Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Islam

Penaklukan Persia (22): Kontroversi Saif bin Umar (2): Fabrikasi Sejarah

in Sejarah

Saif telah mengubah riwayat, mempercepat tanggal al-Yarmuk menjadi 13 H (634 M), dua tahun lebih awal dari yang disebutkan di semua sumber lain, untuk mengakomodasi klaimnya atas kepemimpinan Khalid bin al-Walid. Mari kita lanjutkan kembali biografi Saif bin Umar yang disampaikan oleh Khalid Yahya Blankinship[1]: Jelas, riwayat-riwayat dari Saif yang melebih-lebihkan (ditambah-tambahi dari riwayat yang…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (21): Kontroversi Saif bin Umar (1)

in Sejarah

Saif bin Umar adalah sejarawan Islam awal yang karyanya begitu banyak dikutip oleh al-Tabari. Namun para ahli hadis menolak riwayat darinya dan menuduhnya sebagai seorang zindik. “Pergilah ke Irak sampai engkau memasukinya. Mulailah dengan pintu gerbang ke India, yaitu al-Ubullah (sekarang di Basrah, Irak-pen). Jadikanlah orang-orang Persia (Fars) dan negara-negara yang berada di bawah pemerintahan…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (20): Daftar Raja-Raja Persia dan Dominasi Kaum Parthian

in Sejarah

Umum diketahui bahwa pasukan Islam ketika menaklukan Persia berhadapan dengan Dinasti Sasaniyah. Padahal sejatinya yang dihadapi adalah Kaum Parthian, bukan Sasan. Kaum Parthian tetap ada bahkan hingga ke masa Dinasti Abbasiyah. Nabi Muhammad saw wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal 11 H, atau bertepatan dengan 8 Juni 632 M, pada usia 63 tahun 4 hari.[1]…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (19): Dua Ratu Persia (2): Azarmidukht

in Sejarah

Oleh Tabari dia digambarkan sebagai wanita tercantik di Persia. Namun karena skandal cinta, hidupnya berakhir nahas dengan wajah yang dirusak dibutakan. Putri Persia selanjutnya yang naik takhta menjadi Ratu (Banbishnan banbishn, bahasa Persia, Ratunya para ratu) adalah Azarmidukht. Dia adalah putri Abarwiz (Kisra II) – putra Hurmuz IV – putra Anushirwan (Kisra I). Atau jika…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (18): Dua Ratu Persia (1): Buran

in Sejarah

Buran adalah salah satu putri Persia yang naik takhta. Sebelumnya, selain sebagai saudara perempuan Shiruyah, dia juga berperan sebagai istrinya. Perkawinan sedarah adalah hal yang biasa dalam Dinasti Sasaniyah. Sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya, ketika kekuasaan di Persia terus-menerus berganti dalam waktu yang begitu singkat, dua di antara mereka yang naik takhta adalah putri…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (17): Kekacauan di Persia

in Sejarah

Rasulullah bersabda, “Tidak sukses suatu kaum (masyarakat) yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan.” (Bukhari) Sekarang alur kisah kita kembalikan ke masa Abarwiz (Kisra II) yang dibunuh oleh Shiruyah (Qubadh II), putranya sendiri yang menginginkan takhta kerajaan Dinasti Sasaniyah. Sebagaimana telah dibahas, Shiruyah juga kemudian membunuh seluruh anggota keluarganya yang laki-laki, terkecuali putranya sendiri, Ardashir. Para…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (16): Strata Sosial di Persia (2)

in Sejarah

Selama berabad-abad rakyat Persia melihat penguasa mereka tenggelam dalam kemewahan. Oleh karena itu, ketika gubernur Muslim baru datang ke wilayah ini hanya dengan keledai, mereka begitu keheranan. Dia adalah salah seorang sahabat Nabi. Pada masa Sasaniyah, hanya anak-anak orang kaya dan bangsawan yang berhak mengenyam pendidikan. Rakyat umum serta kelas menengah tidak berhak mendapatkan pengetahuan…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (15): Strata Sosial di Persia (1)

in Sejarah

Kisra II mempunyai 3.000 orang istri dan 12.000 perempuan penyanyi…. Dia memiliki 960 gajah dan 12.000 keledai untuk membawa bawaannya. Dia juga mempunyai 1.000 ekor unta. Kemewahan Istana Persia Raja-raja Dinasti Sasaniyah umumnya gemar akan kemewahan dan kerakusan. Kemegahan dan kemewahan istana mereka menyilaukan mata. Pada masa Sasaniyah, orang Persia memiliki bendera yang dinamakan Dirafsy-i…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (14): Dosa Kaum Majusi (2)

in Sejarah

Raja Kisra II membangun sebuah kuil api dan menempatkan 12.000 pendeta di dalamnya untuk menyanyikan lagu-lagu pujaan dan berdoa. Zoroastrianisme (yang melekat dan diklaim oleh Kaum Majusi) pada dasarnya adalah agama istana Sasaniyah. Para pendetanya, dengan memanfaatkan instrumen istana menekan rakyat yang tertindas agar tetap diam, menciptakan sebuah kondisi agar rakyat tetap pasrah dengan kesusahan…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (13): Dosa Kaum Majusi (1)

in Sejarah

Majusi pada awalnya adalah sebuah suku dengan adat istiadat khusus seperti memamerkan mayat, berperang dengan siluman, dan menafsirkan mimpi. Masih ingatkah para pembaca tentang surat dari Nabi Muhammad saw yang ditujukan untuk Kisra? Pada bagian akhir surat itu tertulis: “Masuklah Islam, niscaya Tuan akan selamat. Namun jika Tuan menolak, maka dosa orang-orang Majusi ada di…

Teruskan Membaca