Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Orientalis - page 2

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (3)

Apa yang ungkapkan oleh Preston senada dengan hasil analisis Said. Menurut Edward W. Said ada dua unsur pokok dalam hubungan Timur dan Barat. Unsur pertama, adalah pengetahuan sistematis yang terus tumbuh di Eropa mengenai dunia Timur, satu pengetahuan yang keberadaannya diperkuat dengan munculnya invasi-invasi kolonial, perhatian yang besar terhadap hal-hal yang asing dan tidak biasa,… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (2)

Menurut Edward W. Said, relasi antara Timur dengan Barat adalah relasi kekuasaan, dominasi, dan hegemoni yang kompleks… Timur mengalami “orientalisasi” atau Timur yang ditimurkan. Timur adalah ciptaan, hasil imajinasi yang muncul dari ketidakjujuran. Struktur orientalisme merupakan struktur kebohongan atau mitos belaka. Said sendiri berkeyakinan bahwa orientalisme secara khusus lebih bermakna sebagai tanda kekuasaan Atlantik-Eropa terhadap… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (1)

Orientalisme merupakan salah satu diskursus dalam kajian post-kolonialisme. Adalah Edward W. Said, seorang pemikir paling kondang dalam kajian diskursif tentang post-kolonialisme yang menawarkan tentang studi kritis terhadap ideologi kolonial dalam bukunya yang berjudul “Orientalisme”.  Terlahir sebagai Kristiani Anglikan di Yerusalem pada 1 November 1935, Said harus mengungsi ke Mesir pasca kekalahan Palestina pada 1947, dan… Teruskan Membaca

Orientalis

Snouck Hurgronye dan Islam Nusantara (3)

Sebuah kalimat Snouck Hurgronye dalam kuliah umumnya yang disampaikan di Universitas Leiden pada tahun 1911, yang berjudul “Nederland en de Islam”, berbunyi sebagai berikut :[1] “satu-satunya penyelesaian daripada masalah ini adalah asosiasi antara para kawula Kerajaan Belanda yang beragama Islam dengan orang-orang Belanda. Kalau asosiasi ini berhasil maka tidak ada lagi apa yang dinamakan “masalah… Teruskan Membaca

Orientalis

Snouck Hurgronye dan Islam Nusantara (2) (Menyusun Strategi Penjinakan)

Di masa perlawanan terhadap penjajahan kolonial pada abad ke 18 dan 19, seruan Jihad fi sabilillah memberi energi yang sangat besar kepada masyarakat di Nusantara. Bahkan di Perang Aceh, seruan Jihad fi sabilillah ini menjadi nama perang itu sendiri, Perang Sabil. Dalam perang ini, pemerintah kolonial Belanda merasakan betul bagaimana sulitnya mematahkan perlawanan rakyat yang… Teruskan Membaca

Orientalis

Snouck Hurgronye dan Islam Nusantara (1); (Memetakan Sejarah)

Dalam sejarah kolonialisme bangsa Belanda, pelawanan Umat Islam di Nusantara merupakan salah satu, atau bahkan satu-satunya perlawanan yang paling merepotkan. Menurut Ruslan Abdulgani, serangkaian perang yang dialami oleh Belanda di Nusantara, seperti Perang Banten yang pecah pada pertengahan abad 18, Perang Cirebon yang berlangsung antara 1802-1806, Perang Padri yang terjadi pada 1821-1838, dan Perang Diponegoro… Teruskan Membaca

Orientalis

Gramatika al-Qur’an

Beberapa waktu lalu, saya mendapat email dari seorang teman bernama AS. Dia meminta saya menjawab apa yang dia sebut sebagai kritik2 kalangan tertentu terhadap al-Qur’an. Dalam email panjangnya itu, Pak AS meminta (tepatnya: menutut) saya untuk menulis jawaban tuntas atas tuduhan sekelompok orang tentang kesalahan-kesalahan gramatikal dalam al-Qur’an. Mulanya saya mencoba merinci jawaban untuk tiap… Teruskan Membaca