Mozaik Peradaban Islam

Masjid North Dakota, Masjid Tertua di Amerika Serikat (1)

in Arsitektur

“Di Dakota Utara, Amerika Serikat, terdapat sebuah masjid kecil yang dipertimbangkan sebagai masjid tertua di AS yang masih ada. Didirikan pada tahun 1929 oleh para transmigran yang berasal dari Lebanon dan Suriah. Pada tahun 2005 masjid ini dibangun ulang oleh keturunan pendiri masjid dan orang-orang Kristen setempat.”

–O–

Masjid North Dakota. Photo: Ryan Schuessler

Di sebuah padang rumput terpencil di kota Ross, wilayah Dakota Utara, Amerika Serikat (AS), terdapat sebuah bangunan yang dikelilingi oleh ladang gandum, padang rumput ternak, dan area pengeboran minyak minyak bumi. Bangunan kecil itu adalah masjid tertua yang masih ada di AS.

Di AS, meskipun ada masjid lainnya yang dibangun pada awal tahun 1800-an, namun masjid North Dakota ini dianggap sebagai masjid tertua yang masih ada. Pada tahun 1979, karena masjid ini sudah sangat tua dan berbentuk puing, akhirnya diruntuhkan. Keluarga keturunan para pendiri masjid, dibantu oleh orang-orang Kristen setempat, sepakat untuk membangun kembali masjid ini. Mereka menyumbangkan sejumlah dana dan akhirnya pada tahun 2005 masjid ini selesai dibangun kembali.

Masjid North Dakota hanya memiliki luas 28 meter persegi. Photo: Cary Beckwith
Suasana di dalam masjid. Photo: Jerry Anderson / The New York Times
Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1929 oleh para transmigran asal Lebanon dan Suriah. Photo: jeremy.l.sanford/Instagram

Hari ini, masjid Dakota memiliki luas 28 meter persegi, dengan dinding-dindingnya yang terbuat dari bata ringan setinggi 4,5 meter. Di setiap sudut atapnya terdapat empat menara kecil. Sementara itu di bagian tengah atapnya terdapat kubah kecil. Baik menara, atap, maupun kubahnya terbuat dari alumunium. Di dalam masjid, terdapat photo-photo pendiri masjid, dan di bagian tengahnya terdapat karpet yang mengarah ke arah Timur, ke arah Ka’bah di Mekah. Langit-langitnya terbuat dari kayu. Jauh dari gambaran kemegahan masjid yang ada di masa modern, masjid ini sangat sederhana. Di area halaman masjid terdapat pemakaman keluarga Muslim yang sudah ada dari sejak 88 tahun yang lalu.[1]

Artikel Terkait:

 

Sejarah Pendirian Masjid

Pada tahun 1870-an pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengambil alih wilayah Dakota Utara dari penduduk pribumi. Pada tahun 1883, jalur kereta api Pasifik-Utara telah beroperasi penuh, beriringan dengan itu, para transmigran pun berdatangan. Pada waktu itu, seorang transmigran dapat memperoleh 160 hektar padang rumput yang subur untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Tanah di Dakota Utara masih merupakan lahan bebas tanpa pemilik, pemerintah AS mendorong tumbuhnya pertanian agar wilayah ini dapat berkembang. Banyak dari transmigran tersebut yang berasal dari luar negeri.

Mereka yang berasal dari luar negeri di antaranya berasal dari Lebanon, dan daerah Kekaisaran Ottoman (sekarang Suriah). Beberapa di antara mereka merupakan orang-orang yang melarikan diri dari apa yang mereka gambarkan sebagai pemerintahan tangan besi orang-orang Turki. Mereka menyebut diri mereka orang Suriah, dan di antara tempat-tempat lainnya yang menjadi pemukiman mereka, sebagiannya menetap di sekitar kota Ross, Dakota Utara. William Sherman, dalam bukunya yang berjudul Prairie Peddlers, mengatakan bahwa tahun 1902 adalah pertama kalinya keluarga muslim mengajukan untuk bermukim di Ross, dengan lusinan lainnya kemudian mengikuti.

Orang-orang Muslim ini kemudian mengolah tanah setempat untuk menjadi lahan pertanian. Perlu waktu sekitar dua tahun atau lebih sampai mereka dapat dianggap kapabel untuk bertani dan kemudian diberikan hak untuk memiliki tanah tersebut oleh pemerintah AS. Pada akhirnya mereka memperoleh izin dari pemerintah, dan daerah tersebut menjadi daerah yang orang-orangnya berbahasa Arab, mereka memiliki nama keluarga seperti Juma, Abdallah, atau Omar.

Masjid ini pada awalnya sederhana dan biasa-biasa saja, tidak ada satupun tanda yang menunjukkan bahwa bangunan ini merupakan masjid. Photo: Muslim Journeys

Pada tahun 1929 orang-orang Islam kemudian membangun sebuah masjid. Dilihat dari photo tua yang direproduksi di buku Sherman, masjid itu memiliki struktur persegi panjang dengan sebagian bangunannya turun di bawah tanah. Masjid ini memiliki atap runcing dan cerobong yang terbuat dari batu. Dindingnya terbuat dari beton, dan sebuah ruangan depan yang terbuat dari kayu berfungsi menjadi pintu masuk. Secara arsitektural, bangunan ini sederhana dan biasa-biasa saja, tidak ada satupun tanda yang menunjukkan bahwa bangunan ini merupakan masjid. Orang-orang yang melihat akan menyangka bahwa bangunan ini semacam bengkel atau kandang hewan ternak. [2] (PH)

Bersambung ke:

Masjid North Dakota, Masjid Tertua di Amerika Serikat (2)

Catatan Kaki:

[1] “Oldest Mosque in the U.S.”, dari laman https://www.atlasobscura.com/places/oldest-mosque-in-the-united-states, diakses 28 Mei 2018.

[2] Cary Beckwith, “Of Mosques and Men: How a North Dakota prairie became the home of America’s first mosque”, dari laman https://newrepublic.com/article/128726/north-dakota-prairie-became-home-americas-first-mosque, diakses 28 Mei 2018.