Mozaik Peradaban Islam

Kisah Tentang Adam (9): Tempat Dijatuhkannya Adam

in Studi Islam

“Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib: ‘Tanah dengan bau yang paling manis di muka bumi adalah tanah India. Ketika Adam diturunkan ke sana, beberapa aroma surga menempel di pohon-pohon India.’”

–O–

Berbagai riwayat sahih yang berasal dari Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Allah SWT menciptakan Adam pada hari Jumat, dan pada hari Jumat juga Dia mengusirnya dari surga. Kemudian, pada hari Jumat Allah menerima taubatnya, dan pada hari Jumat juga Adam dimatikan. Berikut ini adalah beberapa riwayatnya.

Diriwayatkan dari Sa’ad bin Ubadah (wafat sekitar tahun 630-an), Nabi berkata:

“Ada lima perbedaan pada hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dijatuhkan ke bumi, dan diambil oleh Tuhan. Juga, ada satu jam pada hari Jumat di mana Allah SWT akan mengabulkan setiap permintaan manusia,[1] kecuali itu adalah kejahatan atau pemutusan hubungan (keluarga). Dan pada hari Jumat, jam itu akan datang. Setiap malaikat yang dekat dengan Allah, setiap surga, gunung, bumi, dan angin semua terkagum-kagum pada hari Jumat.”[2]

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi berkata:

“Hari terbaik untuk melihat matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dibawa ke surga, dan diusir dari sana.”[3]

Diriwayatkan oleh Salman al-Farisi:

“Rasulullah berkata kepadaku, ‘Salman, tahukan engkau tentang Jumat?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ (Nabi) mengulang (pertanyaannya) tiga kali, ‘Salman, tahukan engkau tentang Jumat?’ (Dan selalu mendapatkan jawaban yang sama. Lalu, beliau menjawab pertanyaannya sendiri), ‘Pada hari itu, ayahmu (Adam) disatukan.’”

 

Lamanya Adam berada di Surga

Beberapa ulama berpendapat bahwa Allah membuat Adam dan istrinya tinggal di surga setelah dua jam berlalu pada hari Jumat. Ada juga yang mengatakannya setelah tiga jam. Allah SWT kemudian menjatuhkannya ke bumi setelah tujuh jam berlalu pada hari itu. Dengan demikian, durasi tinggal Adam dan Hawa di Firdaus adalah lima jam pada hari itu. Namun ada juga yang mengatakannya selama tiga jam. Sementara itu Abu al-‘Aliyah mengatakan, “Adam diusir dari surga pada jam kesembilan atau kesepuluh,” maka apabila diasumsikan Adam tinggal di surga setelah dua jam berlalu pada hari Jumat, mengacu kepada Abu al-‘Aliyah, maka Adam tinggal di surga selama tujuh atau delapan jam.

Al-Tabari menafsirkan, berdasarkan riwayat-riwayat yang telah disampaikan oleh ulama-ulama terdahulu, bahwa hitungan jam pada kisah penciptaan Adam berbeda dengan hitungan jam yang dipakai oleh manusia di bumi, namun ada juga, (menurut al-Tabari) riwayat yang menggunakan ukuran yang sama dengan waktu di bumi. Pada akhirnya al-Tabari berkesimpulan bahwa Adam tinggal di surga selama 43 tahun dan 4 bulan apabila menggunakan hitungan waktu di bumi.

Namun Franz Rosenthal (penerjemah karya al-Tabari) berpendapat, bahwa al-Tabari ketika menjumlahkan waktu lamanya Adam tinggal di surga menggunakan riwayat-riwayat yang ukuran waktunya berbeda, satu sisi dia menggunakan riwayat yang menurutnya menggunakan ukuran di bumi, dan untuk penambahannya dia menggunakan riwayat yang mengacu pada waktu versi singgasana Allah, sehingga hasil akhirnya pun menjadi kurang tepat. Pada akhirnya waktu yang sebenar-benarnya akan sulit untuk ditentukan.

 

Tempat di mana Adam dan Hawa dijatuhkan di bumi

Sebelum matahari terbenam pada hari Jumat – pada hari yang sama Adam ditiupkan roh, Allah SWT mengusir Adam dan Hawa. Menurut para ulama pendahulu di masa Nabi, Allah SWT menjatuhkannya di India. Berikut ini adalah beberapa riwayatnya.

Ilustrasi tempat diturunkannya Adam di India. Photo: traveltriangle

Diriwayatkan oleh Qatadah bin an-Nu’man:

“Allah SWT menurunkan Adam ke bumi. Tempat di mana dia dijatuhkan adalah tanah India.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

“Ketika Allah SWT pertama kali menurunkan Adam, adalah di Dahna (Dahnaj), tanah India.”

Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib:

“Tanah dengan bau yang paling manis di muka bumi adalah tanah India. Ketika Adam diturunkan ke sana, beberapa aroma surga menempel di pohon-pohon India.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

“Adam dijatuhkan di India, dan Hawa di Juddah. Dia pergi mencarinya, dan akhirnya mereka bertemu. Hawa menggambar (z-l-f) di dekat dia, maka jadilah (tempat itu) al-Muzdalifah. Mereka menyadari (tanda ‘-r-f) satu sama lain, maka jadilah (tempat itu) Arafat. Dan mereka dipertemukan (j-m-‘) di Jam, maka jadilah (tempat itu) Jam.[4] Adam dijatuhkan di atas gunung di India bernama Nudh.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq:

“Para ahli kitab Taurat pada bagian mereka mengatakan: ‘Adam dijatuhkan di India di atas gunung yang disebut Wasm di sebuah sungai (lembah) yang disebut Buhayl di antara dua tempat di tanah India, al-Dahnaj dan al-Mandal. Hawa dijatuhkan di Juddah di tanah Mekah.’”

Beberapa sumber lainnya mengatakan:

“Adam dijatuhkan di Sarandib (Ceylon) di atas sebuah gunung yang disebut Nudh, Hawa di Juddah di tanah Mekah, Iblis di Maysan, dan ular di Isbahan.[5] Juga telah dikatakan bahwa ular itu dijatuhkan di padang pasir (al-Barriyyah), dan Iblis di pantai laut al-Ubullah.” (PH)

Bersambung ke:

Kisah Tentang Adam (10): Rumah Pertama di Muka Bumi

Sebelumnya:

Kisah Tentang Adam (8): Buah Khuldi (2)

Catatan:

Seluruh artikel ini merupakan penceritaan ulang dari buku Al-Ṭabari, Taʾrīkh al-Rusūl wa al-Mulūk: Volume 1, diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Franz Rosenthal (State University of New York Press: New York, 1989), hlm 281-292. Adapun informasi tambahan lainnya dicantumkan dalam catatan kaki.

Catatan Kaki:

[1] Mengenai jam istimewa ini, juga diriwayatkan dalam Muslim, Sahih, 1, 474.

[2] Hadist ini juga diriwayatkan oleh Abu Lubabah bin ‘Abd al-Mundhir dengan redaksi yang sedikit berbeda.

[3] Hadist ini juga diriwayatkan dalam Muslim, Sahih, 1, 475.

[4] Jam mengacu pada beberapa daerah di dekat Mekah yang terhubung dengan ritual ziarah haji. Kadang-kadang juga dianggap sebagai nama lain untuk al-Muzdalifah.

[5] Mesene, atau Charakene, adalah sebuah provinsi di Babylonia selatan, tempat ini diduga masih Isbahan juga. Dalam kasus Mesene, itu diperkirakan sebagai tempat turunnya Iblis karena iklimnya yang buruk. Sementara itu al-Ubullah adalah kota utama Maysin pada masa kuno.