Mozaik Peradaban Islam

Simbol Bulan Sabit dan Bintang dalam Islam (5): Bendera Negara (2)

in Budaya Islam

“Dari total 14 negara yang menggunakan simbol ini, dua di antaranya bukan negara Islam, dan secara pemaknaannya pun tidak ada hubungannya dengan Islam.”

–O–

Photo Feature: Kisspng
  1. Pakistan
Bendera Pakistan. Photo: flagpedia

Pakistan terletak di Asia Selatan. Penduduk Pakistan 96% Muslim, sisanya adalah Kristen atau Hindu.

Bendera Pakistan didominasi oleh warna hijau, dengan seperempat garis putih vertikal di tepi kirinya. Di dalam bagian hijau terdapat gambar bintang dan bulan sabit putih besar. Latar belakang hijau melambangkan Islam, dan garis putih vertikal mewakili agama minoritas Pakistan. Bulan sabit melambangkan kemajuan, dan bintang melambangkan pengetahuan.[1]

 

  1. Tunisia
Bendera Tunisia. Photo: flagpedia

Tunisia terletak di Afrika Utara. Penduduk Tunisia 99% adalah Muslim, sisanya Kristen, Yahudi, dan Baha’i.

Latar belakang bendera Tunisia berwarna merah, dengan lingkaran putih di tengahnya. Di dalam lingkaran putih terdapat gambar bulan sabit dan bintang yang berwarna merah. Bendera ini disahkan pada tahun 1835, yang mana desainnya diinspirasikan dari bendera Dinasti Ustmaniyah (Ottoman). Tunisia merupakan bagian dari Ottoman dari sejak akhir abad ke-16 sampai tahun 1881.[2]

 

  1. Turki
Bendera Turki. Photo: flagpedia

Turki terletak di perbatasan benua Asia dan Eropa. Sembilan puluh sembilan penduduk Turki 99% Muslim, namun ada juga populasi kecil seperti orang-orang Kristen dan Yahudi.

Desain bendera Turki diadopsi dari bendera Dinasti Ottoman. Latar belakang bendera tersebut berwarna merah dan dengan gambar bulan sabit dan bintang yang berwarna putih.[3]

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, lambang bulan sabit dan bintang menjadi luas digunakan di dunia Islam karena pengaruh kekuasaan Ottoman selama berabad-abad di berbagai wilayah dunia.

Artikel Terkait:

 

 

  1. Turkmenistan
Bendera Turkmenistan. Photo: flagpedia

Turkmenistan terletak di Asia Tengah, ia merdeka dari Uni Soviet pada tahun 1991. Penduduk Turkmenistan 89% Muslim, dan 9 % lainnya mayoritas adalah Ortodoks Timur. Bendera Turkmenistan adalah salah satu desain bendera yang paling detail di dunia. Latar belakangnya berwarna hijau, di dekat sisi kiri terdapat garis merah vertikal. Di dalam garis merah itu terdapat lima motif tenun karpet tradisional (melambangkan industri karpet yang terkenal dari negara itu). Lima motif itu tersusun di atas dua cabang daun zaitun yang bersilangan, yang melambangkan netralitas negara. Di sebelah sudut kanan atas garis merah vertikal terdapat gambar bulan sabit putih yang melambangkan masa depan yang cerah, dan lima bintang putih yang melambangkan wilayah Turkmenistan.[4]

 

  1. Uzbekistan
Bendera Uzbekistan. Photo: flagpedia

Uzbekistan terletak di Asia Tengah, mereka merdeka dari Uni Soviet pada tahun 1991. Penduduk Uzbekistan 89% Muslim, dan sisanya kebanyakan adalah Ortodoks Timur.

Bendera Uzbekistan terdiri dari tiga garis horizontal berwarna biru, putih, dan hijau (dari atas ke bawah). Biru melambangkan air dan langit, putih melambangkan cahaya dan kedamaian, dan hijau melambangkan alam dan pemuda. Antara masing-masing garis itu terdapat garis merah tipis, yang melambangkan “aliran air dari kekuatan kehidupan yang mengalir melalui tubuh kita” (terjemahan dari bahasa Uzbek ke bahasa Inggris oleh Mark Dickens). Di sudut kiri atas, terdapat bulan sabit putih yang melambangkan pusaka dan kemandirian Uzbek, dan 12 bintang putih melambangkan 12 distrik negara, atau makna alternatifnya, 12 bulan dalam setahun.[5]

 

  1. Brunei
Bendera Brunei. Photo: flagpedia

Brunei merupakan negara kecil yang berada di Asia Tenggara, mereka memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1984. Penduduk Brunei 87% Muslim, dan sisanya adalah Kristen, Buddha, dan agama kepercayaan lokal.[6]

Desain bendera Brunei diadopsi pada tahun 1959, terdiri dari garis diagonal kuning (pada bagian sisi atas dan bawah), dan garis diagonal hitam dan putih (pada bagian tengah). Di bagian tengah bendera terdapat lambang nasional negara. Bendera ini baru mendapatkan status sebagai bendera resmi negara pada tahun 1984, ketika Brunei memperoleh kemerdekaannya.[7]

Lambang nasional Brunei terdiri dari bulan sabit merah di bagian bawahnya yang melambangkan Islam. Di antara bulan sabit terdapat dua tangan yang telapaknya menghadap ke langit. Pada bagian paling atas lambang terdapat gambar payung, sayap, dan bendera kecil. Payung melambangkan kerajaan. Sayap dengan empat bulu yang menghiasi payung melambangkan penjagaan integritas dan perdamaian. Kuning adalah warna khas Sultan, sementara itu garis-garis diagonalnya merupakan tambahan yang dibuat pada tahun 1906 ketika Brunei menjadi koloni Inggris.[8]

Bendera Singapura. Photo: flagpedia
Bendera Nepal. Photo: flagpedia

Di luar 12 negara Islam di atas, ada juga negara non-Muslim yang menggunakan simbol bulan sabit dan bintang, mereka adalah Singapura dan Nepal, namun keduanya tidak memiliki hubungan apapun dengan Islam.[9] [10] (PH)

Selesai.

Sebelumnya:

Simbol Bulan Sabit dan Bintang dalam Islam (4): Bendera Negara (1)

Catatan Kaki:

[1] Huda, “The Crescent Moon Symbol on National Flags”, dari laman https://www.thoughtco.com/crescent-moon-symbol-4122759, diakses 19 November 2018.

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

[5] Ibid.

[6] Pushpa Thambipillai, Ooi Jin Bee, dan Mohamad Yusop Damit, “Brunei”, dari laman https://www.britannica.com/place/Brunei, diakses 19 November 2018.

[7] “Flag of Brunei”, dari laman http://flagpedia.net/brunei, diakses 19 November 2018.

[8] Ibid.

[9] Whitney Smith, “Flag of Singapore”, dari laman https://www.britannica.com/topic/flag-of-Singapore, diakses 19 November 2018.

[10] Whitney Smith, “Flag of Nepal”, dari laman https://www.britannica.com/topic/flag-of-Nepal, diakses 19 November 2018.