Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Dinasti Fatimiyah (7): Sitt Al Mulk, Ratu Dinasti Fatimiyah

“Diantara banyak Ratu yang berkuasa dalam dunia Islam, Sitt Al Mulk adalah nama yang tidak terlalu banyak di sorot. Tapi di antara para Ratu tersebut, mungkin hanya Satt Al Mulk yang berhasil memerintah tanpa gejolak, dan mengakhirinya dengan sangat baik.” —Ο—   Abu al Hasan ‘Ali al Zahir li-izaz Din Allah atau Al Zahir lahir… Teruskan Membaca

Tokoh

Malcolm X (12): W. D. Fard, “Sang Mahdi”

“Namaku Mahdi. Aku datang untuk membimbingmu ke jalan yang benar.” –O– Suatu hari di awal-awal pertemuan Elijah Muhammad dengan Guru W. D. Fard. “Siapa engkau, dan apa nama aslimu?” Elijah bertanya. “Aku adalah orangnya, yang dunia telah mencarinya dalam 2.000 tahun terakhir,” kata Guru W. D. Fard. “Apa nama aslimu?” Elijah kembali bertanya. “Namaku Mahdi.… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Fatimiyah (6): Era Pemerintahan Al Hakim

“Di satu sisi, Al Hakim dianggap sebagai salah satu raja terbesar, karena di masa pemerintahannya supremasi sekte Ismaliyah bisa begitu mendominasi di antara sekte-sekte lainnya. Tapi bagi orang-orang yang berada di luar kelompoknya, ia adalah mimpi buruk, dan dianggap sebagai titik balik yang menyebabkan kejatuhan Dinasti Fatimiyah.” —Ο—   Namanya Abu ‘Ali al-Mansur al-Hakim bi-Amr Allah,… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (2): Maulana Malik Ibrahim

  Oleh: Khairul Imam Kita berhamburan menuju pemakaman para wali, seakan ingin mencuri dengar percakapan antara mereka dengan Tuhan. Kita semua berziarah mendoakan mereka yang memiliki kontak imajiner karena telah mengorbankan hidup sampai matinya untuk umat. Mengajarkan dan mencurahkan kasih sayang, berlaku sebagai penyambung lidah Rasulullah saw. yang mengasihi umatnya dari ketersesatan. Para wali adalah… Teruskan Membaca

Tokoh

Malcolm X (11): Bertemu Elijah Muhammad, “Sang Nabi”

“Malcolm bergetar, karena dia akan bertemu dengan Sang Nabi, Elijah Muhammad. Sosoknya adalah seorang pria kecil, berwajah lembut dan coklat, dan nampak rapuh.” –O– Pada hari Minggu 31  Agustus 1952, sehari sebelum hari buruh di Amerika Serikat, Malcolm sangat bersemangat, karena dia akan berangkat ke Chicago dari Detroit bersama rombongan Muslim negro lainnya untuk mendengarkan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Fatimiyah (5): Puncak Keemasan

“Dinasti Fatimiyah mencapai puncak keemasannya pada masa pemerintahan Khalifah Al Aziz. Menurut Eamonn Gaeron, kunci kesuksesannya adalah Merit-System, keterbukaan dan toleransi.” —Ο—   Al Mu’izz memerintah sampai tahun 975 M. Ketika ia wafat, putra-putranya sudah terlebih dahulu meninggal dunia, sehingga ia tidak memiliki kandidat dari keturunannya untuk menggantikan posisinya. Kedudukannya kemudian digantikan oleh saudaranya bernama… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Seljuk, Bangkit dan Runtuhnya Kekhalifahan (4): Masa Kemunduran Dinasti Seljuk

“Bizantium dan dinasti Seljuk bertempur bersama-sama untuk melawan para tentara Mongol. Namun usaha Seljuk dan Bizantium ternyata berbuah percuma. Mereka mengalami kekalahan pada tahun 1243 M hingga akhirnya Mongol berhasil merebut Iran dan Anatoli” —Ο—   Pada masa pemerintahan dinasti Seljuk  berkuasa, eksistensi khilafah Abbasiyah dapat dikatakan hanya sebatas formalitas belaka, sebab yang sesungguhnya mengendalikan… Teruskan Membaca

Tokoh

Malcolm X (10): Keluar Penjara

“Aku tidak pernah bermimpi tentang suasana seperti itu di antara orang-orang kulit hitam yang telah belajar untuk bangga bahwa mereka berkulit hitam, yang telah belajar untuk mencintai orang kulit hitam lainnya ketimbang iri dan curiga.” –O– Di dalam penjara Malcolm membaca banyak sekali buku: politik, filsafat, sejarah, perbudakan, dan lain-lain. Kebanyakan yang dia baca merupakan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Fatimiyah (4): Menjadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Dunia

“Tingginya penghargaan kaum Fatimiyah pada ilmu pengetahuan merupakan salah satu fakta yang diakui oleh para sejarawan. Dengan pijakan intelektual yang kokoh, sangat wajar bila kemudian Dinasti Fatimiyah mampu bangkit menjadi salah satu imperium yang disegani dan menjadi bayang-bayang kekuasaan Dinasti Abbasiyah.” —Ο—   Setelah Kairo rampung dibangun, baik secara fisik maupun secara non-fisik, barulah Al… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (1): Sunan Ampel

  Oleh: Khairul Imam Segala yang mengada di alam semesta mengandung makna perwujudannya. Waktu, tempat, barang-barang berharga, jejak-jejak sejarah, dan lain sebagainya. Selain wujud material, di dalamnya juga mengandung magnet spiritual. Kekuatan itu secara alamiah dihadirkan oleh Sang Mahakuasa. Segala yang ada, tampak maupun tak tampak. Pada tempat, benda, dan waktu. Sesuatu itu menjadi sakral… Teruskan Membaca

Pilihan

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut … Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Monumental

Bai’at Aqabah (3)

“Mereka bertanya, “apakah engkau tidak akan meninggalkan kami untuk kembali pada kaum mu jika kemakmuran telah tercapai?” Rasulullah yang mulia tersenyum dan berkata, “Tidak. … Teruskan Membaca

Monumental

Bai’at Aqabah (1)

Jabir bin Abdullah melaporkan; “Nabi SAW memperkenalkan dirinya dan bersabda: Apakah tidak ada seorangpun yang mau membawaku kepada kaumnya? Orang Quraisy menghalangi … Teruskan Membaca

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah

Sejarah

Perang Badr (8)

“Tidak semua orang dalam kelompok kaum kafir Mekkah merupakan orang-orang yang membenci syiar ajaran Rasulullah SAW. Keberadaan orang-orang yang ada di Badr … Teruskan Membaca

Sejarah

Perang Badr (7)

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya … Teruskan Membaca

Sejarah

Perang Badr (6)

“Tidak diketahui alasan Rasulullah SAW memerintahkan kerabat dekatnya untuk meladeni tantangan ‘Uthbah bin Rabi’ah. Padahal masih banyak sahabat lain seperti Abu Bakar … Teruskan Membaca

Sejarah

Perang Badr (5)

“Setelah semua alasan kedatangan masing-masing kubu sirna, kini jelas batas antara kebenaran dan kebaikan. Sehingga yang kini berhadap-hadapan di Badr tinggal kebaikan … Teruskan Membaca