Mozaik Peradaban Islam

Author

edy

edy has 10 articles published.

Perjalanan Intelektual Imam Muslim, Saudagar Kain yang Ahli Hadis (2)

in Tokoh

Meski Imam Bukhari telah merilis kitab Sahih, Imam Muslim tetap bertekad melahirkan buah penanya, Almusnad Assahih. Baginya, karya para pendahulunya memiliki kekurangan. Di usia yang masih muda, ia akhirnya memulai menyusun kitab yang menurut peneliti memiliki susunan sanad teratur, keindahan redaksi, kemapanan metode investigasi, kekokohan analisa, kelembutan interaksi dan kehati-hatian. Meski sibuk menjalankan profesi sebagai…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Muslim, Saudagar Kain yang Ahli Hadis (1)

in Tokoh

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Demikian Muslim bin Alhajjaj tumbuh di bawah naungan keilmuan sang ayah. Ketekunannya dalam belajar sejak belia menjadikan Muslim kelak sebagai salah satu pilar ilmu hadis. Nama lengkapnya Muslim bin Alhajjaj bin Muslim bin Wardi bin Kushadh Alqushayri[1] Annaysaburi. Dia bernasab Alqushayri, beretnis Arab, lahir dan bertempat tinggal di Naysabur.[2]…

Teruskan Membaca

Tradisi Pesantren di Tengah Hiruk Pikuk Era Digital

in Islam Nusantara

Pesantren boleh dikatakan model pendidikan Islam tertua di Indonesia. Lembaga inilah yang memelihara kesinambungan tradisi Islam warisan ulama dari masa ke masa. Kehadiran pesantren hingga saat ini setidaknya mencerminkan kemampuannya untuk bertahan, bahkan di tengah riuh rendah kedatangan era industri 4.0. Tak ada data pasti kapan pesantren pertama kali dirintis. Namun sebagian catatan sejarah mengungkapkan,…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari, Murid dari Seribu Guru (2)

in Tokoh

Sebab buah dikenal pohonnya, Imam Bukhari dikenal lantaran karya-karyanya. Satu di antaranya Sahih Bukhari, kitab yang ditulis usai melewati pengalaman mengecewakan. Syahdan, Imam Bukhari menyaksikan kitab-kitab mencampuradukkan antara hadis berkualitas sahih dan lemah. Ia merekam kesaksiannya itu saat bekelana ke berbagai negeri seantero Jazirah Arab. Walhasil, intelektual asal Bukhara ini tidak puas dengan karya-karya pendahulunya.…

Teruskan Membaca

Kriteria Hijab dalam Tren “Modest Fashion”

in Lifestyle

Modest fashion atau tren busana tertutup bagi perempuan kini naik daun. Menurut laporan State of The Islamic Economy, total nilai belanja di pasar modest fashion mencapai 270 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar 3.800 triliun rupiah pada tahun 2017. Nilai ini diprediksi meningkat hingga 5 persen pada tahun 2023.[1] Melihat ragam kreasi busana muslimah di…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari, Murid dari Seribu Guru (1)

in Tokoh

Imam Bukhari berkelana ke berbagai negeri sejak belia demi menuntut ilmu hadis. Pada usia 16 tahun, Bukhari telah menghafal sejumlah kitab karya ulama ternama. Di bawah terang purnama, ia kemudian mulai menumpahkan ilmunya ke dalam karya pertamanya.   Luasnya hanya separuh Kota Jakarta Selatan. Penduduknya kurang lebih sama dengan populasi kabupaten Merauke di Papua. Hanya…

Teruskan Membaca

Islam dan Kewarganegaraan Sesudah Pemilu 2019 (3)

in Studi Islam

Ketika itu, saya belum yakin seratus persen dengan apa yang saya anggap sebagai keistimewaan Indonesia. Tapi setelah saya mengamati negara-negara seperti Turki, Mesir dan Afganistan, apa yang pernah saya saksikan di Indonesia memang benar-benar istimewa. Tapi Anda menganggap warga Indonesia masih dewasa menghadapi semua itu? Iya. Sebagian masyarakat Indonesia memang tergoda. Saya tidak sedang bicara…

Teruskan Membaca

Pekojan dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Pergerakan Nasional di Jakarta

in Sejarah

Sejarah perkembangan agama Islam di Jakarta tak bisa lepas dari wilayah yang kini dikenal dengan nama Pekojan. Kampung tua di wilayah Tambora, Jakarta Barat, inilah lembaga pendidikan Jamiatul Khair didirikan sehingga menelurkan tokoh-tokoh Islam dan perjuangan Indonesia seperti HOS Tjokroaminoto, KH Ahmad Dahlan hingga H Agus Salim. Menurut peneliti Universitas Nijmegen Belanda, Huub de Jonge,…

Teruskan Membaca

Islam dan Kewarganegaraan Sesudah Pemilu 2019 (2)

in Studi Islam

Titik tolak gagasan kewargaan bukanlah hak, tapi pengakuan. Dua atau tiga dekade silam, Indonesia mempunyai figur intelektual seperti Cak Nur, Gus Dur, dan Ahmad Syafi’i Ma’arif. Amien Rais juga ketika itu dipandang sebagai figur intelektual. Tapi mengapa figur-figur yang muncul sekarang banyak yang terlalu politis? Fenomena ini terjadi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Bandingkan…

Teruskan Membaca

Islam dan Kewarganegaraan Sesudah Pemilu 2019 (1)

in Studi Islam

Demokrasi di berbagai belahan bumi menghadapi ancaman baru: populisme yang ditunggangi elit politik. Di Indonesia, umat Islam dapat menghadapinya lebih dewasa walau tantangan aktual lainnya muncul: gerakan transnasional. Tahun 1978.  Pemuda 26 tahun asal Amerika Serikat, Robert William Hefner, menginjakkan kakinya di pegunungan Tengger, Jawa Timur. Di sana,  ia mengamati dan mendalami praktik kebudayaan, pasang…

Teruskan Membaca