Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental - page 5

Islam dan Perang Dunia I (7): Max von Oppenheim, Pencetus Jihad dari Jerman

in Monumental

“Terpengaruh Oppenheim, Wilhelm II, Kaisar Jerman, pada 1898 berkunjung ke Timur Tengah. Di depan makam Sultan Saladin dia berpidato dan menyatakan dirinya sebagai teman abadi bagi 300 juta Muslim di dunia.” –O– Jihad dalam Islam, baik itu berdasarkan al-Quran maupun hadis, sebenarnya memiliki makna yang luas, namun dalam konteks Perang Dunia I, oleh orang-orang Eropa,…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (6): Penindasan Bangsa Arab

in Monumental

“Cemal Pasha, salah satu Jenderal Ustmaniyah, menggantung tokoh-tokoh Arab yang dia curigai sebagai pengkhianat di depan keramaian. Momentum ini dianggap sebagai cikal bakal bangkitnya sentimen Arabisme di Timur Tengah.” –O– Perang menjadi ujian bagi hubungan Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) dengan rakyatnya yang bersuku bangsa Arab. Meskipun pada awalnya orang-orang Arab Ottoman sebagian besar mempertahankan kesetiaan tradisional…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (5): Kalah

in Monumental

“Kisah ini bukanlah kisah yang menyenangkan dalam sejarah Islam, karena Kekhalifahan Islam – Ustmaniyyah – mengalami kekalahan telak dan menyakitkan. Namun bagaimanapun sejarah ini, kendatipun kelam, adalah sesuatu yang harus dicermati dan dipelajari.” –O– Setelah Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) menerbitkan fatwa “Perang Suci” dalam Perang Dunia I, atau yang mereka sebut dengan cihad-ı ekber (Jihad Besar),[1]…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (4): Perang Suci

in Monumental

“Pada 29 Oktober 1914, kapal perang Ustmaniyah, Yavuz dan Midilli, secara tidak terduga membombardir pelabuhan kapal Rusia. Setelahnya Inggris, Prancis, dan Rusia menyatakan perang, dan sebaliknya, Ustmaniyah pun mendeklarasikan perang suci melawan kafir.” –O– Pada tahun 1914, Enver Pasha, telah menjadi orang terkuat di tubuh pemerintahan Ottoman. Itu karena Enver telah menjadi Menteri Perang, dan…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (3): Alasan Kesultanan Ustmaniyah Ikut Berperang

in Monumental

“Di tengah kecamuk Perang Dunia I, Ustmaniyah memutuskan untuk bergabung dengan Jerman dan Austria-Hongaria untuk melawan Rusia, Inggris, dan Prancis. Apa yang menjadi alasan Ustmaniyah sesungguhnya?” –O– Pecahnya Perang Dunia I pada bulan Agustus 1914 secara umum disambut dengan rasa percaya diri akan kemenangan dan kegembiraan oleh orang-orang Eropa, di antara mereka yang merayakannya, itu…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (2): Pembunuhan Franz Ferdinand

in Monumental

“Liga Balkan berhasil mengusir Ustmaniyah dari Balkan. Mabuk kemenangan, Serbia menginginkan perluasan lagi wilayahnya dengan mengusir Austria-Hongaria. Langkah pertama adalah dengan cara membunuh Franz Ferdinand, putra mahkota Austria-Hongaria. Inilah awal mula bencana Perang Dunia I.” –O– Inti dari penyebab pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914 adalah karena persaingan di antara kekuatan-kekuatan besar di Eropa.…

Teruskan Membaca

Islam dan Perang Dunia I (1): The Sick Man Of Europe

in Monumental

“Ada dua aspek utama penyebab dari melemahnya Ustmaniyah: peningkatan populasi yang sangat besar, dan penolakan terhadap modernisasi.” –O– Pada awal Perang Dunia I, sebagian besar wilayah di Timur Tengah secara politik didominasi oleh Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman). Dengan penguasaan wilayah yang sangat besar, Ottoman kemudian memutuskan untuk ikut terlibat dalam Perang Dunia I, namun apa alasan…

Teruskan Membaca

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (5): Istanbul dan Perubahan Gelombang Sejarah

in Monumental

“Konstantinopel berganti nama menjadi Istanbul dan dijadikan ibu kota. Mengetahui Ustmaniyah berjaya, kekuatan-kekuatan Eropa mengubah rute perdagangannya ke Atlantik. Sebuah babak baru kolonialisme Eropa dimulai.” –O– Sultan Mehmed II mengubah nama Konstantinopel menjadi Istanbul, dan untuk pembangunannya kembali setelah penaklukan, Mehmed memandang bahwa jejak-jejak masa lalu kota ini tidak perlu dihancurkan. Sebaliknya, dia berusaha menjadikan…

Teruskan Membaca

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (4): Jatuhnya Konstantinopel

in Monumental

“Shalat Jumat pertama setelah penaklukan dilakukan di Katedral Hagia Sophia. Untuk mengubahnya menjadi masjid, Ustmaniyah hanya perlu menyingkirkan lonceng dan salib. Namanya pun tidak diubah, hanya penyebutannya saja menjadi ‘Ayasofya,’ supaya terdengar lebih Turki.” –O– Di tengah jalannya pertempuran antara Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) dan Kekaisaran Bizantium, terdapat satu sosok di balik layar yang juga memainkan…

Teruskan Membaca

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (3): Bantuan dari Eropa

in Monumental

“Konstantinus XI meminta bantuan terhadap Gereja Roma. Paus Nicholas V berjanji akan memberikan bantuan dengan syarat Konstantinopel nantinya harus berada di bawah otoritasnya. Namun ketika perang pecah, bantuan tidak kunjung tiba.” –O– Di balik benteng pertahanan Konstantinopel yang kokoh, Kaisar Bizantium Konstantinus XI memiliki firasat bahwa pertempuran kali ini akan berbeda —Konstantinopel sedang berada dalam…

Teruskan Membaca