Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh - page 45

Mualaf

WS Rendra (5): Akhir Hayat

“Saya menangis untuk masalah-masalah lain. Dulu saya pernah diminta membaca sebuah sajak. Lalu ada rekan mahasiswa yang menangis, terharu. Saya pun ikut menangis. Saya juga gampang menangis kalau membaca riwayat Nabi Muhammad. Indah sekali. Membayangkan pengorbanan Nabi yang tidak mementingkan diri sendiri. Tidak ada agama Islam, kalau tidak ada Nabi. Saya juga menangis kalau mengenangkan… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (4): Penghayatan terhadap Islam

Derajat keislaman seseorang ketika sudah memeluk agama Islam tidak serta merta langsung menuju tingkatan yang kaffah. Begitu pula dengan Rendra, dia melewati fase-fase tertentu dalam perjalanan keislamannya. Untuk fase awal, sewaktu beliau belum masuk ke Islam, dengan latar belakangnya sebagai penyair, pemain teater, seniman, dan juga budayawan, beliau sudah memiliki wawasan yang luas, filosofi kehidupan… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (3): Mengucap Syahadat

Ada beberapa versi mengenai kapan persisnya WS Rendra memeluk agama Islam. Pertama, yaitu mengucapkan syahadat ketika hari perkawinannya dengan Sitoresmi, 12 Agustus 1970.[1] Kedua, surat kabar Angkatan Baru (24 November 1968) telah memberitakan bahwa “WS Rendra dan istri keluar dari agama Katolik.”[2] Ketiga, sebagaimana diungkapkan oleh Rendra sendiri dalam sebuah wawancara, bahwa beliau mengucap syahadat… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (2): Mengenal Islam

Banyak kalangan menilai bahwa masuknya WS Rendra dari Katolik ke Islam adalah karena persoalan poligami. Pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertamanya pada diri Sunarti Suwandi. Dia kemudian menikahinya pada 31 Maret 1959 itu, dari pernikahan tersebut Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta.[1]… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (1): Sang Penyair

“Kesadaran Adalah Matahari Kesabaran adalah Bumi Keberanian menjadi Cakrawala dan Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata” (WS Rendra. Depok, 22 April 1984) Itulah kutipan dari puisi WS Rendra yang begitu melegenda. Puisi tersebut begitu melekat bagi para aktivis pergerakan di zaman orde baru berkuasa. Seringkali puisi tersebut dikutip dalam mimbar-mimbar orasi pergerakan, atau dalam sebuah tulisan yang… Teruskan Membaca

Tokoh

Suhrawardi

Seorang pemikir, yang akidah-akidahnya selama ini menempati posisi yang baik, khususnya di Iran, sebagai filsafat Musyaiyah, yang dikritik oleh Al-Ghazali secara tajam. Ia, adalah Syihabuddin Yahya bin Jalay bin Amirek Suhrawardi. Terkadang ia digelari dengan “yang terbunuh”, dan umumnya digelari Syaikh al-Isyrak, terutama mereka yang memelihara madrasahnya hingga sekarang ini. Oleh karena nasibnya yang belum… Teruskan Membaca

Tokoh

Jalaluddin Rumi

Jalaluddin Rumi, penyair mistik terbesar Persia, dilahirkan tahun 1207 M di Balkh, sebuah kota di Provinsi Khurasan, Persia Utara. Pada saat itu kota ini berkembang dengan baik di bawah kekuasaan Muhammad, Shah terbesar dari dinasti Khawarizmi yang kekuasaannya, sebagaimana digambarkan oleh E. G Bowe “meliputi pegunungan Ural di sebelah Utara sampai ke teluk Persia disebelah… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Taimiyah

    “Al-ruju’ ila al-Kitab wa al-Sunnah” (kembali ke Kitab Suci dan Sunnah) Kalimat di atas begitu umum kita kenal, seperti kredo (dasar tuntunan hidup) dalam aspek keagamaan hampir seluruh umat Islam di dunia. Kalimat ini merupakan ringkasan dasar ide pembaharuan Taqiyuddin Abdul Abbas Ahmad bin Abdul Salam bin Abdullah al-Khidr bin Muhammad al-Khidr bin… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Rusyd, Cendikiawan Islam Dari Benua Biru

Ia adalah Abul Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Rusyd. Dilahirkan di Kordoba tahun 520 H/1126 M di tengah-tengah keluarga yang kaya harta dan ilmu. Bapak dan kakeknya adalah sama-sama memegang jabatan sebagai hakim. Pada tahun yang sama kakeknya yang terkenal meninggal. Ia menempuh pendidikan standard yang yang pertama-tama lebih dikenal oleh… Teruskan Membaca

Tokoh

Sekilas mengenal “Alhabib ‘Ali bin Muhammad bin Husain al Habasyi”

  “…Siapa berhijrah menuju Allah dan RasulNya, niscaya ia dapatkan Allah dan RasulNya” (alhadits) Begitulah Rasulullah shollollohu’alaihi wa alihi wasallam bersabda. 1259 tahun kemudian, tepatnya Jum’at 24 Syawwal, seorang laki-laki dilahirkan disebuah desa bernama Qasam di Hadramaut,Yaman. Sepertinya ia mendengar ucapan kakeknya yang dicintainya itu, dan jadilah seluruh perjalanan hidupnya, sejak usia belia sampai wafatnya… Teruskan Membaca