Mozaik Peradaban Islam

Penjajahan East India Company ke Yaman (3): Kapten Stafford Bettesworth Haines

in Monumental

“Antara tahun 1839 sampai 1854, Haines mengubah Aden yang tadinya hanya desa kecil, berdebu, dan dengan populasi sekitar 600 orang, menjadi pusat bisnis yang berkembang, yang pada akhirnya membuat populasi penduduknya meningkat sebesar 42 kali lipat.”

–O–

Ilustrasi Kapten Stafford Bettesworth Haines. Photo: britishempire.co.uk

Lahir di Inggris bagian selatan pada tahun 1801 atau 1802, Kapten Stafford Bettesworth Haines merupakan jenis orang yang bersemangat, ambisius, dan berkemauan kuat. Dia diberi banyak tanggung jawab, namun mendapat — di luar dukungan tentara perusahaan — sangat sedikit dukungan.

Setelah ditunjuk sebagai agen politik untuk wilayah tersebut, dia, pada dasarnya, menjadi diktator Aden. Selain bertanggung jawab atas penegakkan hukum dan ketertiban di wilayah itu, Haines juga bertanggung jawab atas hubungan dengan suku-suku setempat. Dia bertanggung jawab atas pemeliharaan semua catatan resmi, termasuk rekening perusahaan, dan pertahanan koloni.

Tugas pertamanya di Aden adalah membangun pertahanan pelabuhan sebelum melembagakan program pembangunan yang lebih umum. Dia menyusun rencana untuk kota, menjadikannya zona perdagangan bebas, dan menawarkan sewa murah untuk siapa saja yang bersedia membangun bangunan permanen. Antara tahun 1839 sampai 1854, Haines mengubah desa yang tadinya kecil, berdebu, dan dengan populasi sekitar 600 orang, menjadi pusat bisnis yang berkembang, yang pada akhirnya membuat populasi penduduknya meningkat hingga sebesar 42 kali lipat.

Ketika Aden menjadi pelabuhan yang makmur, Kekaisaran Turki Ottoman (Ustmaniyah) di Konstantinopel berpendapat bahwa mereka berhak atas kedaulatan seluruh tanah Arab, termasuk Aden dan wilayah-wilayah Yaman lainnya. Namun Inggris merasa sebaliknya.

Meskipun demikian, namun pada akhirnya pihak berwenang Ottoman di Konstantinopel akhirnya memberikan persetujuan (dalam bentuk membiarkan) terhadap perjanjian yang ditandatangani Inggris dengan berbagai penguasa suku di dan sekitar Aden — sebagian besar karena sedikit sekali yang dapat mereka lakukan untuk mengubah situasi di lapangan yang sudah terlanjur terjadi.[1]

Haines melayani dengan setia dan tegas selama 15 tahun kepemimpinannya. Dia akan memiliki nama besar yang harum jika segalanya berjalan dengan lancar tanpa ada masalah apapun. Namun kenyataan tidak seindah yang diharapkan. Haines terus-menerus mengirim surat kepada atasannya di East India Company, meminta bantuan administratif untuk mengurus kota yang sedang berkembang pesat itu. Di Aden dia merasa sendiri, dalam artian, tidak ada rekan setingkat jabatannya yang dapat diajak berdiskusi.[2]

Dalam situasi seperti itu, kesalahan datang. Seberapa besar kesalahan itu semuanya menjadi jelas ketika auditor perusahaan akhirnya tiba pada bulan Februari 1854. Keterampilan pembukuan Haines — atau lebih tepatnya ketidakmampuannya — membuatnya terjerumus ke dalam kesalahan yang fatal.[3]

Ketika auditor East India Company selesai mengaudit laporan pembukuan keuangan yang sudah berjalan selama satu setengah dekade, mereka menemukan defisit sebesar 28.000 pound, kira-kira setara dengan $ 10 juta hari ini. Karena tidak adanya sistem pengelolaan keuangan yang mumpuni, Haines telah menggunakan uang perusahaan untuk biaya politik dan administrasi tanpa sistem pencatatan yang akurat. Haines kemudian dibebaskan dari tugasnya dan dikirim kembali ke Bombay untuk diadili atas tuduhan penggelapan.[4]

Pada awalnya dia dituduh bersalah, namun kemudian dia dibebaskan pada dua kesempatan terpisah, dan hampir seluruh pihak berwenang meyakini dia tidak bersalah. Sangat ceroboh, ya, tapi pencuri, bukan. Namun gubernur East India Company untuk Bombay pada waktu itu, John Elphinstone,[5] menuntut pengembalian uang. Haines, dengan gaji tahunan yang hanya sebesar 2.400 pound, tidak mampu membayarnya. Terlepas dari vonis tidak bersalahnya, akhirnya pihak perusahaan tetap memenjarakannya karena dianggap bertanggung jawab atas dana yang hilang. Dia dipenjara di penjara khusus penghutang di Bombay.[6]

Enam tahun kemudian, Gubernur Bombay yang baru, Sir George Clerk, merasa kasihan terhadap Haines,[7] dan dia mengajukan agar kasusnya diperiksa kembali untuk ketiga kalinya. Dia dibebaskan dari semua kesalahan dan dikeluarkan dari penjara. Seminggu setelah dibebaskan — di atas kapal di pelabuhan Bombay — Haines meninggal pada usia 58 tahun, ketika sedang menunggu keberangkatan ke Inggris. Kehidupan yang keras yang dia alami sebagai agen politik East India Company di Aden, dan sebagai tahanan di Bombay, jelas-jelas telah merenggut sisa usianya.[8]

Sosok Haines digambarkan sebagai pribadi yang unik, seorang pria dengan mimpi patriotik yang pikirannya dipenuhi oleh visi pembangunan atas wilayah pertama yang ditaklukan oleh Ratu Victoria; seorang politikus yang mahir di antara orang-orang Arab, tetapi tidak di antara rekan senegaranya, yang memiliki kepraktisan seorang pelaut dalam hal-hal seperti membangun kota tetapi tidak dalam administrasi. Dia adalah seorang pria yang tangguh, sering berliku-liku, tetapi disukai oleh teman-teman dan bawahannya, energik, dan memiliki determinasi tinggi. Dia bertubuh pendek tapi kekar, dahinya lebar, berjanggut tebal, kulitnya sangat putih, matanya besar sehingga terkesan mengintimidasi.[9] (PH)

Bersambung ke:

Penjajahan East India Company ke Yaman (4): Imperialisme Inggris

Sebelumnya:

Penjajahan East India Company ke Yaman (2): Penaklukan Aden

Catatan Kaki:

[1] Eamon Gearon, Turning Points in Middle Eastern History, (Virginia: The Great Courses, 2016), hlm 261-262.

[2] “Stafford Bettesworth Haines”, dari laman https://www.britishempire.co.uk/maproom/aden/staffordhaines.htm, diakses 24 Juli 2018.

[3] Eamon Gearon, Ibid., hlm 262.

[4] “Stafford Bettesworth Haines”, Ibid.

[5] “Mountstuart Elphinstone”, dari laman http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Mountstuart_Elphinstone#Governor_of_Bombay, diakses 24 Juli 2018.

[6] Eamon Gearon, Loc. Cit.

[7] “Stafford Bettesworth Haines”, Ibid.

[8] Eamon Gearon, Ibid., hlm 262-263.

[9] “Stafford Bettesworth Haines”, Ibid.