Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Bizantium

Bayt Al-Hikmah (13): Hunayn bin Ishaq (7): Karya-Karya

in Monumental

Selain sebagai penerjemah, Hunayn juga menulis karyanya sendiri, terutama topik tentang obat-obatan. Pada artikel sebelumnya kita pernah membahas beberapa karya terjemahan Hunayn bin Ishaq yang paling terkenal, di antaranya seperti karya Galen dari Pergamon dan Republik karya Plato. Namun sesungguhnya di luar itu masih banyak karya-karya Hunayn lainnya yang juga tidak kalah penting. Secara selengkapnya,…

Teruskan Membaca

Bayt Al-Hikmah (10): Hunayn bin Ishaq (4): Di Bawah Tekanan Khalifah Al-Mutawakkil (1)

in Monumental

Khalifah meminta Hunayn untuk membuatkan racun untuk membunuh musuh-musuhnya. Hunayn menjawab, bahwa seorang dokter hanya mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi manusia. Hunayn bin Ishaq disukai oleh Khalifah al-Mamun bukan hanya karena kemampuan menerjemahkannya saja, tapi juga karena ilmu kedokterannya. Bahkan meskipun Hunayn beragama Kristen Nestorian, dia juga diangkat oleh sang khalifah untuk menjadi dokter pribadinya.[1]…

Teruskan Membaca

Bayt Al-Hikmah (2): Gerakan Penerjemahan

in Monumental

Khalifah Al-Mamun meminta kepada Kaisar Kristen Bizantium untuk mengiriminya salinan setiap buku dari perpustakaan mereka. Fakta ini menyanggah mitos abadi tentang benturan antara dunia Muslim dan Kristen yang seolah-olah kaku dan tidak dapat ditawar-tawar. Pengantar redaksi: Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul Bayt Al-Hikmah: Lembaga Riset Pertama Islam. Artikel tersebut sebelumnya hanya terdiri…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (10): Persia Vs Romawi

in Sejarah

Persia menderita kekalahan besar dan Kaisar Heraklius berhasil mendesak Kisra ke Ctesiphon. Pada saat itulah malaikat datang menemui Kisra, menembus dinding istananya dengan bercahaya. Setelah membaca surat dari Nabi Muhammad saw, Kisra II (Abarwiz) langsung merobek-robek surat tersebut, dan dengan congkak dia berkata, “Seorang budak hina di antara rakyatku berani menulis namanya sebelum namaku!” Ketika…

Teruskan Membaca

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (3): Bantuan dari Eropa

in Monumental

“Konstantinus XI meminta bantuan terhadap Gereja Roma. Paus Nicholas V berjanji akan memberikan bantuan dengan syarat Konstantinopel nantinya harus berada di bawah otoritasnya. Namun ketika perang pecah, bantuan tidak kunjung tiba.” –O– Di balik benteng pertahanan Konstantinopel yang kokoh, Kaisar Bizantium Konstantinus XI memiliki firasat bahwa pertempuran kali ini akan berbeda —Konstantinopel sedang berada dalam…

Teruskan Membaca

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (2): Meriam Raksasa

in Monumental

“Ustmaniyah membuat sebuah meriam raksasa seberat 16 ton, teknologi tercanggih pada masanya. Daya tembaknya melampaui 1,5 km. Inilah faktor kunci kemenangan mereka.” –O– Pada tahun 1453, walaupun masih menyandang nama besar Kekaisaran Romawi, namun pada dasarnya wilayah mereka yang sesungguhnya telah berkurang jauh dan tersisa hanya beberapa km persegi saja di Konstantinopel dan di Semenanjung…

Teruskan Membaca

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (1): Alasan Strategis

in Monumental

“Bukan hanya karena Konstantinopel sangat kaya, tapi orang-orang Ustmaniyah sangat menyukai salah satu versi hadist Nabi yang berbunyi: ‘Suatu hari Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Seorang Amir yang baik dan pasukan yang baik akan mampu mencapai hal ini’.” –O– Dalam sejarah Eropa, Kekaisaran Romawi menikmati posisi paling unggul, kisah-kisahnya menjadi bahan pelajaran paling populer dibandingkan dengan…

Teruskan Membaca