Mozaik Peradaban Islam

Pakistan (7): Dikuasai Kekhalifahan Umayyah

in Negara Islam

“Dalam babakan sejarah Pakistan klasik, wilayah ini pernah dikuasai Kekhalifahan Umayyah setelah panglima perang Muhammad bin Qasim yang masih berusia 17 tahun berhasil mengalahkan Maharaja Dahar. Dengan demikian, bukan hanya menjadi bagian wilayah Kekhalifahan Umayyah, melainkan juga wilayah cikal-bakal Pakistan modern ini mulai intens berinteraksi dengan orang-orang Arab Islam dan dipengaruhi ajaran Islam dan corak budaya Arab.”

–O–

Selain pernah didominasi pengaruh dan menganut Hindu, mayoritas penduduk Pakistan tempo dulu pun pernah dipengaruhi dan menganut Zoroastrianisme. Selanjutnya, pada abad ke-8 M, penduduk di daerah sungai Indus ini mulai banyak yang berpindah keyakinan sebagai penganut Islam. Bukan hanya akibat interaksi perdagangan dan perkawinan, melainkan penetrasi pengaruh Islam yang signifikan terjadi setelah wilayah Pakistan dikuasai Kekhalifahan Umayyah.

Dengan kata lain, alih-alih akibat interaksi kebudayaan, menguatnya pengaruh Islam di Pakistan klasik justru lebih disebabkan oleh faktor politik. Penguasaan Pakistan oleh Kekhalifahan Umayyahlah yang membuat Islam diafirmasi oleh penduduk Pakistan saat itu. Lantaran kuatnya pengaruh Kekhalifahan Umayyah, maka dalam catatan sejarah Pakistan, masa dikuasai Kekhalifahan Umayyah termasuk ke dalam salah satu babak penting dalam sejarahnya.

 

Kekhalifahan Umayyah

Sebenarnya relatif sama dengan sekarang, karakter kebudayaan Pakistan kuno pun berbeda dengan karakter India kuno. Namun, pada abad ke-3 SM, Kerajaan Maurya menaklukkan Pakistan kuno dan menjadikannya bagian dari India. Akhirnya, penduduk di daerah sungai Indus (Pakistan) menerima pengaruh Hindu – agama resmi Kerajaan Maurya – yang sangat kuat sekitar 320-540 M. Kondisi ini berubah lagi ketika Pakistan ditaklukkan oleh Kekhalifahan Umayyah sekitar abad ke-8 M. Bukan hanya melemahkan pengaruh Hindu, melainkan juga kekhalifahan ini menyuntikkan pengaruh budaya Arab dan agama Islam ke Pakistan.[1]

Sejarah pengaruh Arab Islam di Pakistan terutama diawali pada 711 M. Atas saran dari Hajjaj bin Yusuf (amir atau Gubernur Irak) yang disetujui oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik (penguasa Kekhalifahan Umayyah), panglima perang Muhammad bin Qasim[2] yang masih berusia 17 tahun menyerbu dan menundukkan penduduk di wilayah Sind (Pakistan). Maka selama tiga tahun pemerintahan bani Umayyah periode khalifah Al-Walid, daerah Sind tepatnya daerah sungai Indus bawah, diduduki penguasa Arab Islam tersebut.

Ilustrasi Muhammad bin Qasim ketika menaklukan Pakistan. Photo: Wikimedia

Langkah penguasaan militer itu dilakukan setelah daerah Kabil, dikuasai. Sejak 664 M, Kekhalifahan Umayyah melancarkan serangan militer ke wilayah Pakistan, tepatnya ke Punjab selatan, sehingga wilayah di Asia Selatan ini berhasil dikuasai. Pada 732 M – seabad sesudah Nabi Muhammad SAW wafat, wilayah yang dikuasai Kekhalifahan Umayyah terbilang lebih luas dibanding Kekaisaran Romawi di masa kejayaannya.

Pada 661 M di awal Kekhalifahan Umayyah, Khulafaur Rasyidin sudah menguasai wilayah Suriah, Armenia, Mesir, dan sebagian besar wilayah Kekaisaran Sassania Persia. Di bawah kekhalifahan bani Umayyah, kekuasaan kekhalifahan meluas ke arah timur dan timur laut menuju India dan Cina serta meluas ke arah barat dan barat daya melintasi Afrika Utara menuju Semenanjung Iberia.[3]

Sekitar 750 M, manakala Kekhalifahan bani Umayyah digulingkan Kekhalifahan bani Abbasiyah, bani Umayyah telah menciptakan wilayah kekuasaan kekhalifahan yang luas. Wilayahnya membentang dari India barat daya – termasuk Pakistan – di timur hingga Pegunungan Pyrenees di barat daya, mencakup sebagian besar wilayah Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika Utara, dan sebuah wilayah di Eropa yang sekarang menjadi negara Portugal dan Spanyol.

 

Pengaruh Budaya

Dengan demikian, dalam kadarnya masing-masing, maka sama seperti penduduk di wilayah kekuasaan Kekhalifahan Umayyah lainnya, Pakistan pun terkena pengaruh Arab Islam. Bukan hanya dikuasai secara politik oleh pemerintahan Umayyah, melainkan ia pun terkena pengaruh budaya Arab dan agama Islam. Bukan hanya menginduk ke Kekhalifahan Umayyah secara politik, tetapi juga terjadi interaksi kebudayaan Arab-Pakistan dan agama Islam mulai banyak dianut penduduk Pakistan.

Selain mulai menganut sistem kepercayaan Islam, penduduk Pakistan klasik pun mulai mengadaptasi budaya Arab yang dinafasi agama Islam. Sebelumnya, sebagian penduduk Pakistan klasik memang sudah berhubungan dengan penduduk Arab, terutama dalam konteks perdagangan. Namun, interaksi ini belum terjadi dalam konteks penyebaran agama Islam. Sebab, agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW belum muncul.

Kemudian sebelum Kekhalifahan Umayyah menguasai Pakistan, sejumlah penduduk Pakistan pun ada yang sudah menganut Islam dan mendirikan masjid di daerah sungai Indus tersebut, namun jumlahnya masih sangat sedikit. Artinya, lonjakan penyebaran Islam yang signifikan terjadi sesudah Kekhalifahan Umayyah mengadakan serangan militer ke daerah tersebut. Berkat pendekatan politik, pengaruh Islam dan pengaruh Arab mulai dominan di sana.

Selain mulai banyaknya pembangunan masjid, banyak pula arsitektur bangunan di Pakistan klasik yang mengadaptasi bahkan mengadopsi arsitektur Arab Islam. Selain mulai menjalankan pola administrasi pemerintahan Kekhalifahan Umayyah, mereka pun mulai banyak yang menggunakan bahasa Arab. Selain mulai menjalankan etika keislaman, mereka pun mulai menerjemahkannya di tataran sosial. Singkat kata, agama Islam dan corak budaya Arab mulai memengaruhi penduduk Pakistan. (MDK)

Bersambung….

Pakistan (8): Dikuasai Kekaisaran Mongol

Sebelumnya:   

Pakistan (6): Dikuasai Kekaisaran Maurya

Catatan Kaki:

[1]     B. Setiawan  dkk. 1990. Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka. Hlm 40.

[2]     Ismail Razi Al-Faruqi & Lois Lamya Al-Faruqi. 2001. Atlas Budaya Islam Menjelajah Peradaban Gemilang. Bandung: Mizan. Hlm 258.

[3]     Lihat “Wilayah Kekuasaan Umayyah Lebih Hebat dari Roma” dalam https://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/17/12/08/p0mk7e396-wilayah-kekuasaan-umayyah-lebih-hebat-dari-roma. Diakses di Cianjur, 19 November 2018.