Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Politik

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (7): Definisi Arab: Paradoks dan Ilusi (3)

in Studi Islam

Dalam semua penggunaan istilah a’rab yang dapat berarti orang-orang Arab, Alquran menempatkannya dalam konotasi yang buruk dan tercela. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Ilusi soal ras Arab dan klaim-klaim nasab ini tentunya dibantah oleh ahli-ahli nasab sendiri. Mereka umumnya tidak menyebut Arab sebagai nomenklatur ras, melainkan merincikan macam-macam suku dan…

Teruskan Membaca

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (6): Definisi Arab: Paradoks dan Ilusi (2)

in Studi Islam

Kesatuan ras Arab itu bagi saya tak lebih dari ilusi. Dan jangan heran bila ilusi ras Arab itu paling banyak dihembuskan oleh rezim-rezim penguasa dinasti Bani Umayyah—setidaknya pasca sejarah Islam. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Perbedaan mencolok konotasi ‘araby dan a’raby membantah teori yang menyatakan bahwa asal makna ‘arab itu…

Teruskan Membaca

Kyai Haji Ali Maksum (5): Menjadi Rais Am PBNU

in Tokoh

Di tengah perpecahan yang terjadi di tubuh NU, Kyai Ali diminta oleh para kyai untuk memimpin. Namun dia berusaha keras untuk menolak jabatan itu, dan mengatakan tidak bersedia dipilih. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Sejak awal kedatangannya di Krapyak, Kyai Ali…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (11): Spiritualitas Genghis Khan

in Sejarah

Jauh hari sebelum bangsa Mongol memeluk Islam, Genghis Khan sendiri adalah penganut animisme, dia menyembah Dewa Tengri, Langit Biru Abadi. Terlepas dari penggambarannya yang keji, dia sebenarnya menunjukkan sisi spritualitas dan kelemahannya sebagai manusia. Lari dari orang-orang Merkid, Temujin bersembunyi di hutan Gunung Burkhan Khaldun. Pikirannya bergulat, di sana dia harus menemukan sebuah jawaban tentang…

Teruskan Membaca

Pakistan (17): Sejarah dan Dinamika Kenegaraan (4)

in Negara Islam

Instablitas di level elit Pakistan bukan hanya disebabkan faktor internal karena gagalnya konsolidasi demokrasi, tetapi juga turut dipengaruhi kehadiran AS yang membiarkan kudeta dan mendukung pemerintahan diktator militer. Sejarah dan dinamika Pakistan tampak tidak selalu mulus, melainkan acap berkelok-kelok dan tragis. Selain di level masyarakatnya, terutama kelokan dan ketragisan itu terjadi di level elitnya wabilkhusus…

Teruskan Membaca

Pakistan (16): Sejarah dan Dinamika Kenegaraan (3)

in Negara Islam

Sebagian suksesi elit di Pakistan berlangsung konstitusional, namun tidak sedikit pula yang dilakukan melalui kudeta. Bahkan yang mencengangkan, di antara beberapa elitnya ada yang dihukum gantung, mengalami kecelakaan, dan dibunuh. Pada masa kepemimpinan Muhammad Ayub Khan, polemik dan kompromi yang kurang memuaskan perihal pengartikulasian Al-Qur’an dan Hadits dalam konteks kenegaraan menimbulkan krisis, sehingga terjadi penjarahan,…

Teruskan Membaca