Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Lifestyle

Kat laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

Lifestyle

Kehidupan Muslim di Korea Selatan (6): Rahman Lee Ju-Hwa, Imam Umat Islam Korea

“Kita dapat menemukan berbagai budaya, agama, dan keyakinan yang berbeda di masyarakat Korea. Saya percaya kita harus mengakui perbedaan agar bisa hidup bersama secara harmonis.” –O– Awalnya sulit bagi A. Rahman Lee Ju-Hwa, yang masuk Islam pada tahun 1984, untuk memberi tahu teman-temannya bahwa dia tidak dapat berkumpul dengan mereka untuk acara barbekyu dan minum-minum.… Teruskan Membaca

Lifestyle

Kehidupan Muslim di Korea Selatan (4): Mereka yang Muda yang Berdakwah (1)

“Awalnya Muna merasa dikucilkan setelah masuk Islam. ‘Tapi ketika saya belajar lebih banyak tentang Sunnah dan Hadist, saya kadang menemukan kebiasaan dalam Islam yang Ibu saya juga ajarkan kepadaku,’ katanya.” –O– Di tengah gelombang citra negatif Islam di Korea Selatan setelah peristiwa 9/11 di Amerika Serikat dan penyanderaan warga Korea di Afghanistan tahun 2007, nyatanya… Teruskan Membaca

Lifestyle

Kehidupan Muslim di Korea Selatan (3): Pasang Surut Citra Islam

“Peristiwa penyanderaan warga Korea Selatan di Afghanistan oleh Taliban pada tahun 2007 menjadi sebuah titik balik dari perkembangan penyebaran Islam di Korea Selatan. Semenjak peristiwa penyanderaan ini, kebanyakan media di Korea Selatan menggambarkan Islam sebagai agama yang buruk.” –O– Salah satu faktor yang dapat membuat Islam dapat diterima di Korea Selatan adalah karena Korea tidak… Teruskan Membaca

Lifestyle

Kehidupan Muslim di Korea Selatan (2): Sejarah Masuknya Islam (2)

“Ketika Perang Korea berlangsung, tentara Turki yang datang membantu Korea Selatan adalah kontingen terbesar kedua setelah tentara Amerika Serikat. Dari mereka lah pondasi awal penyebaran Islam pada era modern di Korea Selatan terbangun.” –O– Pada tanggal 25 Juni 1950, Perang Korea dimulai ketika sekitar 75.000 Tentara Rakyat Korea Utara berbondong-bondong melintasi paralel ke-38, batas antara… Teruskan Membaca

Lifestyle

Kehidupan Muslim di Korea Selatan (1): Sejarah Masuknya Islam (1)

“Pada abad ke-7, orang-orang Islam Arab memiliki ilmuwan terbaik di dunia, dan mereka berkontribusi pada inovasi bangsa Korea.” –O– Bagi kebanyakan anak muda di Indonesia, barangkali yang paling mereka tahu tentang Korea Selatan adalah budaya popnya. Lebih dari satu dekade terakhir ini budaya pop Korea Selatan membanjiri trend kehidupan anak muda di Indonesia, khususnya di… Teruskan Membaca

Lifestyle

Peci: Sintesis Keislaman dan Keindonesian (3)

“Kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia”. (Gus Mus) —Ο—   Cukup banyak asumsi dan spekulasi tentang masuknya peci ke Nusantara. Tentang waktu masuknya, salah satu informasi yang paling tua mengatakan bahwa saat Raja Ternate Zainal Abidin (1486-1500) belajar agama Islam di madrasah Giri, ia membawa… Teruskan Membaca

Lifestyle

Peci: Sintesis Keislaman dan Keindonesian (2)

“Busana penutup kepala (headwear, headgear, headdress) merupakan jenis pakaian yang umumnya dipakai oleh masyarakat di belahan dunia manapun. Bentuknya bermacam-macam, dan tak jarang saling mempengaruhi satu sama lain. Namun demikian, masing-masing negara memiliki kekhasannya, dan pada titik tertentu, busana penutup kepala ini – dengan segenap kekhasannya – menjadi identitas kebudayaan dan nasionalisme banyak bangsa di dunia.” —Ο—… Teruskan Membaca

Lifestyle

Peci: Sintesis Keislaman dan Keindonesian (1)

“Kita memerlukan suatu lambang daripada kepribadian Indonesia. Petji jang memberikan sifat chas perorangan ini, seperti jang dipakai oleh pekerdja-pekerdja dari bangsa Melaju, adalah asli kepunjaan rakjat kita. Namanja malahan berasal dari penakluk kita. Perkataan Belanda ‘pet’ berarti kupiah. ‘Je’ maksudnja ketjil. Perkataan itu sebenarnja ‘petje’. Hajolah saudara-saudara, mari kita angkat- kita punja kepala tinggi-tinggi dan… Teruskan Membaca

Lifestyle

Aturan bagi Perempuan Arab Saudi (3): Revolusi Kultural

“Untuk mencapai Visi 2030, kaum perempuan Saudi harus produktif. Oleh karena itu, mereka harus menjadi mitra sejajar dengan laki-laki sehingga bisa ikut serta secara aktif memajukan negara.” –O– Ada alasan kuat bagi kerajaan Arab Saudi untuk mengeluarkan izin bagi para perempuan untuk mengemudi dan mengunjungi stadion. Hal tersebut terkait erat dengan ambisi Arab Saudi mewujudkan… Teruskan Membaca