Mozaik Peradaban Islam

Perjalanan Rosie Gabrielle Memeluk Islam (23): Lalu Apa?

in Mualaf

Imagine there’s no countries. It isn’t hard to do. Nothing to kill or die for. And no religion too. Imagine all the people living life in peace.

Setelah Rosie masuk Islam dan mengaku mendapatkan kedamaian di dalamnya, lalu apa yang hendak dia lakukan selanjutnya?

Dalam salah satu kiriman media sosialnya, dia berbicara tentang bulan Ramadan, apa yang dilakukan pada bulan itu dan apa saja makna-maknanya. Rosie sendiri mengatakan bahwa dia akan ikut melaksanakanya pada tahun 2020 ini.

Dari penuturannya, tulisan itu tampaknya ditujukan bagi para pengikut media sosialnya yang non-Muslim dan memiliki ketertarikan untuk tahu tentang Islam.

Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

Berikut ini pemaparan Rosie:

Setiap tahun, selama satu bulan, Muslim di seluruh dunia mengambil bagian dalam bulan suci Ramadan. Ini adalah saat refleksi, bersyukur, berhubungan (dengan Tuhan), memberi, dan berniat.

Ini pada dasarnya adalah pengaturan ulang dan penataan kembali dalam hidupmu yang membantu untuk fokus dan membuat kamu kembali ke jalur, baik secara fisik maupun spiritual.

Selama satu bulan, orang-orang akan mempraktikkan jadwal puasa yang ketat dari sejak matahari terbit hingga terbenam, tidak makan semua makanan dan air dalam waktu ini.

Hal ini untuk memfokuskan seseorang untuk memiliki hubungan yang lebih dalam melalui doa, dengan sedikit gangguan (fokus dalam konsentrasi beribadah), dan memiliki belas kasihan bagi mereka yang kelaparan.

Beberapa akan melaksanakan namaz (salat) lima kali dalam sehari, meminta pengampunan, memuji Tuhan, mendoakan keselamatan untuk orang lain, dan menghubungkan diri mereka pada tingkat yang lebih dalam.

Diwajibkan untuk memberikan zakat kepada mereka yang membutuhkan dan untuk lebih sadar akan orang lain dan kebutuhan mereka. Kebiasaan dan kecanduan yang buruk, dan hal-hal yang mengganggu (ibadah) diri juga dihentikan.

Semua ini dilakukan dengan niat yang paling murni dan terbaik untuk membersihkan diri dari energi negatif, menemukan kedamaian dalam hidup mereka, dan menjadi lebih dekat dengan Pencipta kita.

Saya pikir ini adalah salah satu praktik yang paling indah dan terpuji yang dapat dilakukan seseorang dalam kehidupan.

Sekarang kita semua sedikit melambat (karena pandemi), mungkin kita bisa mengambil inspirasi dari waktu yang diberkati ini. Mengapa kita semua tidak mengambil bulan ini ke depan untuk hidup dengan niat dan terhubung pada tingkat yang lebih dalam?

Tingkat dedikasi dan pengabdian dari orang-orang Muslim untuk mencapai kedamaian benar-benar mengagumkan, itulah salah satu hal yang membuat saya masuk Islam. Mereka dibesarkan dengan rutinitas ini dan merupakan hal yang mendasar dalam kehidupan mereka.

Menjadi Muslim berarti menyerahkan kehendakmu pada kehendak Tuhan (kita tidak memegang kendali dan Dia tahu yang terbaik) dan untuk mencapai kedamaian dalam hidupmu melalui koneksi dan tindakan yang benar.

Saya mendorong semua orang untuk bercita-cita memiliki tujuan hidup ini. Di masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, kita melihat lebih dari sebelumnya apa yang harus dilakukan dalam kesadaran kita, dan saya pikir dunia membutuhkan lebih banyak kedamaian, cinta, dan koneksi cinta.

Mari kita semua bergabung di bulan Ramadan ini, untuk mengatur ulang dan terhubung. Dan insya Allah kita akan memiliki lebih banyak kedamaian dalam hidup kita. Assalamualaikum.[1]

Mengenai penjelasannya ini, Rosie kemudian berkata, “Setiap orang memiliki penjelasan dan penafsirannya sendiri, tetapi ini adalah sebagian kecil dari dasar mengapa (Muslim berpuasa) – sekali lagi, ini hanyalah sebuah “versi penyederhanaan” agar semua orang dapat mengerti.”

Rosie juga mengajak orang-orang untuk dapat lebih berempati kepada para Muslim yang berpuasa di negara Barat atau di negara-negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim yang negaranya tidak melakukan penyesuaian apa pun pada bulan Ramadan (misalnya perubahan jam kerja).

Rosie kemudian mengadakan pemungutan suara, bertanya tentang penjelasannya, “Apakah ini mengubah sudut pandang kalian atau (mendapatkan) pelajaran sesuatu yang baru?” Sebanyak 90 persen menyatakan ya.[2]

Kita akan mengakhiri seri artikel Perjalanan Rosie Gabrielle Memeluk Islam sampai di sini, meski tidak menutup kemungkinan suatu saat akan dilanjutkan kembali.

Mengenai perkembangan terakhir perjalanan Rosie, dia tidak menjelaskan akan pergi ke mana, namun dalam sebuah kiriman media sosialnya, dia menceritakan bahwa dia terjatuh di Sri Lanka dan harus dilarikan ke instalasi gawat darurat rumah sakit:

Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

Hari itu adalah tanggal 3 April (2020), ketika saya dilarikan ke IGD, ct scan menyatakan saya memiliki sesuatu yang mengancam jiwa di perut saya yang perlu segera dioperasi.

Karena cedera kepala dan pembatasan sosial corona, saya masih tertahan di Sri Lanka. Saya tidak punya pilihan selain menghadapi ketakutan terbesar saya dan pasrah.

Pasrah (karena) mengetahui bahwa saya tidak dapat mengendalikan apa pun, untuk akhirnya memasrahkan semuanya.

Mengetahui bahwa Sang Ilahi pada akhirnya tahu yang terbaik dan mengatur segalanya untuk kebaikan saya. Bahwa ini adalah ujian terakhir saya, untuk melepaskan, dan membiarkan Tuhan.

Kita takut akan ketidaktahuan, kita menakuti apa yang tidak kita mengerti atau tidak bisa dilihat. Ini adalah kondisi pemisahan antara kamu dan Saya.

Semakin lama kita tetap dalam ketakutan, maka semakin jauh dari cinta yang kita bina.[3]

Setelah operasinya Rosie sempat mengirim video dia sedang menyanyikan lagu dari John Lennon yang berjudul Imagine:

Imagine there’s no countries

It isn’t hard to do

Nothing to kill or die for

And no religion too

Imagine all the people living life in peace, you

You may say I’m a dreamer

But I’m not the only one

I hope some day you’ll join us

And the world will be as one

Dalam kiriman media sosial terakhirnya pada tanggal 30 Mei 2020, dia tidak menjelaskan secara detail kondisi terakhirnya, namun dia mengatakan bahwa dia butuh istirahat dan untuk sementara akan berhenti dari kehidupan media sosial.

Kiriman media sosial Rosie yang terakhir. Foto: Rosie Gabrielle/Instagram

Dia berkata, “Jangan khawatir, saya akan kembali dan lebih baik dari sebelumnya.”[4] (PH)

Seri Perjalanan Rosie Gabrielle Memeluk Islam selesai.

Sebelumnya:

Catatan Kaki:


[1] Instagram Rosie Gabrielle, “From my ❤️ to yours

RAMADAN KAREEM”, dari laman https://www.instagram.com/p/B_Wi-4zAtMB/, diakses 4 Agustus 2020.

[2] Instagram Rosie Gabrielle, “What is the point of fasting?”, dari laman https://www.instagram.com/stories/highlights/18084406849093396/, diakses 4 Agustus 2020.

[3] Instagram Rosie Gabrielle, “It finally happened; My worst NIGHTMARE came true 😷”, dari laman https://www.instagram.com/p/B-6cx_qgz8y/, diakses 4 Agustus 2020.

[4] Instagram Rosie Gabrielle, “Why I need to STOP My whole life”, dari laman https://www.instagram.com/p/CAy9rRlACTf/, diakses 4 Agustus 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*