Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental - page 2

Monumental

Ustmaniyah Menyerang Wina (1): Hubungan Habsburg-Ustmaniyah

“Hubungan antara Kekaisaran Habsburg — atau Austria — dan Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) sebelum tahun 1683 berlangsung dalam bentuk antipati selama lebih dari 250 tahun. Permusuhan di antara mereka sangat akut karena wilayah mereka berbatasan langsung.” –O– Artikel ini akan membahas seputar peristiwa Penyerangan Wina (ibu kota Kekaisaran Habsburg/Austria)  yang kedua oleh Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) pada… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (13): Pemberontakan Bangsa Arab (4)

“Pemberontakan terhadap Turki-Ustmani yang dilakukan oleh Husein menjadi salah satu inspirasi utama bagi bangkitnya nasionalisme Arab di Timur Tengah. Setelahnya sentimen ke-Araban akan mewarnai dinamika politik Timur Tengah dalam setengah abad ke depan.” –O– Tanpa Pemberontakan Arab, pelabuhan Aqaba yang kecil tapi strategis dan penting – sekarang di Yordania, di awal Laut Merah – tidak… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (12): Pemberontakan Bangsa Arab (3)

“Progres pemberontakan berlangsung dengan cepat, hanya sekitar tiga bulan dari sejak pecahnya pemberontakan Husein telah memproklamasikan dirinya sebagai raja bangsa Arab, dan pada bulan Desember 1916 dia telah diakui oleh Inggris sebagai penguasa independen.” –O– Pemberontakan Arab dimulai pada 10 Juni 1916, ketika pasukan Husein bin Ali, sharif Mekkah, menyerang garnisun Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) di… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (11): Pemberontakan Bangsa Arab (2)

“Inggris berjanji untuk menyediakan logistik, senjata, dan dana kepada Husein untuk pemberontakannya melawan Ustmaniyah dan mengakui kekhalifahan bangsa Arab.” –O– Ketika Ottoman (Ustmaniyah)-Jerman mendeklarasikan Jihad untuk melawan Inggris-Prancis-Jerman, Husein bin Ali menolak melaksanakannya karena dia tengah dalam pertimbangan pribadinya, apakah akan terus mengabdi kepada Ottoman, atau mencari alternatif lain.[1] Max von Oppenheim, agen Jerman, yang… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (10): Pemberontakan Bangsa Arab (1)

“Di tengah sengitnya pertempuran dalam Perang Dunia I, Husein bin Ali, penjaga kota Mekkah, yang memiliki suara yang sangat penting, justru malah menolak melaksanakan fatwa jihad yang dideklarasikan oleh Kesultanan Ustmaniyah.” –O– Sebelumnya kita telah membahas, dalam Perang Dunia I, baik Jerman maupun Inggris sama-sama menghadapi isu yang sama terkait fenomena jihad dalam Islam. Jika… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (9): Greenmantle, Sang Mahdi Palsu

“Untuk memecah belah Muslim, Inggris menciptakan karakter palsu yang menyerupai Mahdi, Imam akhir zaman.” –O– Perang Dunia I bukan sekedar perang Hard Power semata yang mengandalkan kekuatan militer, namun di baliknya, mereka juga menggunakan Soft Power seperti opini, perang psikologis, dan propaganda.[1] Dalam hal ini, ketika Jerman dan Ustmaniyah (Ottoman) memutuskan untuk beraliansi, dan lalu… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (8): Jihad dan Pan-Islamisme

“Sebelum Perang Dunia I pecah, Eropa dibayang-bayangi ketakutan akan Jihad dan Pan-Islamisme. Hingga muncul dua solusi: melawannya atau mengeksploitasinya?” –O– Jika di pihak Inggris terdapat tokoh intelijennya yang melegenda, yang dikenal dengan sebutan Lawrence of Arabia (nama aslinya Thomas Edward Lawrence), yang bahkan kisahnya sampai dibukukan dan difilmkan,[1] maka sedikit yang mengetahui, di pihak Jerman… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (7): Max von Oppenheim, Pencetus Jihad dari Jerman

“Terpengaruh Oppenheim, Wilhelm II, Kaisar Jerman, pada 1898 berkunjung ke Timur Tengah. Di depan makam Sultan Saladin dia berpidato dan menyatakan dirinya sebagai teman abadi bagi 300 juta Muslim di dunia.” –O– Jihad dalam Islam, baik itu berdasarkan al-Quran maupun Hadist, sebenarnya memiliki makna yang luas, namun dalam konteks Perang Dunia I, oleh orang-orang Eropa,… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (6): Penindasan Bangsa Arab

“Cemal Pasha, salah satu Jenderal Ustmaniyah, menggantung tokoh-tokoh Arab yang dia curigai sebagai pengkhianat di depan keramaian. Momentum ini dianggap sebagai cikal bakal bangkitnya sentimen Arabisme di Timur Tengah.” –O– Perang menjadi ujian bagi hubungan Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) dengan rakyatnya yang bersuku bangsa Arab. Meskipun pada awalnya orang-orang Arab Ottoman sebagian besar mempertahankan kesetiaan tradisional… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (5): Kalah

“Kisah ini bukanlah kisah yang menyenangkan dalam sejarah Islam, karena Kekhalifahan Islam – Ustmaniyyah – mengalami kekalahan telak dan menyakitkan. Namun bagaimanapun sejarah ini, kendatipun kelam, adalah sesuatu yang harus dicermati dan dipelajari.” –O– Setelah Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) menerbitkan fatwa “Perang Suci” dalam Perang Dunia I, atau yang mereka sebut dengan cihad-ı ekber (Jihad Besar),[1]… Teruskan Membaca