Mozaik Peradaban Islam

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (32): Shaman Terkuat

in Sejarah


Bangsa Mongol melihat shaman dalam posisi yang sangat tinggi, mereka adalah orang-orang yang mewakili suara ilahi. Sampai saat ini Genghis Khan masih dianggap shaman terkuat karena pada masanya dia membunuh shaman terkuat dengan mematahkan tulang belakangnya.

Shaman di Mongolia. Photo: Kevin Frayer/Getty Images

Shaman Terkuat

Setelah Temujin diangkat menjadi Genghis Khan, padang rumput Mongolia selama enam tahun berikutnya mengalami periode yang damai. Dengan konsep negara yang digagas oleh Genghis Khan, masa-masa peperangan dan pertikaian antar suku telah berakhir, semua suku tunduk di bawah Genghis Khan, dan melalui hukum yang berlaku, mereka semua dikondisikan untuk tidak dapat lagi melakukan tradisi-tradisi lama yang dapat menimbulkan perpecahan.

Pada masa-masa ini, Teb Tengeri, shaman resmi Kekaisaran Mongol, berulang kali menyatakan bahwa Langit Biru Abadi akan menjadikan Genghis Khan sebagai penguasa dunia. Teb Tengeri merupakan shaman kepercayaan Genghis Khan, karena berulang kali perkataannya selalu akurat. Namun karena sangat percaya, Genghis Khan menjadi sangat terpengaruh olehnya. Ternyata di atas seorang khan masih ada orang yang lebih berkuasa di Mongolia, yakni shaman.[1] 

Teb Tengeri pada waktunya bahkan mampu membuat keluarga inti Genghis Khan menjadi terpecah belah. Genghis Khan berseteru dengan adik-adik dan ibunya karena mereka mempersoalkan bahwa dia telah terlalu terpengaruh oleh Teb Tengiri. Dan hampir-hampir saja dia menghukum Khasar, adiknya. Menurut Teb Tengiri, Khasar akan mengambil alih posisinya sebagai khan, maka dia harus disingkirkan dari sekarang. Bagaimanapun ibunya mengingatkan, Genghis Khan tidak mau mendengar, dia lebih percaya Teb Tengiri.

Adalah Borte, istri Genghis Khan, yang mampu memberi masukan kepadanya. Dia menjelaskan betapa berbahayanya membiarkan Teb Tengiri memiliki otoritas yang begitu besar. Jika selagi Genghis Khan masih hidup saja Teb Tengiri mampu membuat Khasar hampir dihukum mati, bagaimana nasib anak-anaknya sendiri kelak?

Sambil menangis Borte berkata, “Ketika tubuhmu, seperti pohon tua besar yang akan tumbang (mati), oleh siapa mereka (anak-anak mereka berdua) akan mendapat restu untuk memerintah pengikutmu yang seperti benang kusut (maksudnya adalah begitu rumit untuk mengatur bangsa Mongol)? Ketika tubuhmu yang seperti batu pilar akan runtuh, oleh siapa mereka akan mendapat restu untuk memerintah pengikutmu yang seperti kawanan burung?”[2]

Setelah mendengar penjelasan Borte, Genghis Khan akhirnya mengeksekusi Teb Tengiri dengan cara yang kejam, tulang punggungnya dipatahkan dalam sebuah acara eksekusi yang dibuat seolah seperti pertandingan gulat.[3] Genghis Khan kemudian mengganti Teb Tengiri dengan shaman lain yang lebih tua, tidak ambisius, dan memiliki karakter penurut. Bangsa Mongol melihat shaman dalam posisi yang sangat tinggi, mereka adalah orang-orang yang mewakili suara ilahi. Ketika shaman terkuat ternyata dikalahkan oleh Genghis Khan, mereka menafsirkan bahwa Genghis Khan memiliki kekuatan spiritual yang lebih besar darinya. Banyak para pengikutnya yang menganggap bahwa Genghis Khan sendiri adalah seorang shaman terkuat, bahkan sampai hari ini masih banyak orang Mongol yang meyakininya.[4]

Siberia dan Uighur

Seluruh suku nomaden kini telah bersatu dengan Genghis Khan sebagai penguasa tunggal yang memberikan mereka perlindungan sepenuhnya. Dengan pencapaian sebesar ini, apa lagi yang hendak dicarinya? Genghis sebelumnya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan persaingannya dengan Jamuka, dan akhirnya dengan Ong Khan. Sekarang tanpa keberadaan mereka, suku besar Genghis Khan seperti tidak memiliki tujuan lagi, tanpa adanya musuh, ikatan di antara mereka menjadi mengendur.

Genghis Khan tampaknya sedang mencari musuh baru, tetapi dia tidak menemukan satupun suku yang layak untuk dijadikan musuh. Tanpa target potensial lainnya, pada tahun 1207 dia mengirim putra sulungnya, Jochi yang berusia 28 tahun, dan Tumen-nya dalam sebuah kampanye ke daerah yang oleh orang Mongol disebut Sibir, atau Siberia untuk istilah sekarang. Pasukan Mongol datang ke sana atas permintaan dari suku-suku hutan dan masyarakat penggembala rusa yang ingin menyatakan kesetiannya terhadap Genghis Khan.

Jochi kemudian kembali dengan membawa ribuan pasukan baru yang direkrut untuk menjadi tentara Mongol. Bersama orang-orang itu, datang juga para kepala suku yang dengan mereka Genghis Khan menegosiasikan sejumlah aliansi dalam bentuk penikahan, termasuk salah satunya dengan anak perempuan Jochi. Selain membawa orang-orang, Jochi juga membawa sejumlah upeti yang berharga, termasuk barang langka mantel hitam bulu musang, burung-burung hasil buruan, dan berbagai hasil hutan lainnya.

Bagi Genghis Khan, ekspansi ke daerah utara tidak terlalu menawarkan sesuatu yang terlalu menarik selain mantel bulu dan burung-burungan. Adalah daerah selatan yang menjadi perhatian terbesar Genghis Khan karena di sana tersedia beragam barang-barang manufaktur seperti logam, tekstil, dan hal-hal baru lainnya. Genghis Khan menerima pasokan barang-barang dari selatan untuk pertama kalinya dari orang-orang suku Uighur.

Suku Uighur pada waktu itu menetap dan bertani di oasis di padang pasir besar Taklimakan dan daerah sekitarnya, atau dalam era modern menjadi Daerah Otonomi Xinjiang di China. Genghis Khan menerima kesetiaan mereka, dan dengan salah satu cara yang paling efektif dalam ikatan aliansi, dia berusaha membawa mereka ke dalam lingkaran keluarganya. Genghis Khan menawarkan putrinya kepada Uighur Khan untuk dinikahi, dan demikian dia menjadi menantunya.[5]

Bersambung ke:

Sebelumnya:

Catatan Kaki:


[1] Jack Weatherford, Genghis Khan and the Making of the Modern World (Crown and Three Rivers Press, 2004, e-book version), Chapter 3.

[2] Igor de Rachewiltz, The Secret History of the Mongols: A Mongolian Epic Chronicle of the Thirteenth Century (Western Washington University, 2015), hlm 158-163.

[3] Ibid., hlm 164.

[4] Jack Weatherford, Loc.Cit.

[5] Ibid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*