Mozaik Peradaban Islam

Author

Aldi Daniealdi - page 2

Aldi Daniealdi has 2016 articles published.

Kerajaan Mataram (1): Membangun Sejarah di Tanah Jawa

in Islam Nusantara

“Wilayah kadipaten yang kelak menjadi Kerajaan Mataram itu merupakan hadiah yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan.” Sejarah historis nama Mataram digunakan kali pertama oleh sebuah kerajaan pra-islam di abad ke-8 M, diambil dari Bahasa Sanskerta “Matr” artinya adalah “Ibu”.[1] Kerajaan yang disebut Mataram Kuno ini terletak di Bhumi Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya), Jawa Tengah. Lalu…

Teruskan Membaca

Rohingya, Identitas yang Terpinggirkan (3)

in Studi Islam

“Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, membantah adanya upaya pembersihan etnis di negaranya.” Sejak seperempat terakhir abad ke-20, karena kekerasan antar-komunitas di negara bagian Rakhine, atau kampanye tentara Myanmar—yang menjadikan suku Rohingya sasaran—membuat Rohingya melarikan diri dari negara tersebut. Melarikan Diri ke Negara Tetangga Mereka pergi ke daerah lain di Myanmar atau negara…

Teruskan Membaca

Rohingya, Identitas yang Terpinggirkan (2)

in Studi Islam

“Ada 135 suku etnis yang diakui oleh negara Myanmar sebagai warganegaranya, kecuali, suku Rohingya, Karen, dan Naga. Undang-Undang Kewarganegaraan pada tahun 1982, tidak memasukkan Rohingya ke dalam 135 kelompok etnis nasional yang diakui di Myanmar.” Tidak ada tanda-tanda pemerintahan Myanmar modern untuk memberikan wilayah otonom negara Muslim bagi Rohingya. Justru yang terjadi adalah upaya pemerintah…

Teruskan Membaca

Rohingya, Identitas yang Terpinggirkan (1)

in Studi Islam

“PBB menyebut orang-orang Rohingya sebagai “the most persecuted minority in the world”. Minoritas paling teraniaya di dunia.” Ada 135 suku etnis yang diakui oleh negara Myanmar sebagai warganegaranya, kecuali, suku Rohingya, Karen, dan Naga. Selama tinggal di wilayah negara tersebut, ketiga golongan ini tidak diakui Myanmar. Faktor agama, perbedaan fisik, dan upaya ketiga golongan ini…

Teruskan Membaca

Jabir bin Hayyan: Putra Apoteker Menjadi Bapak Kimia Modern (2)

in Tokoh

Minim catatan sejarah mengenai kehidupan Jabir melarikan diri setelah Tragedi Barkamiah. Salah satu sumber hanya menyebutkan bahwa ia justru diusir dari Baghdad karena kedekatannya dengan keluarga al-Barmakiah, lalu Jabir kembali ke Kota Kufah hingga akhir hayatnya di sana.[1] Muncul perbedaan pendapat mengenai Jabir bin Hayyan. Hal ini sempat menjadi perdebatan panjang antara ilmuwan Muslim pun…

Teruskan Membaca

Jabir bin Hayyan: Putra Apoteker Menjadi Bapak Kimia Modern (1)

in Tokoh

“Karena kedekatan Jabir dengan keluarga wazir, ia pun terpaksa melarikan diri ke Kufa. Ia bersembunyi dari para pendukung khalifah Harun Al-Rasyid.” Perkembangan dunia sains didominasi oleh Muslim sekitar tahun 800 M. Berawal dari pemerintahan Harun al-Rashid di Baghdad, hingga beberapa pemerintahan khalifah setelahnya. Yang disebut sebagai The Golden Age of Islam atau Masa Keemasan Islam.…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (19): Sebab dan Akibat Runtuhnya Kesultanan

in Islam Nusantara

Sikap pro Sultan Haji kepada VOC membuat kekecewaan besar di hati Sultan Ageng Tirtayasa. Apalagi putranya yang sudah memiliki kekuasaan cukup besar, mulai menancapkan cengkramannya terhadap kerajaan. Sehingga terjadi perpecahan di Kesultanan Banten, antara faksi Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji. Kudeta Terhadap Sultan Ageng Tirtayasa Di bulan Mei 1680 M, Sultan Haji mengutus perwakilannya…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (18): Puncak Kejayaan Kesultanan (2)

in Islam Nusantara

“Sultan Ageng Tirtayasa berharap putranya akan meneruskan perjuangan yang selama ini dilakukan. Akan tetapi, sikap Sultan Haji di luar ekspetasi sang ayah.” Permusuhan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan VOC semakin meruncing dari waktu ke waktu. Sikap penguasa Banten ini bukan tidak ada alasan, karena VOC melakukan berbagai tindakan ‘curang’ dengan memblokade pelabuhan Banten. Kapal-kapal dagang…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (17): Puncak Kejayaan Kesultanan (1)

in Islam Nusantara

“Sikap keras Sultan Ageng Tirtayasa tak hanya diimplementasikan pada syariat agama yang dijalankan di kesultanan, tetapi juga masalah perniagaan dan perekonomian.” Perkembangan agama Islam di Banten pada masa kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, semakin kuat. Terlebih sang sultan menjalankan syariat agama secara ketat di wilayah kekuasaannya, Islam menjadi bagian tak terpisahkan bagi budaya masyarakat. Ilmu tarekat…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (16): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (13)

in Islam Nusantara

“Karena kegigihannya melawan VOC, ia dianugerahi gelar sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Orang-orang mengetahuinya sebagai Sultan Ageng Tirtayasa.” Di usia 55 tahun Abul Mafakhir mangkat setahun setelah peristiwa Pagarage, di tahun 1651. Ia dimakamkan di samping makam putranya, Abul Ahmad, dan sang ibu, Ratu Wanagiri.[1] Masa-masa keterpurukan Kesultanan Banten berhasil diatasi oleh sultan keempat…

Teruskan Membaca