Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Iran

Penaklukan Persia (26): Akhir Perang Riddah dan Awal Serangan ke Persia

in Sejarah

Khalifah Abu Bakar menulis surat untuk Khalid bin Walid, “Pergilah ke Irak sampai engkau memasukinya…. Jadikanlah orang-orang Persia (Fars) dan negara-negara yang berada di bawah pemerintahan mereka damai.” Demikianlah, setelah panjang lebar menjelaskan tidak kredibelnya riwayat dari Saif bin Umar yang dipakai oleh al-Tabari, untuk kronologis penaklukan bangsa Arab ke Persia, kita akan menggunakan versi…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (25): Metodologi Rekonstruksi Sejarah

in Sejarah

Sumber sejarah versi Islam mengenai penaklukan ke Persia dianggap tidak kredibel karena jejak rekam perawinya yang bermasalah. Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah komparasi dengan sumber-sumber di luar Islam. Setelah membaca biografi Saif bin Umar oleh Khalid Yahya Blankinship, maka kita akan mengetahui bagaimana rancang bangun sejarah yang dibuat oleh Saif, yang mana kemudian efeknya…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (24): Kontroversi Saif bin Umar (4): Glorifikasi Bangsa Arab

in Sejarah

Untuk lebih mengagungkan bangsa Arab, Saif seringkali menggambarkan musuh dalam perang sebagai orang-orang yang berasal dari garis keturunan agung bangsawan Persia. Dalam artikel kali ini kita masih melanjutkan biografi Saif bin Umar oleh Khalid Yahya Blankinship. Mengenai siapa Khalid Yahya Blankinship dan mengapa dia merasa perlu untuk menjelaskan sosok Saif, pembaca dapat merujuk kepada artikel-artikel…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (23): Kontroversi Saif bin Umar (3): Revolusi Abbasiyah dan Rekonstruksi Sejarah

in Sejarah

Saif hidup di masa peralihan dari Dinasti Umayyah ke Abbasiyah, sehingga situasi politik yang panas pada waktu itu sangat “mewarnai” riwayat-riwayatnya. Dalam seri kali ini kita masih melanjutkan biografi Saif bin Umar yang ditulis oleh Khalid Yahya Blankinship. Ke depan, penulis akan menjelaskan mengapa biografi Saif ini penting untuk dipaparkan karena efeknya berkaitan langsung dengan…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (22): Kontroversi Saif bin Umar (2): Fabrikasi Sejarah

in Sejarah

Saif telah mengubah riwayat, mempercepat tanggal al-Yarmuk menjadi 13 H (634 M), dua tahun lebih awal dari yang disebutkan di semua sumber lain, untuk mengakomodasi klaimnya atas kepemimpinan Khalid bin al-Walid. Mari kita lanjutkan kembali biografi Saif bin Umar yang disampaikan oleh Khalid Yahya Blankinship[1]: Jelas, riwayat-riwayat dari Saif yang melebih-lebihkan (ditambah-tambahi dari riwayat yang…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (21): Kontroversi Saif bin Umar (1)

in Sejarah

Saif bin Umar adalah sejarawan Islam awal yang karyanya begitu banyak dikutip oleh al-Tabari. Namun para ahli hadis menolak riwayat darinya dan menuduhnya sebagai seorang zindik. “Pergilah ke Irak sampai engkau memasukinya. Mulailah dengan pintu gerbang ke India, yaitu al-Ubullah (sekarang di Basrah, Irak-pen). Jadikanlah orang-orang Persia (Fars) dan negara-negara yang berada di bawah pemerintahan…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (20): Daftar Raja-Raja Persia dan Dominasi Kaum Parthian

in Sejarah

Umum diketahui bahwa pasukan Islam ketika menaklukan Persia berhadapan dengan Dinasti Sasaniyah. Padahal sejatinya yang dihadapi adalah Kaum Parthian, bukan Sasan. Kaum Parthian tetap ada bahkan hingga ke masa Dinasti Abbasiyah. Nabi Muhammad saw wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal 11 H, atau bertepatan dengan 8 Juni 632 M, pada usia 63 tahun 4 hari.[1]…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (19): Dua Ratu Persia (2): Azarmidukht

in Sejarah

Oleh Tabari dia digambarkan sebagai wanita tercantik di Persia. Namun karena skandal cinta, hidupnya berakhir nahas dengan wajah yang dirusak dibutakan. Putri Persia selanjutnya yang naik takhta menjadi Ratu (Banbishnan banbishn, bahasa Persia, Ratunya para ratu) adalah Azarmidukht. Dia adalah putri Abarwiz (Kisra II) – putra Hurmuz IV – putra Anushirwan (Kisra I). Atau jika…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (18): Dua Ratu Persia (1): Buran

in Sejarah

Buran adalah salah satu putri Persia yang naik takhta. Sebelumnya, selain sebagai saudara perempuan Shiruyah, dia juga berperan sebagai istrinya. Perkawinan sedarah adalah hal yang biasa dalam Dinasti Sasaniyah. Sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya, ketika kekuasaan di Persia terus-menerus berganti dalam waktu yang begitu singkat, dua di antara mereka yang naik takhta adalah putri…

Teruskan Membaca

Penaklukan Persia (17): Kekacauan di Persia

in Sejarah

Rasulullah bersabda, “Tidak sukses suatu kaum (masyarakat) yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan.” (Bukhari) Sekarang alur kisah kita kembalikan ke masa Abarwiz (Kisra II) yang dibunuh oleh Shiruyah (Qubadh II), putranya sendiri yang menginginkan takhta kerajaan Dinasti Sasaniyah. Sebagaimana telah dibahas, Shiruyah juga kemudian membunuh seluruh anggota keluarganya yang laki-laki, terkecuali putranya sendiri, Ardashir. Para…

Teruskan Membaca