Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Habsburg

Ustmaniyah Menyerang Wina (5): Gagalnya Islamisasi Eropa

in Monumental

“Wina merupakan gerbang masuk menuju jantung Eropa. Gagalnya Kesultanan Ustmaniyah menaklukan wilayah ini dianggap sebagai penyebab kenapa Islam tidak sampai berkembang di Eropa.” –O– Setelah kemenangan pasukan gabungan Kristen Eropa terhadap Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) di Wina pada tahun 1683, saudara ipar Kaisar Leopold I, Charles V, Bangsawan Lorraine, terus bertempur melawan Ottoman, dia merebut kembali…

Teruskan Membaca

Ustmaniyah Menyerang Wina (3): Pengepungan

in Monumental

“Ustmaniyah selama dua bulan melakukan pengepungan dan blokade terhadap Wina. Kedua belah pihak sama-sama kelaparan sampai-sampai memakan kucing dan tikus. Menjelang kemenangan Ustmaniyah, tanpa diketahui, puluhan ribu tentara Kristen Eropa hendak datang memberikan bantuan.” –O– Begitu mendengar berita tentang pasukan Ustmaniyah (Ottoman) yang mendekat ke Wina, Kaisar Habsburg, Leopold I, dan orang-orang istananya, melarikan diri…

Teruskan Membaca

Ustmaniyah Menyerang Wina (2): Sultan Mehmed IV

in Monumental

“Mehmed IV naik tahta pada usia enam tahun. Praktis kekuasaan secara de facto dikuasai pihak lain, yakni Keluarga Köprülü. Atas inisiatif mereka, Ottoman mendeklarasikan perang terhadap Kekaisaran Kristen Habsburg.” –O– Pada 2 Januari 1642, Mehmed putra dari Sultan Ibrahim dilahirkan. Pada tahun 1648, Ibrahim mengalami gangguan mental, sehingga Mehmed yang masih berusia enam tahun terpaksa…

Teruskan Membaca

Ustmaniyah Menyerang Wina (1): Hubungan Habsburg-Ustmaniyah

in Monumental

“Hubungan antara Kekaisaran Habsburg — atau Austria — dan Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) sebelum tahun 1683 berlangsung dalam bentuk antipati selama lebih dari 250 tahun. Permusuhan di antara mereka sangat akut karena wilayah mereka berbatasan langsung.” –O– Artikel ini akan membahas seputar peristiwa Penyerangan Wina (ibu kota Kekaisaran Habsburg/Austria)  yang kedua oleh Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) pada…

Teruskan Membaca