Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Budaya Islam - page 19

Kaligrafi

Sekolah Kaligrafi Islam (3): Pena

Kaligrafi Islam bukan saja menghasilkan karya tulisnya yang bernilai seni tinggi, tetapi juga alat-alat penunjangnya. Perumpamaan di masa kini, seorang musisi tidak hanya menghasilkan musik yang melegenda, tetapi segala sesuatu alat musik yang digunakan si musisi untuk menciptakan komposisi musik menjadi bernilai sangat tinggi sepeninggalnya. Misalnya saja, pada tahun 2005, Eric Clapton, gitaris Blues asal… Teruskan Membaca

Kaligrafi

Sekolah Kaligrafi Islam (2): Disiplin Seorang Murid

Khattat (bahasa Arab) berarti Kaligrafer. Menjadi seorang Khattat bukanlah sesuatu yang mudah, dia membutuhkan proses-proses belajar dan pelatihan yang panjang disertai disiplin yang tinggi. Bagaimana tidak, karena tujuan akhir dari seorang khattat adalah kemampuan untuk menulis ayat suci yang benar, dan tidak hanya sekedar benar, tetapi juga harus indah. Dengan demikian, seorang khattat, selain harus… Teruskan Membaca

Kaligrafi

Kaligrafi ‘Allah’ dalam Peninggalan Bangsa Viking (3): Bantahan para Ahli

Temuan Annika Larsson mengenai lafadz ‘Allah’ dan ‘Ali’ yang disulam pada sebuah pakaian jenazah Viking kuno peninggalan abad ke-9 dan ke-10 mendapat bantahan dari seorang ahli. Dia adalah Stephennie Mulder, seorang Professor Seni dan Arsitektur Islam dari Universitas Texas, Austin, Amerika Serikat. Mulder menganggap bahwa isu yang diangkat oleh Larsson lebih besar motivasi politiknya ketimbang… Teruskan Membaca

Kaligrafi

Sekolah Kaligrafi Islam (1): Jembatan Menuju Sukses

“Ketika kau ingin tujuan dari perjuanganmu tercapai, jangan berbalik menjauh dari gurumu. Ajari anakmu menulis, dan ajari juga keluarga dan kerabatmu…., karena menulis akan membawamu kepada keberuntungan terbaik dan bangkit ke kedudukan tinggi bagi dia yang tidak memiliki kualifikasi: ini adalah keahlian, keahlian yang diberkahi di antara keahlian lainnya, dan dengan itu kelas bawah mampu… Teruskan Membaca

Kaligrafi

Kaligrafi ‘Allah’ dalam Peninggalan Bangsa Viking (2): Awal Mula Temuan

Di Museum Enköping, Swedia, tersimpan kain dan pakaian dari hasil pembongkaran makam bangsa Viking dari abad ke-10 dan ke-11. Benda-benda tersebut berasal dari komplek pemakaman Viking di daerah Birka dan Gamla Uppsala, Swedia. Benda tersebut disimpan di Museum selama 100 tahun. Semua peneliti beranggapan bahwa kain dan pakaian tersebut sama saja dengan peninggalan bersejarah bangsa… Teruskan Membaca

Monumental

Gua Hira

Gua Hira bagi ummat Islam merupakan salah satu tempat paling monumental dalam sejarah agama Islam. Di sinilah pertama kalinya wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menandai dimulainya dakwah Islam. Gua Hira (Bahasa Arab: غار حراء‎, Ġār Ḥirāʾ),[1] merupakan celah diantara dua batu di sebuah bukit yang disebut dengan Jabal Nur. Letaknya berada di sebelah… Teruskan Membaca

Kaligrafi

Kaligrafi ‘Allah’ dalam Peninggalan Bangsa Viking (1)

Baru-baru ini ditemukan sebuah penemuan baru, seorang Arkeolog dari Department of Archaeology and Ancient History, Universitas Uppsala, Swedia, Annika Larsson, menemukan lafadz Allah dan Ali yang disulam pada sebuah pakaian jenazah Viking kuno peninggalan abad ke-9 dan ke-10. Larsson menggambarkan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”, karena sebelumnya hal seperti ini tidak pernah ditemukan pada… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (3)

Apa yang ungkapkan oleh Preston senada dengan hasil analisis Said. Menurut Edward W. Said ada dua unsur pokok dalam hubungan Timur dan Barat. Unsur pertama, adalah pengetahuan sistematis yang terus tumbuh di Eropa mengenai dunia Timur, satu pengetahuan yang keberadaannya diperkuat dengan munculnya invasi-invasi kolonial, perhatian yang besar terhadap hal-hal yang asing dan tidak biasa,… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Penemuan dan Pengembangan Cendikiawan Muslim di Bidang Sains dan Ilmu Sosial (2)

Periode Mamluk, Fathimiyah, Usmani dan Safawi Dinasti Mamluk melanjutkan kemajuan ilmu pengetahuan pada era-era sebelumnya, terutama karena beberapa faktor sebagai berikut: a) cendikiawan dan ulama sangat dihormati baik oleh masyarakat maupun penguasa; b) para penguasa memuliakan ilmu dan gemar menuntut ilmu apa pun; c) perjalanan dan petualangan ilmiah dilakukan demi memperkaya khazanah intelektual umat Islam;… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (2)

Menurut Edward W. Said, relasi antara Timur dengan Barat adalah relasi kekuasaan, dominasi, dan hegemoni yang kompleks… Timur mengalami “orientalisasi” atau Timur yang ditimurkan. Timur adalah ciptaan, hasil imajinasi yang muncul dari ketidakjujuran. Struktur orientalisme merupakan struktur kebohongan atau mitos belaka. Said sendiri berkeyakinan bahwa orientalisme secara khusus lebih bermakna sebagai tanda kekuasaan Atlantik-Eropa terhadap… Teruskan Membaca