Mozaik Peradaban Islam

Pakistan (1): Era Kontemporer

in Negara Islam

 “Lebih dari dua dekade sebelum Iran mengubah negaranya menjadi Republik Islam Iran pada tahun 1979, Pakistan justru telah menetapkan negaranya menjadi negara Republik Islam Pakistan sejak 23 Maret 1956. Negara di kawasan Asia Selatan ini bukan hanya berpenduduk 97% muslim, tetapi juga memiliki semboyan Iman, Ittihad, dan Nazm.”

                                                                                               —O—

 

Gambar ilustrasi Negara Pakistan. Sumber gambar: Sumber gambar: wikipedia.org

 

Sejak 23 Maret 1956, Pakistan – sebuah negara berpenduduk mayoritas Islam dan berada di kawasan Asia Selatan – resmi menjadi negara Republik Islam dengan nama lengkap, Republik Islam Pakistan. Dalam bahasa Urdu, namanya Islami Jumhuriyah-yi Pakistan. Dalam bahasa Inggris, namanya Islamic Republic of Pakistan. Jika dibandingkan dengan Republik Islam Iran yang didirikan tahun 1979, tampak bahwa Republik Islam Pakistan lahir lebih dulu.

Dalam konteks sekarang, jika Indonesia merupakan negara dengan penduduk kaum muslim terbesar di dunia, maka Republik Islam Pakistan merupakan negara dengan penduduk kaum muslim terbesar di dunia setelah Indonesia dan India. Hal itu terjadi akibat adanya sentimen keislaman dalam sejarah pembentukan Republik Islam Pakistan. Sewaktu memisahkan diri dari India, Republik Islam Pakistan menarik orang-orang Islam dari India untuk menjadi warga negara Islam ini.

 

Posisi geografis negara Pakistan dalam Peta Dunia. Sumber gambar: wikipedia.org

 

Jumlah penduduk Pakistan yang beragama Islam sekitar 97%. Sebagian besar mereka menganut Islam mazhab Sunni, sedangkan sisanya menganut Syiah dan Ahmadiyah. Penduduk non muslim di Pakistan yang berjumlah sekitar 3% adalah penganut agama Kristen, Hindu, Buddha, Jainisme, Zoroastrianisme, dan Baha’i.[1] Dengan demikian, dapat dimengerti jika dengan relatif mudah, negara ini dapat didirikan dan dinamakan Republik Islam Pakistan.

Secara etimologis, baik dari bahasa Urdu maupun dari bahasa Persia, istilah Pakistan berarti tanah yang murni. Nama Pakistan mulai dicetuskan dalam bentuk kata Pakstan oleh Choudhary Rahmat Ali, tokoh gerakan Pakistan yang menerbitkan pamflet berjudul Now or Never.[2] Dalam bahasa Persia, Pakstan dibentuk dari dua kata: Pak yang berarti “murni’ dan stan yang berarti “tanah, tempat, atau negeri”.[3] Versi lain menyebutkan bahwa nama Pakistan adalah lakuran dari nama-nama etnis utama di negara itu, yaitu Punjab, Afgan, KashmIr, Sindh, dan BaluchisTAN.

 

Bendera Negara Pakistan. Sumber gambar: wikipedia.org

 

Hijau dan putih bukan hanya dijadikan warna bendera Republik Islam Pakistn yang bergambar bulan sabit dan bintang (lambang Islam) hasil rancangan Ameer-ud-Din Khidwai,[4] tetapi juga dijadikan warna lambang negara ini yang terdiri atas bulan sabit dan bintang, perisai dibagi empat yang berisi gambar tanaman utama Pakistan (kapas, teh, gandum, dan yute), rangkaian Melati Pujangga mengelilingi perisai simbol Kemaharajaan Mughal, dan gulungan kertas di bawahnya bertuliskan semboyan Iman (Iman), Ittihad (Persatuan), dan Nazm (Disiplin) dalam bahasa Urdu.

 

Lambang Negara Pakistan. Sumber gambar: wikipedia.org

 

Motto atau semboyan iman, ittihad, nazm diciptakan oleh Bapak Pendiri Bangsa Pakistan Muhammad Ali Jinnah. Bukan hanya kata, melainkan semboyan Iman, Ittihad, dan Nazm ini dicanangkan oleh Ali Jinnah sebagai nilai dasar dan penyemangat bagi seluruh warga Pakistan dalam mempertahankan dan membangun negara ini. Apabila Iman beorientasi vertikal kepada Allah SWT dan Ittihad berorientasi horizontal kepada sesama warga, maka Nazm berorientasi pada etika sebagai warga.

 

Muhammad Ali Jinnah (1876–1948), Bapak Pendiri Bangsa Pakistan. Sumber gambar: wikipedia.org

 

Tahun 1954, dua tahun sebelum diresmikan menjadi negara Republik Islam, Pakistan menetapkan lagu kebangsaannya yang berjudul Qaumi Taranah. Lirik lagu ini diciptakan oleh penyair Hafeez Julundhri pada tahun 1952, sedangkan aransemen musiknya justru dibuat terlebih dahulu oleh komponis Ahmed G. Chagla pada tahun 1949. Berikut ini lirik lagu Qaumi Taranah – lagu kebangsaan Republik Islam Pakistan – dalam versi bahasa Indonesia:

Terpujilah tanah suci. Senang menjadi ranah pemurah. Simbol tekad tinggi. Tanah Pakistan! Terpujilah Engkau, benteng iman. Urutan tanah suci ini. Apakah mungkin dari persaudaraan rakyat. Semoga bangsa, negara, dan negara. Bersinar dalam kemuliaan yang kekal! Berbahagialah menjadi tujuan ambisi kami. Ini bendera bulan sabit dan bintang. Memimpin jalan untuk kemajuan dan kesempurnaan. Interpreter dari masa lalu kita, kemuliaan kita sekarang. Inspirasi dari masa depan kita! Simbol perlindungan Allah, Pemilik Mulia.”

Bentuk pemerintahan Republik Islam Pakistan adalah Republik, sedangkan sistem pemerintahannya adalah Republik Parlementer. Artinya, presiden berlaku sebagai kepala negara, sedangkan jalannya pemerintahan dikendalikan oleh perdana menteri. Dengan kata lain, perdana menteri lebih berkuasa dibanding presiden. Sebagai lembaga legislatif, parlemen di negara ini terdiri atas dua majelis: Majelis Tinggi yang disebut Senet dan Majelis Rendah yang disebut Qaumi Asimbli’e.

Pakistan merupakan negara federal yang terdiri atas 4 provinsi, 1 teritori, dan 1 teritori ibu kota. Empat provinsi tersebut antara lain Provinsi Punjab yang beribu kota Lahore, Provinsi Sindh yang beribu kota Karachi, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang beribu kota Peshawar, dan Provinsi Balochistan yang beribu kota Quetta. Selanjutnya, Teritori Ibu Kota Islamabad yang beribu kota Islamabad dan Teritori Administrasi Federal Area Tribal yang beribu kota – juga – di Islamabad. Selain itu, Republik Islam Pakistan memiliki 2 wilayah di Kashmir: Gilgit-Baltistan yang beribu kota Gilgit dan Azad Kashmir yang beribu kota Muzaffarabad.[5]

Ilustrasi peta wilayah Pakistan berdasarkan provinsi. Sumber gambar: vectorstock.com

Luas wilayah Republik Islam Pakistan adalah 803.940 km². Apabila perairannya sebesar 3,1%, maka daratannya sebesar 96,9%. Dengan demikian, wilayah negara ini didominasi daratan. Selain itu, negara ini mempunyai garis pantai sepanjang 1.046 km alias 650 mil. Dengan penduduk sekitar 191.275.591 jiwa pada tahun 2015[6] dan tingkat kepadatan penduduknya 237,4/km², maka Republik Islam Pakistan menjadi salah satu negara terpadat di dunia.

Dari segi etnis, penduduk Republik Islam Pakistan terbilang multi-etnis. Populasi negara ini didominasi 4 etnis. Dari yang terbanyak hingga yang paling sedikit, urutan etnisnya antara lain Punjab, Pashtun, Sindh, dan Baloch. Punjab adalah suku bangsa terbesar di Pakistan (45%), disusul Pashtun (15,42%), lantas Sindh (14,1%). Terakhir, suku Baloch (3,57%) yang tinggal di Provinsi Balochistan bersama suku Hazara, Kalash, Burusho, Balti, dan Gilgit.

 

Ilustrasi peta persebaran etnik di Pakistan. Sumber gambar: utexas.edu

 

Kendati Karachi adalah kota terbesar di negara itu, akan tetapi ibu kota negaranya adalah Islamabad. Kendati mayoritas penduduknya beragama Islam, namun bahasa resmi negara ini bahasa Urdu dan bahasa Inggris. Bahasa Urdu tercipta dari percampuran bahasa Persia yang dibawa para penyebar Islam dari Persia dengan bahasa Punjabi dari penduduk Hindustan (India), khususnya Punjab. Bahasa Inggris dijadikan bahasa resmi, karena kuatnya pengaruh dan lamanya penjajahan Inggris.

Secara geografis, wilayah Pakistan sangat strategis, karena berada di antara daerah-daerah penting di kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah. Di bagian barat, ia berbatasan dengan negara Afghanistan dan negara Iran, sedangkan di bagian timur berbatasan dengan negara India, dan di bagian timur laut berbatasan dengan negara Tiongkok. Kendati dibatasi Koridor Wakhan (sebuah daratan sempit), namun letak Pakistan sangat berdekatan dengan Tajikistan.

 

Perbatasan Negara Pakistan dengan Negara lain. Sumbergambar: vectorstock.com

 

Pada tahun 2008, angka koefisien gini alias gini rasio (tingkat ketimpangan pendapatan) penduduk negara yang bermata uang Rupee Pakistan ini dalam posisi sedang,[7] sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) penduduknya pada tahun 2013 dalam posisi rendah yaitu 0,537. Sampai sekarang, Pakistan masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan dan permasalahan, antara lain kemiskinan, buta huruf, korupsi, konflik dengan India, dan serangan terorisme.

 

Gambar ilustrasi Indek Pembangunan Manusia di Pakistan berdasarkan distrik pada tahun 2017. Sumber gambar: wikimedia.org

 

Jika dikaitkan dengan Indonesia, maka Republik Islam Pakistan bukan hanya memiliki hubungan erat dengan Indonesia, tetapi juga sangat menghormati Sukarno, proklamator kemerdekan dan Presiden Indonesia pertama. Bukan hanya ada Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar dan Soekarno Bazar di Lahore, Pakistan, melainkan juga di Republik Islam Pakisten itu pun terdapat Rue Soekarno alias Jalan Soekarno. [MDK]

Bersambung….

Pakistan (2): Peradaban Mohenjo Daro

Catatan Kaki:

[1]     Lihat “Profil Negara Pakistan (Republik Islam Pakistan)” dalam https://ilmupengetahuanumum.com/profil-negara-pakistan/. Diakses di Cianjur, 1 November 2018.

[2]     Choudhary Rahmat Ali. “Now or Never: Are We To Live or Perish For Ever?”. Columbia University, 28 January 1933. Diakses di Cianjur, 31 Oktober 2018.

[3]     Op.Cit., “Profil Negara Pakistan …”…

[4]     Lihat “Makna Bendera Negara-Negara Asia Selatan” dalam http://www.re-tawon.com/2016/01/makna-bendera-negara-negara-asia-selatan.html?m=1. Diakses di Cianjur, 1 November 2018.

[5]     Op.Cit., “Profil Negara Pakistan …”…

[6]     Lihat https://www.census.gov/popclock/. Diakses di Cianjur, 1 November 2018.

[7]     Lihat World Bank. “Gini Index” dalam https://data.worldbank/org/indicator.SI.POV.GINI/. Diakses di Cianjur, 31 Oktober 2018.