Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Lifestyle - page 2

Membaca Sirah Nabi Muhammad Lewat Film (4): The Message (1976)

in Lifestyle

Setiap orang yang memandang al-mushtafa akan merasakan kesejukan membungkus tubuhnya. Seperti oase di panasnya gurun sahara. Setiap mata berkaca-kaca membendung butiran air mata, pecah, ketika lisan melantunkan pujian untuknya. Juntaian syair tercipta untuk mengenang manusia sempurna. Setiap hati bergetar, luluh lantak merindukan sosoknya. Ada selipan lantunan shalawat dalam rongga tenggorokan setiap manusia. Ada salam terkasih…

Teruskan Membaca

Islam di Kuba (1) Pengantar

in Lifestyle

“Sembilan puluh sembilan persen Muslim Kuba adalah mualaf dan bukan keturunan Arab” – Ahmed Abuero, imam masjid Kuba Apa yang akan Anda bayangkan jika mendengar nama Kuba? Negara Komunis, Ateis, Che Guevara, Fidel Castro, orang-orang Latin, Havana, Kiri, Sosialisme, atau apapun itu, namun tampaknya tidak akan ada satu pun yang mengasosiasikannya dengan Islam. Namun faktanya,…

Teruskan Membaca

Membaca Sirah Nabi Muhammad Lewat Film (3): The Message (1976)

in Lifestyle

Dengan diam menyendiri dalam kegelapan, manusia diajak melihat dirinya. Dibawa berpetualang mengarungi samudera kediriannya untuk bertemu dengan diri-Nya, yang menjadi manifes dan persemayaman Tuhan. Seperti ungkapan Yahya bin Muadz ar-Razi, “man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu.” Menggemuruhkan ruang batinnya, dan memenuhinya dengan cahaya Tuhan. Oleh: Khairul Imam (Staf Pengajar IIQ An Nur Yogyakarta) Pada salah…

Teruskan Membaca

Membaca Sirah Nabi Muhammad Lewat Film (2): The Message (1976)

in Lifestyle

Pujian dan shalawat kepada Nabi saw. tak pernah usai, sebab kita selalu ingin dekat dengannya. Beragam ekspresi tercipta untuk menunjukkan cinta dan kerinduan kepadanya. Ibarat istana yang megah, kita pun meniru sebatas kemampuan. Mulai pakaian, memanjangkan jenggot, memendekkan kumis, mengangkat kainnya; makan dengan tiga jari, bersedekah setiap hari, bermurah senyum, keramahan dan kemurahan, mengasihi sesama;…

Teruskan Membaca

Membaca Sirah Nabi Muhammad Lewat Film (1): The Message (1976)

in Lifestyle

Mengenal sosok Muhammad Saw. seakan kita dihadapkan pada suatu kemegahan yang tak bertepi. Membacanya, seperti tenggelam dalam samudera kata-kata yang tintanya tak akan pernah kering. Menghayati kehidupannya, serasa ada anomali dengan kehidupan kita sebagai manusia modern. Kemewahan ruhaninya dia tampilkan begitu rupa, kemuliaan akhlaknya memenuhi ruang narasi para pengikut setia. Oleh: Khairul Imam (Staf Pengajar…

Teruskan Membaca

Islam dan Transformasi Kuliner Dunia (4): Kuliner Mughal

in Lifestyle

Kuliner Mughal adalah kelanjutan dari tradisi kuliner Perso-Islamic dan Turko-Islamic Ottoman. Karakteristik kuliner ini adalah berpadunya rasa Islami dengan kuliner Hindu di India. Nasi biryani, yang kini dikenal hampir di seluruh penjuru dunia, adalah salah satu hidangan yang lahir di zaman dinasti Mughal. Oleh Zita Reyninta Sari[1] Cikal bakal lahirnya kuliner Mughal sebagai evolusi dari…

Teruskan Membaca

Islam dan Transformasi Kuliner Dunia (3): Turko-Islam

in Lifestyle

Kuliner Turko-Islamic atau Turki Islam adalah salah satu hasil evolusi dari kuliner Perso-Islamic. Dua cabang kuliner Turko-Islamic yang paling berpengaruh hingga kini adalah kuliner Ottoman dan kuliner Mughal. Kuliner Ottoman dan faham Sufisme berperan besar dalam memperkenalkan kopi ke dunia. Oleh Zita Reyninta Sari[1] Bibit kuliner Turko-Islamic dapat ditelusuri ke kota Baghdad di bawah kepemimpinan…

Teruskan Membaca

Islam dan Transformasi Kuliner Dunia (2): Pasca Invasi Mongol

in Lifestyle

Pada masa kejayaannya (1200-1350 M), kuliner bangsa nomaden Mongol dipengaruhi oleh sentuhan Tiongkok, Perso-Islamic, dan Turko-Islamic. Penyebaran kuliner mereka tidak hanya mencakup Asia Tengah dan jazirah Persia, tapi disebut-sebut juga menjangkau Eropa. Oleh Zita Reyninta Sari[1] Bangsa Mongol berhasil merebut Baghdad, ibukota Kekhalifahan Abbasiyah, di tahun 1258. Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Jengis Khan, bangsa Mongol…

Teruskan Membaca

Islam dan Transformasi Kuliner Dunia (1): Perso-Islamic

in Lifestyle

Perkembangan pengaruh kuliner Islami berlangsung dalam tiga tahap, yaitu periode Persia-Islam (abad ke-8 dan ke-9), Mongol-Islam (abad ke-13 dan ke-14), dan Turki-Islam (abad ke-15). Dari ketiga periode ini, bahkan pengaruhnya masih terasa sampai sekarang, misalnya konsumsi terhadap pasta, gula-gula, dan kopi.   Oleh Zita Reyninta Sari[1] Keberadaan kuliner Islami di berbagai tempat tidak dapat dilepaskan…

Teruskan Membaca

Kehidupan Muslim di Korea Selatan (6): Rahman Lee Ju-Hwa, Imam Umat Islam Korea

in Lifestyle

“Kita dapat menemukan berbagai budaya, agama, dan keyakinan yang berbeda di masyarakat Korea. Saya percaya kita harus mengakui perbedaan agar bisa hidup bersama secara harmonis.” –O– Awalnya sulit bagi A. Rahman Lee Ju-Hwa, yang masuk Islam pada tahun 1984, untuk memberi tahu teman-temannya bahwa dia tidak dapat berkumpul dengan mereka untuk acara barbekyu dan minum-minum.…

Teruskan Membaca