Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Travel

Travel

Konya, Turki (3): Cinta Sang Maulana

“Di Konya, Rumi larut ke dalam diri Syams Tabrizi, seorang sufi Mistik dari Damaskus. Sepeninggal Syams, Rumi sangat menderita karena kehilangan ‘cinta’-Nya. Bagaimana menjelaskan hal ini dalam perspektif sufistik?” –O– Jalaluddin Rumi ketika dilahirkan, oleh orang tuanya diberi nama Muhammad, walaupun kemudian dia akhirnya memiliki nama panggilan Jalaluddin. Adapun “Rumi”, sebagaimana dia lebih dikenal dengan… Teruskan Membaca

Travel

Konya, Turki (2): Pasang Surut Maulawiyyah

“Sekte Maulawiyyah Jalaluddin Rumi telah dilarang sejak Kemal Attaturk berkuasa. Para darwish dianggap ancaman bagi republik baru Turki, dan mereka terpaksa menjalankan aktivitasnya secara rahasia.” –O– Alasan para pengunjung mendatangi Konya adalah untuk melihat bangunan yang dulunya merupakan Tekke, atau pemondokkan Maulawi (pengikut Rumi), sekarang statusnya merupakan “museum” milik pemerintah Turki, meskipun istilah itu agak… Teruskan Membaca

Travel

Konya, Turki (1): Makam Sang Maulana Jalaluddin Rumi

“Datanglah, siapapun engkau. Meskipun engkau mungkin seorang kafir, penyembah berhala, ataupun penyembah api. Datanglah, persaudaraan kita bukan bagian dari keputusasaan.” ~ Jalaluddin Rumi –O– Konya adalah sebuah kota yang terletak di Turki Tengah, dulunya kota ini bernama Ikonium. Kota ini berada di ketinggian 1.027 meter, berada di tepi barat daya Dataran Tinggi Anatolia yang dikelilingi… Teruskan Membaca

Travel

Puncak Adam Sri Lanka (2): Ziarah Muslim

“Tidak diketahui secara pasti dari sejak kapan Muslim mulai melakukannya. Salah satu tokoh Muslim yang pernah mendatanginya adalah Ibnu Bathuthah, penjelajah ternama dari abad ke-14.” –O– Sebelumnya telah dikisahkan, bahwa Puncak Adam sudah diziarahi oleh orang-orang Veddic yang menyembah Dewa Saman, yang mana itu terjadi pada 1.500 tahun sebelum Masehi.[1] Puncak Adam telah menarik banyak… Teruskan Membaca

Travel

Puncak Adam Sri Lanka (1): Ziarah Empat Agama

“Bagi Muslim, Puncak Adam diyakini sebagai tempat di mana Adam pertama kalinya diturunkan ke Bumi. Meskipun demikian, kini Puncak Adam menjadi destinasi ziarah bagi orang Buddha, Hindu, Islam, dan Kristen.” –O– Jika Yerusalem dikatakan sebagai tempat ziarah bagi tiga agama Samawi, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam,[1] maka lain halnya dengan Puncak Adam (Adam’s Peak). Puncak… Teruskan Membaca

Travel

Tarim; Kota Para Wali (4)

“Thariqah ‘Alawiyyah adalah corak khas dari metode dakwah kaum Alawiyin, atau kerap juga dipanggil Sayid atau Habaib. Karena karakter dasar ajaran mereka adalah tasawuf akhlaki, maka ciri dakwah mereka bersifat demonstratif. Nasehat dan nilai-nilai keagamaan mewujud dalam laku, tidak sebatas kata-kata. Mereka menjadi contoh di tengah masyarakat tentang bagaimana “berakhlak Islami” yang seharusnya.” —Ο—  … Teruskan Membaca

Travel

Tarim; Kota Para Wali (3)

“Tarim hanyalah sebuah kota kecil di Yaman. Tapi yang membuat Tarim demikian masyur dan berharga bagi kaum Muslimin karena kota ini merupakan titik krusial dalam sejarah perkembangan dakwah Islam di Dunia. Inilah tempat yang menghubungankan masa lalu dan masa kini; Sebuah terminal peradaban kaum Muslimin. Di sinilah nilai-nilai Islam berkumpul sebagai titik kedatangan; dari sini… Teruskan Membaca

Travel

Tarim; Kota Para Wali (2)

“Kaum ‘Alawiyin bisa dikatakan mataharinya Kota Tarim. Inilah sumber mata air keilmuan di Kota Tarim yang terkenal itu. Umumnya dari keturunan ini lahir manusia-manusia mulia yang memeram dalam dirinya ilmu-ilmu yang sangat tinggi. Mereka menjadi pendakwah dan menyebarkan Islam dengan cara yang damai – berbanding terbalik dengan banyak penguasa dalam sejarah Islam yang menyebarkan Islam… Teruskan Membaca

Travel

Tarim; Kota Para Wali (1)

“Di antara sejumlah pusat studi keislaman dunia, Tarim adalah mahkotanya.”  —Ο—   Bagi sebagian kalangan di Indonesia, nama kota Tarim mungkin tidak terlalu akrab. Tapi bagi sebagian yang lain – seperti para santri dan kalangan ulama – begitu mendengar nama Tarim, hatinya mungkin langsung terguncang. Ada kerinduan, kesan spiritual, dan perhormatan yang dalam pada tempat… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (15): Bertemu Raja Persia-Mongol

“Il-khan adalah contoh bagaimana keturunan prajurit Mongol dapat berkonversi menjadi orang Persia dan Muslim.  Dia seorang Muslim sejati yang menguasai sastra, dia mampu menulis baik bahasa Arab maupun Persia. Di bidang seni, Il-Khan bisa memainkan kecapi, menulis lagu, dan juga puisi. Sementara itu, sebagai penguasa, dia dinilai dapat memerintah dengan bijak.” –O– Kedatangan Ibnu Bathuthah… Teruskan Membaca