diakses 20 Juli 2020.

[3] YouTube Rosie Gabrielle, “living with a local Pakistan Baloch family / Solo female biker’s experience”, dari laman https://www.youtube.com/watch?v=9Pt4GvdtcpY&t=3s, diakses 20 Juli 2020.

[4] YouTube Rosie Gabrielle, “PAKISTAN – How it Changed my LIFE : Canadian solo bikers experience”, dari laman https://www.youtube.com/watch?v=Dv75wGwQ2t4, diakses 20 Juli 2020.

[5] Instagram Rosie Gabrielle, “Giving Back”, dari laman https://www.instagram.com/p/B9n1Ylzg-Fl/, diakses 20 Juli 2020.

[6] Instagram Rosie Gabrielle, “There’s nothing random in life”, Loc.Cit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*