Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Pengetahuan

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (6): Musnahnya Sebuah Warisan (6): Situasi Sekarang (2)

in Pustaka

Tak perlu ilmuwan besar, ataupun ilmuwan apapun, untuk memahami bahwa dunia berbicara lantang tentang keagungan Sang Penciptanya. Orang bodoh pun mengetahui hal ini. Dalam dunia Islam pramodern, etos Islami ada di mana-mana, namun para pemikir dan intelektual besar tetap menghabiskan seluruh kehidupan mereka untuk mencari pengetahuan tentang Tuhan, kosmos, dan jiwa secara lebih mendalam. Menurut…

Teruskan Membaca

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (5): Musnahnya Sebuah Warisan (5): Situasi Sekarang (1)

in Pustaka

Kemungkinan besar proses-proses berpikir Muslim saat ini sebenarnya tidak ditentukan oleh prinsip-prinsip Islam dan pemahaman Islam. Saya katakan bahwa tradisi Islam umumnya, meskipun tidak sepenuhnya, telah menghilang. Hal ini jelas bagi orang-orang yang telah mempelajari sejarah peradaban Islam. Para sarjana sering membahas kehilangan ini dalam kaitan dengan “periode keemasan” Islam klasik dan kemunduran secara bertahap…

Teruskan Membaca

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (4): Musnahnya Sebuah Warisan (4): Peran Tradisi Intelektual (2)

in Pustaka

Jika Muslim ingin mengikuti “jalan yang lurus” (shirâth al-mustaqim), maka mereka perlu menggunakan pikiran mereka, kesadaran, dan berpikir dengan cara yang selaras dengan Allah, Sang Realitas sejati. Jadi, apakah tujuan Islam? Secara umum, tujuan Islam adalah membawa orang ke dalam keharmonisan dengan segala sesuatu sebagaimana adanya. Dengan kata lain, Islam membawa manusia kembali ke hadirat…

Teruskan Membaca

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (3): Musnahnya Sebuah Warisan (3): Peran Tradisi Intelektual (1)

in Pustaka

Bagi Muslim, manusia harus berpikir karena mereka pasti berpikir, karena mereka adalah makhluk berpikir. Mereka tidak punya pilihan lain kecuali berpikir, karena Allah telah memberi mereka akal dan pikiran. Penting untuk menekankan bahwa tidak ada agama dapat bertahan hidup, apalagi berkembang, tanpa tradisi intelektual yang hidup. Ini menjadi jelas begitu kita bertanya pada diri sendiri…

Teruskan Membaca

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (2): Musnahnya Sebuah Warisan (2): Ijtihad

in Pustaka

Mengingat kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang mujtahid, sebagian besar Muslim Sunni selama beberapa abad telah berpendapat bahwa pintu ijtihâd telah tertutup. Golongan Syi’ah, sebaliknya, menganggap hal itu selalu terbuka. Kata taqlîd sering dikupas dalam tulisan-tulisan pemikir Muslim zaman modern, yang biasanya dia menggambarkannya sebagai celaan masyarakat Islam. Bagaimanapun, bahasan-bahasan di sini, tidak berfokus pada…

Teruskan Membaca

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (1): Musnahnya Sebuah Warisan (1)

in Pustaka

Di dalam Islam ada dua jenis pengetahuan, yaitu taqlîd (mengikuti otoritas) dan tahqîq (intektual). Tidaklah masuk akal jika orang mengaku memahami tahqîq tapi dia hanya meniru gurunya. Pengantar Redaksi Artikel dalam rubrik pustaka kali ini akan mengutip beberapa halaman sebuah buku yang ditulis oleh William C. Chittick, yang berjudul Science of the Cosmos, Science of…

Teruskan Membaca

Mengenal Allah (8): Tanya Jawab (3): Ilmu yang Berguna

in Tasawuf

Sayidina Ali bin Abi Thalib ra mengatakan, “Tidur dalam keadaan yakin lebih baik daripada beribadah dalam keadaan ragu.” Apakah kita boleh belajar dari berbagai orang yang berbeda keyakinannya? Mari kita bertanya, mengapa Rasulullah lebih meminta kita memilih mendatangi majelis ilmu dibandingkan majelis ibadah? Karena bisa jadi kumpulan orang-orang beribadah itu ingin menipu kita. Kita tidak…

Teruskan Membaca

Mengenal Allah (7): Tanya Jawab (2): Ilmu dan Harta

in Tasawuf

Sayidina Ali mengatakan, “Apabila ingin mencari dunia, engkau memerlukan ilmu. Jika ingin mencari akhirat, engkau juga membutuhkan ilmu.” Bagaimana kita mengamalkan zikir secara kongkrit dalam kehidupan sehari-hari? Mengingat Allah itu harus dengan segenap dimensi kita. Tidak boleh kita hanya berzikir dengan mulut tapi kenyataanya hati kita lalai. Demikian juga sebaliknya, ketika hati mengingat Allah tapi…

Teruskan Membaca

Mengenal Allah (6): Tanya Jawab (1): Perjalanan Abadi

in Tasawuf

Setelah manusia mati perjalanan mengenal Allah tak akan pernah usai. Di alam kubur akan ada pelajaran makrifat Allah, pada alam setelahnya ada lagi pelajaran makrifat Allah, walhasil ini perjalanan abadi. Apa saja tahapan mengenal Allah, apakah cukup dengan membaca buku agama? Mengenal Allah itu perjalanan sepanjang hidup, sampai kita mati. Bahkan, para arif berpendapat, setelah…

Teruskan Membaca

Mengenal Allah (5): Pangkal Agama adalah Ilmu (3)

in Tasawuf

Suatu hari, Sayidina Ali bin Abi Thalib berjalan bersama sahabatnya, Kumail. Di tengah jalan, langkah Kumail terhenti ketika mendengar seorang melantunkan bacaan Alquran. “Aku akan memberitahu tentang siapa orang yang membaca Alquran itu,” kata Ali. Kemuliaan Orang Berilmu Ada hadis yang menarik, “Kemuliaan orang berilmu satu derajat dibandingkan seorang yang syahid. Kemuliaan orang yang syahid…

Teruskan Membaca