Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Orientalis

Orientalis

Karen Armstrong (5): Dari Biarawati menjadi Freelance Monotheis

“Adalah kebodohan untuk mengatakan Islam adalah agama yang berbahaya dan penuh kekerasan.” –O– Pada tahun 1984, Karen Armstrong diminta untuk menulis dan menyajikan tentang kehidupan Saint Paul dan beberapa seri wawancara dengan penyair tentang iman. Walaupun pada waktu itu dia dibayar dengan sangat rendah, tapi baginya itu sangat penting dan berpengaruh terhadap langkahnya ke depan.… Teruskan Membaca

Orientalis

Karen Armstrong (4): “Saya Membenci Agama dan Itulah Inti Dari Buku Saya”

“Setelah menulis buku Trough the Narrow Gate yang kontroversial, Armstrong memutuskan tidak akan pernah menulis lagi tentang agama. Namun takdir berbicara lain.” –O– Armstrong mendapatkan gelar akademik pertamanya di Oxford dan melanjutkan studi pasca sarjana di Tennyson, namun hidupnya berantakan dan hubungan dengan keluarganya tidak baik. “Ketika saya pertama kali keluar (biara), saya tidak dapat… Teruskan Membaca

Orientalis

Karen Armstrong (3): Tahun-tahun Kehidupan di Biara

Dilihat dari sisi manapun, orang tua Armstrong adalah jenis orang kebanyakan, mereka suka bersolek, ramah kepada siapapun, dan tidak terlalu alim. Hingga suatu waktu Armstrong memutuskan untuk masuk biara, tentu saja ini sangat mengejutkan bagi mereka. Carol McNicoll, teman sekolah Armstrong sama-sama tidak kalah terkejutnya, dia bercerita, “Karen sangat pintar, dengan kemampuan berpikirnya yang mandiri.… Teruskan Membaca

Orientalis

Karen Armstrong (2): Dianggap Pengkhianat Katolik, diterima di Amerika Serikat

Meskipun Karen Armstrong mendapat tanggapan negatif dari beberapa kalangan Kristen di Amerika Serikat, namun dia telah mendapatkan tempat khusus dalam arus utama diskursus mengenai theologi, bahkan dia diundang oleh Kongres Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pembicara tentang Islam. Diana Eck, profesor perbandingan agama di Harvard, menyebut Armstrong sebagai “salah satu penulis paling berpengaruh tentang Islam… Teruskan Membaca

Orientalis

Karen Armstrong (1): Mantan Biarawati yang Menjadi Theologis

Karen Armstrong adalah seorang mantan biarawati, dia kehilangan kepercayaannya saat belajar di Oxford dan kemudian menghabiskan waktu bertahun-tahun mencoba membangun karir alternatif sebagai akademisi dan presenter televisi. Pada saat itu dia dipandang sebagai seorang profesional kontroversial, karena telah mengutuk gereja Katolik. Bagi orang Inggris, Armstrong mungkin masih dikenal karena memoar pertamanya yang kontroversial, Through the… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (3)

Apa yang ungkapkan oleh Preston senada dengan hasil analisis Said. Menurut Edward W. Said ada dua unsur pokok dalam hubungan Timur dan Barat. Unsur pertama, adalah pengetahuan sistematis yang terus tumbuh di Eropa mengenai dunia Timur, satu pengetahuan yang keberadaannya diperkuat dengan munculnya invasi-invasi kolonial, perhatian yang besar terhadap hal-hal yang asing dan tidak biasa,… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (2)

Menurut Edward W. Said, relasi antara Timur dengan Barat adalah relasi kekuasaan, dominasi, dan hegemoni yang kompleks… Timur mengalami “orientalisasi” atau Timur yang ditimurkan. Timur adalah ciptaan, hasil imajinasi yang muncul dari ketidakjujuran. Struktur orientalisme merupakan struktur kebohongan atau mitos belaka. Said sendiri berkeyakinan bahwa orientalisme secara khusus lebih bermakna sebagai tanda kekuasaan Atlantik-Eropa terhadap… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (1)

Orientalisme merupakan salah satu diskursus dalam kajian post-kolonialisme. Adalah Edward W. Said, seorang pemikir paling kondang dalam kajian diskursif tentang post-kolonialisme yang menawarkan tentang studi kritis terhadap ideologi kolonial dalam bukunya yang berjudul “Orientalisme”.  Terlahir sebagai Kristiani Anglikan di Yerusalem pada 1 November 1935, Said harus mengungsi ke Mesir pasca kekalahan Palestina pada 1947, dan… Teruskan Membaca

Orientalis

Snouck Hurgronye dan Islam Nusantara (3)

Sebuah kalimat Snouck Hurgronye dalam kuliah umumnya yang disampaikan di Universitas Leiden pada tahun 1911, yang berjudul “Nederland en de Islam”, berbunyi sebagai berikut :[1] “satu-satunya penyelesaian daripada masalah ini adalah asosiasi antara para kawula Kerajaan Belanda yang beragama Islam dengan orang-orang Belanda. Kalau asosiasi ini berhasil maka tidak ada lagi apa yang dinamakan “masalah… Teruskan Membaca

Orientalis

Snouck Hurgronye dan Islam Nusantara (2) (Menyusun Strategi Penjinakan)

Di masa perlawanan terhadap penjajahan kolonial pada abad ke 18 dan 19, seruan Jihad fi sabilillah memberi energi yang sangat besar kepada masyarakat di Nusantara. Bahkan di Perang Aceh, seruan Jihad fi sabilillah ini menjadi nama perang itu sendiri, Perang Sabil. Dalam perang ini, pemerintah kolonial Belanda merasakan betul bagaimana sulitnya mematahkan perlawanan rakyat yang… Teruskan Membaca