Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Kitab

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (4): Ragam Cetakan dan Edisi

in Pustaka

Layaknya sebuah karya maestro, selain kitab induk juga banyak lahir karya-karya ikhtisar dari Kitab al-Aghani. Ini dibuktikan dengan berlimpahnya para pengkaji yang secara khusus membahas kitab tersebut, atau menjadikannya sebagai referensi utama dalam pengkajiannya. Oleh Khoirul Imam[i] Sebagai seorang ensiklopedis dalam kajian sastra dan budaya Arab masa silam, Abul Faraj telah memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengkodifikasi…

Teruskan Membaca

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (3): Pujian atas Hayat dan Karya

in Pustaka

Aku belum pernah menyaksikan seseorang yang mampu menghafal syair-syair, berbagai informasi, ilmu sanad dan silsilah seperti Abul Faraj. Dia sangat menguasai bahasa, tata bahasa, metode, serta hikayat peperangan bangsa Arab. Oleh Khoirul Imam[1] Sebagai pembaca awam, penulis merasa tertarik lebih dalam untuk mengkaji kitab ini. Selain mengundang ketidaksetujuan sejumlah pemikir dan ulama, karya ini tak…

Teruskan Membaca

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (2): Kontroversi Seputar Kitab

in Pustaka

Seperti karya monumental lainnya, ada yang sepakat, mendiamkan, membela, dan mencacinya. Tetapi mereka sepakat bahwa kitab ini merupakan sumber pertama dan utama dalam kesusasteraan Arab. Oleh Khoirul Imam[i] Kitab al-Aghani karya Abul Faraj al-Ashfahani adalah masterpiece yang sampai saat ini belum tertandingi. Kitab ini terdiri dari 25 jilid besar, dengan jumlah halaman tiap jilid  bervariasi…

Teruskan Membaca

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (1): Tentang Penulis

in Pustaka

Tak ada yang sia-sia dalam sejarah. Ia memberikan kita cara pandang holistik melihat masa lalu untuk meneropong masa depan. Mengamati keanekaragaman dari berbagai bentuk peninggalan, membaca sisa-sisa artefak dengan penuh kaitkelindan, dan menafsir ulang ragam narasi usang dengan gaya kekinian. Oleh Khoirul Imam[1] Salah satu peninggalan masa lalu yang menarik adalah Kitab al-Aghani. Kitab ini…

Teruskan Membaca

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (18): Bab 122, Ilmu-Ilmu Nabi (2)

in Pustaka

Titik akhir semua ilmu berada dalam ilmu hakikat. Ketika seseorang telah sampai pada ilmu ini dia akan masuk ke dalam samudera yang tak bertepi, yaitu ilmu rahasia hati, ilmu makrifat, ilmu rahasia-rahasia nurani, ilmu batin, ilmu tasawuf, ilmu kondisi spiritual dan perbuatan-perbuatan takwa. Ketiga, ilmu yang hanya khusus untuk Rasulullah Saw., dan tak ada seorang…

Teruskan Membaca

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (17): Bab 122, Ilmu-Ilmu Nabi (1)

in Pustaka

Rasulullah Saw bersabda, “Seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui, tentu kalian tidak akan banyak tertawa dan tentu akan lebih banyak menangis.” Bab 122: Tentang Interpretasi atas Berbagai Disiplin dan Aspek-aspek Problematis dari “Disiplin-disiplin Khusus” sebagaimana Dipahami Kalangan Pakar, dan Afirmasi Pengetahuan Mistis yang Didukung Bukti Syaikh Abu Nashr as-Sarraj, semoga Allah merahmatinya, berkata: Ketahuilah…

Teruskan Membaca

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (16): Bab 52, Perbedaan Tafsir Sufistik

in Pustaka

Al-Junaid, berkata, “Orang faqir yang sebenarnya adalah orang yang tidak merasa cukup dengan sesuatu, namun segala sesuatu merasa cukup dengannya.” Bab 52: Tentang Alasan Perbedaan Pendapat di Kalangan Ahli Hakikat Ihwal Tafsiran Mendalam Atas Pengertian-pengertian Ajaran-ajaran dan Kondisi Spiritual Mereka Berkata syaikh (Abu Nashr Al-Sarraj), semoga Allah merahmatinya: Ketahuilah—semoga Allah membenarkan pemahamanmu dan melenyapkan tipu…

Teruskan Membaca

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (15): Bab 51, Tafsir Alquran Kaum Sufi

in Pustaka

Allah akan mewariskan ilmu yang sebelumnya tidak mereka keta­hui, yakni yang Allah bukakan untuk orang-orang pilihan-Nya. Bab 51: Bagaimana Kaum Sufi Mengambil Penafsiran yang Tepat dalam Memahami Alquran, Hadis dan Sumber-sumber lain serta pelbagai Metode Tafsir mereka Syaikh [Abu Nashir Al-Sarraj] berkata, sebagai jawaban atas pertanyaan makna ‘penafsiran mendalam’ (deeper interpretations), bahwa istilah tersebut merujuk…

Teruskan Membaca

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (14): Bab 18, Bagaimana Mengenal Allah?

in Pustaka

Akal itu sangat lemah dan hanya akan mampu menunjukkan pada sesuatu yang lemah pula seperti dirinya. Ketika Allah menciptakan akal, Dia bertanya kepadanya, ‘Siapakah Aku?’ Tapi akal terdiam, tak bisa menjawab. Bab 18: Tentang Pertanyaan: “Bagaimana Anda Mengenal Allah?” dan Perbedaan Antara Mukmin dan Arif Seseorang bertanya pada Abu Al-Husain Al-Nuri, semoga Allah merahmatinya, “Bagaimana…

Teruskan Membaca

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (13): Bab 17, Sifat Ahli Makrifat

in Pustaka

Yahya bin Muadz ar-Razi berkata, “Dunia itu ibarat mempelai wanita. Barangsiapa mencarinya, maka dia akan menjadi sahayanya. Sedangkan orang yang menolaknya melalui sikap zuhud akan menghitamkan wajah, mencabut sanggul, dan mengoyakkan pakaian dunia.” Bab 17: Sejumlah Sifat Ahli Makrifat dan Pendapat Sufi Mengenainya Yahya bin Muadz ar-Razi, semoga Allah merahmatinya, berkata, “Selama seorang hamba mencari…

Teruskan Membaca