Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental - page 2

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (15): Abdul Qadir (12)

Di Damaskus, Abdul Qadir mengajari para ulama tentang karya Ibnu Arabi. Namun otoritas keagamaan setempat tidak menyukainya. Peristiwa yang terjadi kepada Ibnu Arabi enam abad sebelumnya terulang kembali. Guru Spiritual Di Damaskus, Abdul Qadir membeli tiga rumah yang sangat besar. Rumah-rumah itu kemudian disatukan sehingga luasnya seperti lapangan sepak bola. Rumah itu tidak hanya cukup… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (14): Abdul Qadir (11)

Semasa hidupnya, di Damaskus Ibnu Arabi menentang ide-ide keagamaan ortodoks, dan dia melontarkan kritik keras terhadap para pemuka agama setempat. Setelah kematiannya, karena kesal, untuk membalas dendam mereka menimbun sampah di makamnya. Bagi Abdul Qadir, Ibnu Arabi adalah guru spiritualnya, oleh karena itulah dia ingin menetap di Damaskus. Ibnu Arabi dan Damaskus Setelah tiba di… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (13): Abdul Qadir (10)

Ketika hendak meninggalkan Prancis, salah seorang biarawati yang pernah bertemu dengannya menulis, “Tidak ada kebajikan Kristen yang tidak dipraktikkan Abdul Qadir kecuali dalam tingkat tertinggi.” Menuju Konstantinopel Sebelum meninggalkan Prancis, Abdul Qadir ingin melihat kota Paris terlebih dahulu, untuk belajar lebih banyak tentang peradaban Prancis, dan menyatakan penghargaannya atas dukungan yang ditunjukkan oleh begitu banyak… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (12): Abdul Qadir (9)

William Makepeace Thackeray, penyair ternama Inggris, demi membebaskan Abdul Qadir, menuliskan sebuah puisi untuknya, “Hancurkan sangkarmu, maka sayapmu yang tidak berdaya akan membentang kembali.” Bebas Di Inggris, baik jurnalis maupun penyair sama-sama mengangkat pena mereka untuk menuliskan kisah tentang pahlawan Aljazair yang mereka anggap eksotis ini. Jika sebelumnya pers Inggris senang memberitakan tentang kesulitan yang… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (11): Abdul Qadir (8)

Masyarakat Eropa terbelah pendapatnya tentang sosok Abdul Qadir. Satu pihak menganggap dia hanya seorang pimpinan gerombolan perampok, sementara lainnya menganggap dia seorang jenderal yang harus dihormati. Pro-Kontra di Eropa Chateau di Amboise adalah kastil terkenal di Prancis. Posisinya berada di atas tebing tinggi di atas sungai Loire, sungai utama di Prancis. Pada abad ke-16, chateau… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (10): Abdul Qadir (7)

Abdul Qadir dipindahkan ke pemukiman di Pau, Prancis, menjadi tahanan rumah. Di sana dia dimusuhi dan dijuluki “Monster Gurun”. Hingga saatnya dia harus pindah ke tempat lain, ketika dia pergi penduduk Pau justru mengelu-elukannya. Apa gerangan yang terjadi selama ini? Pemerintah Prancis yang baru memutuskan tidak akan memenuhi janji Raja dan Pangeran Prancis kepada Abdul… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (9): Abdul Qadir (6)

Abdul Qadir datang ke Prancis di saat negara ini sedang mengalami turbulensi politik besar-besaran. Puncaknya adalah Raja Louis-Philippe digulingkan dari kekuasaan. Lalu bagaimana nasib Abdul Qadir dan kawan-kawannya? Daumas tidak pernah memberitahu pemerintah Prancis terkait penolakan Abdul Qadir untuk tinggal di Prancis dengan segala kemewahannya. Sebaliknya, dia memberi saran kepada Abdul Qadir untuk menulis surat… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (8): Abdul Qadir (5)

Oleh Prancis, Abdul Qadir ditawari kehidupan mewah, maka jawabnya, “Jika engkau memasukan ke dalam jubahku semua berlian dan harta dunia, aku akan melemparkannya tanpa ragu ke laut di depan kami.” Di Prancis Beberapa sumber sejarah mengatakan bahwa setelah menyerah, Prancis tidak memenuhi janji terhadap Abdul Qadir, dan dia malah dipenjarakan di Prancis selama lima tahun.… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (7): Abdul Qadir (4)

Berkata pengikutnya, ‘Engkaulah pemimpin kami. Kami akan mengikutimu ke mana pun.’ Abdul Qadir menjawab, ‘Aku telah memenuhi kewajibanku terhadap Allah. Sekarang aku telah menemukan diriku tidak berdaya…. Aku ingin istirahat dari lelahnya peperangan.’ Menyerah Setelah perang panjang yang dimulai pada tahun 1939, pada Desember 1843 Abdul Qadir dan pasukannnya terdesak, sehingga mereka memutuskan untuk melarikan… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (6): Abdul Qadir (3)

Surat Abdul Qadir untuk raja Prancis: ‘Orang-orang Arab…. tidak lagi memiliki keyakinan, atau keinginan, untuk bernegosiasi dengan Anda. Kami tidak memiliki kebencian terhadap perdamaian….’. Perang dan Damai Pada Februari 1834, Prancis yang diwakili oleh Jenderal Desmichels, akhirnya mengakui kedaulatan negara yang didirikan oleh Abdul Qadir. Kedua belah pihak sepakat untuk menandatangi perjanjian yang isinya tentang… Teruskan Membaca