Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Sunni

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (14): Sayyid Jafar Barzanji (9): Tasawuf sebagai Titik Temu (5)

in Studi Islam

Jika hendak ditarik kesimpulan apakah Sayyid Jafar Barzanji itu Sunni atau Syiah? Maka berdasarkan teks sejarah dia adalah seorang Sunni, namun dengan pemikiran yang sangat akrab dengan pemahaman Syiah. Sanai dan Rumi (2) Pada artikel kali ini kita masih dalam pokok pembahasan titik temu antara Sunni dan Syiah yang berada dalam Tasawuf. Kita lanjutkan kembali…

Teruskan Membaca

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (13): Sayyid Jafar Barzanji (8): Tasawuf sebagai Titik Temu (4)

in Studi Islam

Sanai menulis, “Agama adalah Husainmu, sedang syahwat dan harapan adalah babi-babi dan anjing-anjingmu. Bagaimana kau bisa terus mencerca Yazid dan Syimir? (Padahal) kau adalah adalah Yazid dan Syimir untuk Huseinmu?” Sanai dan Rumi (1) Sekarang kita akan kembali kepada pemikiran Sayyid Wahid Akhtar di awal-awal mengenai pembahasan titik temu antara Sunni dan Syiah berada di…

Teruskan Membaca

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (12): Sayyid Jafar Barzanji (7): Tasawuf sebagai Titik Temu (3)

in Studi Islam

Al-Hallaj berkata, “Tiada fata selain Ali, dan tiada pedang selain Dzul-Fiqar.” Ali bin Abi Thalib sebagai Rantai Spiritual Pertama Hal lainnya yang layak untuk menjadi perhatian dari para sufi adalah kecintaan mereka terhadap Ali bin Abi Thalib ketimbang sahabat-sahabat lainnya, terlepas apa pun mazhab fikih mereka. Hal inilah kelak yang membuat mereka, oleh para awam…

Teruskan Membaca

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (11): Sayyid Jafar Barzanji (6): Tasawuf sebagai Titik Temu (2)

in Studi Islam

Nabi bersabda, “Aku selalu berpindah-pindah dari tulang sulbi orang-orang/laki-laki yang suci dan ke dalam rahim-rahim wanita yang suci pula.” Pada artikel kali ini kita masih dalam pembahasan mengenai titik temu Sunni dan Syiah berada pada Tasawuf, sebagaimana yang diungkapkan oleh Wahid Akhtar. Untuk melihat apakah pendapat ini benar atau tidak, kita akan mengambil beberapa contoh…

Teruskan Membaca

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (10): Sayyid Jafar Barzanji (5): Tasawuf sebagai Titik Temu (1)

in Studi Islam

Wahid Akhtar, seorang filsuf asal India, menjelaskan bahwa titik temu antara Syiah dan Sunni berada di Tasawuf. Di awal telah dijelaskan bahwa orang-orang Indonesia yang belajar di tanah Arab seringkali mencari ulama Kurdi sebagai guru-guru mereka. Seolah-olah ada seelenverwanschaft (persaudaraan/kekerabatan jiwa) antara orang Indonesia dan orang Kurdi. Sebagian, hal ini mungkin karena orang Indonesia, paling…

Teruskan Membaca

Perjalanan Rosie Gabrielle Memeluk Islam (19): Tanya Jawab Setelah Masuk Islam (1)

in Mualaf

“Apakah kamu akan memilih mazhab Islam tertentu: Sunni/Syiah?” Rosie menjawab, “Tidak. Saya akan tetap non-denominasi dan mengikuti jalan Tuhan yang sederhana.” Setelah Rosie membagikan tentang keputusannya untuk masuk Islam, dia mengaku mendapat banyak sekali respon dari netizen, sebelumnya tidak pernah sebanyak ini. Rosie mendapatkan respon yang begitu beragam, mulai dari pertanyaan tentang alasan dia masuk…

Teruskan Membaca

Pengumpulan dan Penyeragaman Mushaf Alquran pada Masa Khalifah Utsman bin Affan (2): Satu Alquran Tunggal yang Disepakati Semua Umat Islam

in Sejarah

Suatu waktu ada seseorang yang membacakan Alquran di depan Jafar Shadiq dengan cara yang berbeda. Jafar berkata, “Mulai saat ini, jangan mengujarkan kata ini seperti itu. Bacalah sebagaimana yang dibaca oleh banyak orang.” Suatu waktu, Talhah bin Ubaidillah sedang bersama Ali bin Abi Thalib membicarakan tentang mushaf Alquran yang belum lama diseragamkan atas inisiasi Khalifah…

Teruskan Membaca

Yavuz Sultan Selim (3): Fatwa Religius dalam Peperangan Ustmaniyah

in Tokoh

“Perang di antara sesama Muslim terlarang dalam Islam. Oleh karena itu Selim membutuhkan fatwa ulama yang menyatakan bahwa musuhnya adalah golongan Islam yang sesat sehingga wajib untuk diperangi.” –O– Di awal telah dijelaskan bahwa Bayezid, ayah Selim, ketika masih menjadi sultan telah gagal menangani perkembangan Kekaisaran Safawi. Atas sikap ayahnya yang lunak, akhirnya Selim berinisiatif…

Teruskan Membaca

Berdirinya Dinasti Ustmaniyah (3): Khalifah Islam Sunni

in Sejarah

“Dengan menaklukan dua kota suci Islam, Mekah dan Madinah, maka Dinasti Ustmaniyah memantapkan legitimasi mereka sebagai Khalifah Islam Sunni.” –O– Dengan situasi politik di Anatolia yang kacau, banyak di antara suku Muslim-Turki yang terpaksa mengungsi ke arah barat melintasi Anatolia. Kelompok petani mencari lahan baru untuk menetap, termasuk padang rumput untuk ternak mereka. Sementara itu,…

Teruskan Membaca