Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental - page 4

Ustmaniyah Menyerang Wina (4): Pertempuran Puncak

in Monumental

“Berdasarkan informasi intelijen, dikatakan bahwa pasukan Kristen akan menyerang pada 11 September. Oleh karena itu, Kara Mustafa Pasha memerintahkan pasukannya untuk berjaga sepanjang malam. Sebuah kesalahan fatal, sebab pasukan Kristen tidak kunjung datang.” –O– Pada awal bulan September 1683, sebanyak 75.000-80.000 pasukan bantuan dari Eropa telah tiba di Wina dan mereka siap berperang. Mereka dipimpin…

Teruskan Membaca

Ustmaniyah Menyerang Wina (3): Pengepungan

in Monumental

“Ustmaniyah selama dua bulan melakukan pengepungan dan blokade terhadap Wina. Kedua belah pihak sama-sama kelaparan sampai-sampai memakan kucing dan tikus. Menjelang kemenangan Ustmaniyah, tanpa diketahui, puluhan ribu tentara Kristen Eropa hendak datang memberikan bantuan.” –O– Begitu mendengar berita tentang pasukan Ustmaniyah (Ottoman) yang mendekat ke Wina, Kaisar Habsburg, Leopold I, dan orang-orang istananya, melarikan diri…

Teruskan Membaca

Ustmaniyah Menyerang Wina (2): Sultan Mehmed IV

in Monumental

“Mehmed IV naik tahta pada usia enam tahun. Praktis kekuasaan secara de facto dikuasai pihak lain, yakni Keluarga Köprülü. Atas inisiatif mereka, Ottoman mendeklarasikan perang terhadap Kekaisaran Kristen Habsburg.” –O– Pada 2 Januari 1642, Mehmed putra dari Sultan Ibrahim dilahirkan. Pada tahun 1648, Ibrahim mengalami gangguan mental, sehingga Mehmed yang masih berusia enam tahun terpaksa…

Teruskan Membaca

Ustmaniyah Menyerang Wina (1): Hubungan Habsburg-Ustmaniyah

in Monumental

“Hubungan antara Kekaisaran Habsburg — atau Austria — dan Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) sebelum tahun 1683 berlangsung dalam bentuk antipati selama lebih dari 250 tahun. Permusuhan di antara mereka sangat akut karena wilayah mereka berbatasan langsung.” –O– Artikel ini akan membahas seputar peristiwa Penyerangan Wina (ibu kota Kekaisaran Habsburg/Austria)  yang kedua oleh Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) pada…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (13): Pemberontakan Bangsa Arab (4)

in Monumental

“Pemberontakan terhadap Turki-Ustmani yang dilakukan oleh Husein menjadi salah satu inspirasi utama bagi bangkitnya nasionalisme Arab di Timur Tengah. Setelahnya sentimen ke-Araban akan mewarnai dinamika politik Timur Tengah dalam setengah abad ke depan.” –O– Tanpa Pemberontakan Arab, pelabuhan Aqaba yang kecil tapi strategis dan penting – sekarang di Yordania, di awal Laut Merah – tidak…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (12): Pemberontakan Bangsa Arab (3)

in Monumental

“Progres pemberontakan berlangsung dengan cepat, hanya sekitar tiga bulan dari sejak pecahnya pemberontakan Husein telah memproklamasikan dirinya sebagai raja bangsa Arab, dan pada bulan Desember 1916 dia telah diakui oleh Inggris sebagai penguasa independen.” –O– Pemberontakan Arab dimulai pada 10 Juni 1916, ketika pasukan Husein bin Ali, sharif Makkah, menyerang garnisun Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) di…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (11): Pemberontakan Bangsa Arab (2)

in Monumental

“Inggris berjanji untuk menyediakan logistik, senjata, dan dana kepada Husein untuk pemberontakannya melawan Ustmaniyah dan mengakui kekhalifahan bangsa Arab.” –O– Ketika Ottoman (Ustmaniyah)-Jerman mendeklarasikan Jihad untuk melawan Inggris-Prancis-Jerman, Husein bin Ali menolak melaksanakannya karena dia tengah dalam pertimbangan pribadinya, apakah akan terus mengabdi kepada Ottoman, atau mencari alternatif lain.[1] Max von Oppenheim, agen Jerman, yang…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (10): Pemberontakan Bangsa Arab (1)

in Monumental

“Di tengah sengitnya pertempuran dalam Perang Dunia I, Husein bin Ali, penjaga kota Makkah, yang memiliki suara yang sangat penting, justru malah menolak melaksanakan fatwa jihad yang dideklarasikan oleh Kesultanan Ustmaniyah.” –O– Sebelumnya kita telah membahas, dalam Perang Dunia I, baik Jerman maupun Inggris sama-sama menghadapi isu yang sama terkait fenomena jihad dalam Islam. Jika…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (9): Greenmantle, Sang Mahdi Palsu

in Monumental

“Untuk memecah belah Muslim, Inggris menciptakan karakter palsu yang menyerupai Mahdi, Imam akhir zaman.” –O– Perang Dunia I bukan sekedar perang Hard Power semata yang mengandalkan kekuatan militer, namun di baliknya, mereka juga menggunakan Soft Power seperti opini, perang psikologis, dan propaganda.[1] Dalam hal ini, ketika Jerman dan Ustmaniyah (Ottoman) memutuskan untuk beraliansi, dan lalu…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (8): Jihad dan Pan-Islamisme

in Monumental

“Sebelum Perang Dunia I pecah, Eropa dibayang-bayangi ketakutan akan Jihad dan Pan-Islamisme. Hingga muncul dua solusi: melawannya atau mengeksploitasinya?” –O– Jika di pihak Inggris terdapat tokoh intelijennya yang melegenda, yang dikenal dengan sebutan Lawrence of Arabia (nama aslinya Thomas Edward Lawrence), yang bahkan kisahnya sampai dibukukan dan difilmkan,[1] maka sedikit yang mengetahui, di pihak Jerman…

Teruskan Membaca