Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Syair

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (9): Makna Fathu Makkah

in Tokoh

Rumi berkata, “Jika engkau berpikir Nabi mengejar kekuasaan, engkau pasti hilang akal, membandingkan beliau dengan keserakahan bodohmu sendiri!” Dalam penjelasan tentang bagaimana upaya Nabi untuk menaklukkan Makkah dan kota-kota lainnya. Hal itu bukanlah karena beliau cinta akan kekuasaan, karena beliau telah bersabda: “Dunia adalah bangkai.”[1] Semua itu melainkan atas perintah Allah semata. Nabi berjuang untuk…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (8): Kebaikan Ali kepada Pembunuhnya

in Tokoh

Ali berkata, “Janganlah bersedih hati! Aku akan menjadi pemberi syafaatmu, aku bukanlah hamba tubuh, aku adalah penguasa ruh: tubuh tidak berharga bagiku.” Kelanjutan kisah tentang Ali dan kemurahan hatinya terhadap pembunuhnya sendiri Renungkanlah tentang Ali dan pembunuhnya yang keji, kebaikan yang dia tunjukkan kepada bawahannya[1]: Dia berkata, “Aku melihat musuhku siang dan malam tapi aku…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (7): Ketika Adam Menjadi Sombong Melihat Nasib Setan yang Dikutuk

in Tokoh

Suatu ketika Adam memandang rendah Setan, menertawakan penderitaannya yang menyedihkan. Adam terkejut terhadap Setan terkutuk yang tersesat dan menunjukkan kesombongan Suatu ketika Adam memandang rendah Setan dengan dipenuhi rasa jijik dan cibiran, ketika dia merasa lebih unggul; Dengan kesadaran, dia pikir dia benar dan menertawakan penderitaan Setan yang menyedihkan. Sifat Tuhan Yang Maha Memiliki menyeru,…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (6): Nubuat Nabi tentang Pembunuhan Ali (2)

in Tokoh

Rumi berkata, “Jika Dia memenggal seseorang, kasih karunia-Nya akan segera membawa seribu kepala menggantikannya.” Mengenai pembunuhan kepada Ali, Rumi berkata: Perang Nabi membawa perdamaian yang diinginkan semua orang, kedamaian kita hari-hari ini berasal dari perang yang beliau lakukan; Padahal beliau membunuh ribuan orang yang menunjukkan permusuhan. Ini dilakukan agar orang-orang bisa mendapatkan keamanan: Tukang kebun…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (5): Nubuat Nabi tentang Pembunuhan Ali (1)

in Tokoh

Ali berkata kepada pembunuhnya, “Tidak ada kebencian dalam jiwaku kepadamu karena ini bukanlah tindakan yang engkau pilih untuk lakukan; Engkau adalah alat Allah yang dengannya Dia akan menulis.” Nabi berkata di telinga pemegang sanggurdi Amirul Mukminin Ali: “Ali akan dibunuh oleh tanganmu, aku bersumpah kepadamu!” Ali berkata kepada pelayan yang akan membunuhnya kelak, “Madu dari…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (4): Jawaban Ali (2)

in Tokoh

Ali berkata, “Aku memberikan hadiah seperti itu kepada mereka yang menyiksaku dan menundukkan kepalaku dalam kerendahan hati, bayangkan apa yang kuberikan kepada orang-orang yang setia.” Kesaksian seorang budak tidak ada artinya menurut hukum yang ditegakkan di pengadilan.[1] Meskipun ribuan budak menjadi saksimu, pengadilan tetap tidak akan memberimu kelonggaran; Para budak nafsu jauh lebih buruk dalam…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (3): Jawaban Ali (1)

in Tokoh

Perbuatanku untuk Allah bukan didasarkan pada pendapat atau aturan belaka, melainkan melalui penglihatan, penalaran, dan perhitungan-Nya. Aku pergi untuk mengikat lengan bajuku ke ujung jubah Allah sebagai gantinya. Amirul Mukminin Menjawab, Menjelaskan Apa Alasan Dia Menjatuhkan Pedangnya dalam Situasi Seperti itu Dia berkata, “Aku menggunakan pedangku sesuai dengan rencana Allah, bukan dengan tubuhku tetapi melalui…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (2): Ketika Ali Menjatuhkan Pedangnya

in Tokoh

Bagi para pencari engkau adalah abadi, dan, melalui dirimu, setiap sekam dapat mencapai inti, maka bukalah selamanya, pintu belas kasihan menuju Tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia  – janganlah membuat kami menunggu! Musuh yang telah kalah itu bertanya kepada Ali, “Engkau benar-benar cerdas dan berwawasan, Ali, apa yang engkau pikirkan hingga menghentikan pertarungan?…

Teruskan Membaca

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (1): Ketika Wajah Ali Diludahi

in Tokoh

Orang itu meludahi wajah Ali yang suci, kebanggaan bagi setiap orang suci dan nabi, yang dalam dan luas: Bahkan bulan pun bersujud di hadapan wajah ini, di mana ia diludahi –  ini adalah tindakan yang tercela! Pengantar Siapa yang tidak kenal dengan Jalaluddin Rumi, seorang sufi mistik dari abad ke-13. Syair-syair Rumi kini menjadi salah…

Teruskan Membaca

Sa’di Shirazi (2): Bustan dan Gulistan

in Tokoh

“Gulistan ditulis dengan gaya yang melodius dengan pembahasan yang dominan tentang cinta. Dalam prosa-prosa maupun puisi di dalamnya, mengungkapkan emosi sejati si penulis. Lebih jauh lagi, isinya sangat kaya akan penggunaan metafora yang efektif yang menampilkan mistik cinta.” –O– Tentang kehidupan Saʿdi, hanya sedikit yang dapat dipastikan kebenarannya. Bahkan referensi-referensi terdahulu yang menulis tentangnya menyampaikan…

Teruskan Membaca