Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Travel

Travel

Tarim; Kota Para Wali (4)

“Thariqah ‘Alawiyyah adalah corak khas dari metode dakwah kaum Alawiyin, atau kerap juga dipanggil Sayid atau Habaib. Karena karakter dasar ajaran mereka adalah tasawuf akhlaki, maka ciri dakwah mereka bersifat demonstratif. Nasehat dan nilai-nilai keagamaan mewujud dalam laku, tidak sebatas kata-kata. Mereka menjadi contoh di tengah masyarakat tentang bagaimana “berakhlak Islami” yang seharusnya.” —Ο—  … Teruskan Membaca

Travel

Tarim; Kota Para Wali (3)

“Tarim hanyalah sebuah kota kecil di Yaman. Tapi yang membuat Tarim demikian masyur dan berharga bagi kaum Muslimin karena kota ini merupakan titik krusial dalam sejarah perkembangan dakwah Islam di Dunia. Inilah tempat yang menghubungankan masa lalu dan masa kini; Sebuah terminal peradaban kaum Muslimin. Di sinilah nilai-nilai Islam berkumpul sebagai titik kedatangan; dari sini… Teruskan Membaca

Travel

Tarim; Kota Para Wali (2)

“Kaum ‘Alawiyin bisa dikatakan mataharinya Kota Tarim. Inilah sumber mata air keilmuan di Kota Tarim yang terkenal itu. Umumnya dari keturunan ini lahir manusia-manusia mulia yang memeram dalam dirinya ilmu-ilmu yang sangat tinggi. Mereka menjadi pendakwah dan menyebarkan Islam dengan cara yang damai – berbanding terbalik dengan banyak penguasa dalam sejarah Islam yang menyebarkan Islam… Teruskan Membaca

Travel

Tarim; Kota Para Wali (1)

“Di antara sejumlah pusat studi keislaman dunia, Tarim adalah mahkotanya.”  —Ο—   Bagi sebagian kalangan di Indonesia, nama kota Tarim mungkin tidak terlalu akrab. Tapi bagi sebagian yang lain – seperti para santri dan kalangan ulama – begitu mendengar nama Tarim, hatinya mungkin langsung terguncang. Ada kerinduan, kesan spiritual, dan perhormatan yang dalam pada tempat… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (15): Bertemu Raja Persia-Mongol

“Il-khan adalah contoh bagaimana keturunan prajurit Mongol dapat berkonversi menjadi orang Persia dan Muslim.  Dia seorang Muslim sejati yang menguasai sastra, dia mampu menulis baik bahasa Arab maupun Persia. Di bidang seni, Il-Khan bisa memainkan kecapi, menulis lagu, dan juga puisi. Sementara itu, sebagai penguasa, dia dinilai dapat memerintah dengan bijak.” –O– Kedatangan Ibnu Bathuthah… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (14): Baghdad

“Ibnu Bathuthah tiba di Baghdad, di antara sekian banyak hal yang menarik bagi Ibnu Bathuthah di antaranya adalah keberadaan salah satu universitas tertua di dunia, Universitas al-Mustansiriya; Bayt Al-Hikmah (House of Wisdom/Rumah Kebijaksanaan); dan Pemandian Umum (Hamam)” –O– Ibnu Bathuthah melanjutkan perjalanan dengan teman seperjalanan lainnya dan tiba di Baghdad, ibukota satu-satunya Dinasti Abbasiyah. Tapi… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (13): Imam Mahdi

“Mereka berseru, ‘atas nama Allah, wahai sang Imam zaman, atas nama Allah, datanglah! Korupsi merajalela, dan ketidakadilan tersebar luas!’” –O– Setelah bertemu orang suci dan menziarahi makam-makam suci di Shiraz, Ibnu Bathuthah hendak melanjutkan perjalanan ke Baghdad. Namun sebelum sampai ke sana, dia harus melewati dulu beberapa kota, yaitu Kazarun, Zaydan, Huwayza, dan Kufah. Di… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (12): Syekh Majd ad-Din Ismail dan Syekh Abdallah ibnu Khafif

“Shiraz (sekarang Iran), selain sebagai kota metropolis yang memukau juga banyak melahirkan generasi orang-orang suci.” –O– Dalam bukunya yang berjudul Rihlah¸ Ibnu Bathuthah memberikan porsi yang cukup panjang mengenai kerberadaan orang-orang suci di Shiraz dan sekitarnya. Beberapa nama yang disebut oleh Ibnu Bathuthah di antaranya adalah Ahmad bin Musa Kazhim, Syekh Majd ad-Din Ismail, Syekh… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (11): Isfahan dan Shiraz

“Di seluruh Timur tidak ada kota yang mendekati Damaskus dalam keindahan pusat perdagangan, kebun buah dan sungai, dan kerupawanan penduduknya, kecuali Shiraz.” –O– Setelah beberapa hari meninggalkan kota Idhaj, Sultan Atabeg yang gemar mabuk mengirimkan beberapa Dinar untuk Ibnu Bathuthah, teman-teman seperjalanan Ibnu Bathuthah juga turut kebagian dengan jumlah yang sama. Pemberian tersebut sebagai hadiah… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (10): Persia

“Sang Sultan mabuk berat, dia berkata, ‘bicaralah’. Ibnu Bathuthah menjawab, ‘tidak ada satupun yang ingin kulakukan untuk menentangmu sebagai penguasa, tapi ini….,’ kata Ibnu Bathuthah sambil menunjuk gelas berisi anggur di hadapan Sultan.” –O– Ketika tiba di Basrah, Ibnu Bathuthah cukup kecewa, sebab Basrah yang dulunya terkenal karena keindahannya kini telah menyusut, baik dari tingkat… Teruskan Membaca