Mozaik Peradaban Islam

Author

Aldi Daniealdi - page 3

Aldi Daniealdi has 2016 articles published.

Kesultanan Banten (15): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (12)

in Islam Nusantara

“Pihak Banten sendiri sudah menyiapkan 50 kapal di bawah pimpinan Astrasusila, Narapaksa, dan Wirapaksa untuk menghalau kekuatan Cirebon.” Kesultanan Banten kembali didatangi oleh utusan dari Cirebon, yakni dua pemuda kembar bernama Jiwaprana dan Nalawangsa. Tujuan mereka tetap sama, membujuk Abul Mafakhir agar mengakui eksistensi Kerajaan Mataram. Namun, sang sultan tetap menolak permintaan mereka.[1] Terjadinya Konflik…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (14): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (11)

in Islam Nusantara

“Utusan Abul Mafakhir kembali ke Banten, mereka menyampaikan kesan-kesannya kepada sang sultan. Para utusan menyimpulkan bahwa Banten harus bersiap-siap menghadapi Mataram.” Kesultanan Banten berusaha bangkit dari masa-masa deklinasi, meski dibutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk memulihkannya. Abul Mafakhir sebagai sultan berusaha keras untuk mewujudkan Kesultanan menjadi kerajaan yang damai dan makmur bagi rakyatnya. Akan…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (13): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (10)

in Islam Nusantara

Hubungan perdagangan dan diplomasi Abul Mafakhir dengan bangsa Inggris cukup baik, tetapi tidak halnya dengan bangsa Belanda. Masalah politik antara Banten dan Belanda tetap menjadi kemelut. Ancaman dari Kerajaan Mataram pun semakin nyata, ketika kerajaan itu mengepakkan sayapnya untuk menguasai pulau Jawa. Benturan Dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Meski pelabuhan Banten terbuka bagi para pedagang…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (12): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (9)

in Islam Nusantara

“Ketika perekonomian di Banten mulai membaik, Abul Mafakhir mengirim utusan ke Mekkah pada tahun 1633 M dan kembali pada 21 April 1638 M.” Kekhawatiran Pangeran Aria Ranamanggala akan terjadinya eksploitasi dan monopoli dagang bangsa asing, alasan-alasannya cukup relevan. Terlebih setelah mengetahui bahwa sekutu Banten, yakni Pangeran Jayakarta justru melakukan kontrak perdagangan dengan bangsa Belanda. Alangkah…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (11): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (8)

in Islam Nusantara

“Polemik-polemik masa pemerintahan Pangeran Aria Ranamanggala tak lantas redam begitu saja. Sang pangeran sudah menyadari adanya ancaman yang mengintai Banten.” Naiknya Pangeran Aria Ranamanggala menjadi mangkubumi sekaligus wali raja, menyulut kemarahan kaum ponggawa.Bersama Pangeran Kulon, kaum ponggawa, tumenggung, syahbandar, seorang keling—yang disebut Andamohi Keling membuat benteng pertahanan di sekeliling pelabuhan. Mereka bertekad ingin menjadi pemenang…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (10): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (7)

in Islam Nusantara

Pemberontakan Pangeran Mandalika tidak bisa dianggap remeh, karena para pendukungnya adalah sosok-sosok ahli perang, dan pandai menggunakan senjata. Tidak sepadan dengan para ponggawa dan pedagang, yang tidak memiliki pendidikan militer. Pangeran Chamarra tak mungkin bisa menaklukkan pemberontakan para pangeran jika tak ada sokongan pasukan. Maka Pangeran Chamarra meminta bantuan kepada penguasa Jayakarta, yakni Pangeran Wijayakrama…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (9): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (6)

in Islam Nusantara

Dikatakan bahwa para kaum elit tidak simpatik pada Yudha Nagara, karena ia memiliki perangai yang kurang baik.[1] Sehingga setelah ia diangkat menjadi Mangkubumi, terjadi huru-hara di kota. Dalam penafsiran nara sumber, “huru-hara” tersebut dimaksudkan sebagai reaksi kaum bangsawan yang menentang kekuasaan berada di tangan ponggawa.[2] Karena, Yudha Nagara bukan kaum bangsawan, dan tidak memiliki kewibawaan…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (8): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (5)

in Islam Nusantara

“Mangkubumi yang sudah sepuh tak mampu menghalau datangnya para bangsa asing yang mencari rempah. Pemerintahan semrawut, para kaum elit pun mulai bertindak ‘sendiri-sendiri’.” Semasa hidupnya, Maulana Muhammad mungkin tidak berhasil melakukan ekspansi wilayah atau menaklukkan kerajaan lain seperti apa yang dilakukan oleh ayah dan kakeknya. Akan tetapi, selama memimpin pemerintahan di Banten ia sangat memperhatikan…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (7): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (4)

in Islam Nusantara

Maka Maulana Muhammad pun pergi bersama armada Kesultanan Banten menuju ke Palembang dengan jiwa mudanya yang penuh semangat. Pasukan yang dibawa oleh sang sultan cukup banyak, dan kemungkinan pertempuran sangat besar. Namun, tak ada yang tahu, takdir apa yang menunggu di sana. Penyerbuan ke Palembang Pada tahun 1596 M, Maulana Muhammad memimpin 200 armada kapal…

Teruskan Membaca

Kesultanan Banten (6): Dinamika Sosial dan Politik Hingga ke Masa Kejayaan Sultan (3)

in Islam Nusantara

“Atensi sang sultan tak hanya masalah politik ekspansi wilayah, tetapi ia juga mendengar bahwa di Palembang ada suku-suku yang masih kafir.” Menjadi seorang sultan muda, Maulana Muhammad cukup berambisi untuk menjadi suksesor para sultan sebelumnya. Terlebih pada masa itu, penyebaran Islam di Nusantara mulai berkembang pesat.  Kakeknya merebut Banten, ayahnya menaklukkan Kerajaan Pajajaran, maka Maulana…

Teruskan Membaca