Mozaik Peradaban Islam

Ibnu Jubair (1): Rihlah Muslim Spanyol

in Tokoh

Last updated on December 27th, 2019 02:08 pm

Ibnu Jubair dilahirkan di Granada, Spanyol, pada 1145. Pada 1183 dia melakukan perjalanan ke Makkah. Buku perjalanannya kemudian menjadi model bagi perkembangan sastra populer Arab pada Abad Pertengahan.

Foto ilustrasi: Muslim Heritage

Sebelum masuk ke kisah Ibnu Jubair, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu tentang sumber referensi utama yang digunakan dalam seri artikel kali ini. Referensi utama seri artikel ini berasal dari sebuah buku yang berjudul One Thousand Roads to Mecca (Seribu Jalan Menuju Makkah) karya Michael Wolfe.[1]

Michael Wolfe adalah seorang mualaf asal Amerika Serikat, di dalam bukunya dia berusaha mengumpulkan catatan perjalanan orang-orang dari seluruh dunia yang melakukan perjalanan ke Makkah.[2] Berdasarkan penelitiannya, catatan perjalanan haji yang pertama kali ditemukan adalah pada masa abad pertengahan, yang olehnya disebut masa klasik.

Ada tiga catatan perjalanan haji yang dilakukan pada masa klasik tersebut, yaitu (1) Naser-e Khosraw, dari Persia, tahun 1050; (2) Ibnu Jubair, dari Spanyol, tahun 1183–1184; dan (3) Ibnu Battuta, dari Maroko, tahun 1326.

(Gana Islamika sebelumnya sudah pernah menyajikan artikel tentang perjalanan Naser-e Khosraw. Artikelnya dapat disimak di sini: Naser-e Khosraw (1): Catatan Perjalanan Haji Tertua.)

Reza Aslan, penulis buku No God but God: The Origins, Evolution, and Future of Islam, dalam pengantar pada buku karya Michael Wolfe tersebut, mengatakan, “Kisah-kisah para peziarah ini, yang diabadikan dalam koleksi yang sangat berharga ini, adalah harta karun kenangan dan pengalaman tentang tanah, umat, dan keyakinan dalam sebuah keadaan evolusi yang konstan.

“Beberapa dari catatan ini ditulis oleh ‘orang dalam,’ yang lainnya oleh ‘penyusup’. Setidaknya setengah dari mereka adalah para pelancong dari Barat.

“Keragaman antologi (catatan perjalanan) ini adalah pengingat bahwa, sementara Makkah mungkin kota Arab, (namun) haji adalah fenomena global, yang telah merekam imajinasi orang-orang dari seluruh dunia dan di setiap zaman, dari masa kuno hingga abad pertengahan, dan dari abad pertengahan hingga modern.

“Itulah yang menjadikan buku ini lebih dari sekadar kumpulan kisah ziarah. Ini adalah gambaran sekilas ke dalam evolusi terus menerus agama dan pada tempatnya di dunia yang terus berubah — agama dengan banyak wajah tetapi hanya satu hati.”

Michael Wolfe menyajikan 25 catatan perjalanan haji yang luar biasa, dari masa klasik hingga modern, mulai dari Timur Tengah, Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika Serikat. Uniknya, catatan perjalanan tersebut tidak semuanya dilakukan oleh Muslim, yang oleh Reza Aslan disebut sebagai “penyusup”, yaitu orang-orang non-Muslim yang memasuki kota suci Makkah.

Pada seri artikel kali ini, penulis akan menyajikan catatan perjalanan yang ditulis oleh Ibnu Jubair, orang Spanyol, yang melakukan perjalanannya pada tahun 1183-1184. Seri artikel ini secara keseluruhan akan dibagi ke dalam dua bagian, yaitu pengantar dari Michael Wolfe sendiri yang isinya di antaranya menggambarkan ringkasan perjalanan dari Ibnu Jubair, dan juga komentar-komentar dari Michael Wolfe sendiri tentang situasi yang dihadapi oleh Ibnu Jubair pada masa itu.

Selebihnya, penulis akan menyajikan kutipan tulisan yang memang ditulis oleh pelaku perjalanannya sendiri, yakni Ibnu Jubair. Adapun informasi tambahan tentang latar belakang situasi pada masa tersebut, misalnya latar belakang politik, lokasi, dan sebagainya, akan dicantumkan pada catatan kaki seperlunya.

Berikut ini adalah penuturan dari Michael Wolfe:

Berbulan-bulan perjalanan, ribuan mil, puluhan bahasa dan budaya daerah, yang terbentang antara masa Naser-e Khosraw (1050) dari Khurasan (sekarang di Iran) dan Ibnu Jubair (1183-1184) dari Granada (sekarang di Spanyol) mestinya membuat para pembaca kehilangan momen.

Pada saat karya Ibnu Jubair dibuat, Islam telah menyebar luas secara bertahap ke ibukota-ibukota dan rute-rute perdagangan mulai dari India ke Maroko, termasuk dari Iberia hingga ke Pyrennes (daerah pegunungan di barat daya Eropa).

Abu al-Husain bin Jubair dilahirkan di Granada, Spanyol, pada tahun 1145. Pada paruh kedua abad ke-12, dia memperoleh jabatan sebagai sekretaris pertama pemerintahan Muslim di sana.[3] Seperti halnya Naser-e Khosraw, Ibnu Jubair adalah seorang pejabat istana, cendekiawan, dan penyair, namun karyanya berbeda dengan karya Khosraw yang jika ditelusuri nampak melewatkan detail-detail.

Selain menyajikan catatan perjalanan yang detail pada masa terjadinya Perang Salib, Ibnu Jubair juga berhasil menjadikan rihlah (catatan perjalanan) miliknya menjadi sebuah model bagi perkembangan sastra populer pada Abad Pertengahan di dunia Arab.

Buku karyanya tersebut kemudian dianggap sebagai buku perjalanan Muslim pada abad pertengahan yang paling elegan. Pada tahun 1189, ketika buku tersebut pertama kali terbit, Granada tengah berkembang pesat menjadi ibukota wilayah Islam yang pertama di Eropa, sebuah kota yang dihuni oleh para Muslim Spanyol. (PH)

Bersambung ke:

Catatan Kaki:


[1] Biografi singkat Michael Wolfe dapat diakses pada tautan berikut ini, https://www.goodreads.com/author/show/6464127.Michael_Wolfe.

[2] Informasi tentang buku ini dapat diakses pada tautan berikut ini: https://www.goodreads.com/book/show/362417.One_Thousand_Roads_to_Mecca.

[3] Pemerintahan yang dimaksud adalah Kekhalifahan al-Muwahhidun, atau di dunia barat lebih dikenal dengan sebutan Almohad, lihat Encyclopaedia Britannica, “Ibn Jubayr: Spanish Muslim Author”, dari laman https://www.britannica.com/biography/Ibn-Jubayr, diakses 24 Desember 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*