Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Dinasti Fatimiyah (1): Asal Usul

“Berdirinya Dinasti Fatimiyyah merupakan keniscyaan sejarah dalam rangka menutupi kejumudan gerak laju paradaban kaum Muslimin. Khalifah-khalifah Dinasti Abbasiyah sudah sangat lama melupakan urusan kaum Muslimin, dan lebih fokus pada politik. Sehingga perhatian mereka terhadap ilmu pengetahuan yang sudah dirintis sebelumnya, menurun. Peran inilah yang kemudian diambil alih oleh Dinasti Fatimiyyah.” —Ο—   Dinasti Fatimiyah merupakan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Alawi (5): Pemuka Para Elit di Suriah

“Yang terpenting dari minoritas di Suriah, terlebih Alawi, adalah peran mereka sebagai pemuka para elit atau sebagai koalisi kelas daripada sekedar sekte belaka. Mereka memainkan peran sebagai garda terdepan dari kelas-kelas yang ada di Suriah, dan kemudian melindungi formasi Negara; mereka sekarang muncul sebagai ujung tombak dari embourgeoisement dan restratifikasi, serta bersedia menempatkan dirinya sebagai… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Seljuk, Bangkit dan Runtuhnya Kekhalifahan (1): Asal-usul Dinasti Seljuk

“Nama Seljuk diambil dari nama seorang pemimpin kabilah Turki Ghuzz yang mendiami wilayah imperium Uygur, ia bernama Seljuk bin Tuqaq yang diangkat menjadi panglima pada masa Imperium Uighar dan menempati bagian selatan ibukota Kasgar yaitu lembah Tarim” —Ο—   Kekaisaran Seljuk Raya atau Seljuk Agung merupakan Imperium Islam Sunni abad pertengahan yang pernah menguasai wilayah… Teruskan Membaca

Tokoh

Suleiman Agung (3): Roxelana, Cinta Sang Sultan (2)

“Atas pengaruh Roxelana, Suleiman menghabisi Musthopa, anaknya sendiri dari istri yang lain. Hasilnya adalah, anak Roxelana yang bernama Selim, menjadi pewaris takhta kesultanan.” –O– Harem merupakan sebuah tempat di mana gadis-gadis dalam usia yang masih sangat muda dididik dan dilatih untuk melayani Sultan. Ada sekitar 300 orang gadis muda di sana (jumlah yang jauh lebih… Teruskan Membaca

Studi Islam

Alawi (4): Sebuah Identitas Religius atau Politik?

“Pelabelan Alawi lebih bersifat politis, untuk menunjukkan satu kelompok penetang rezim Dinasti Ottoman. Dari sinilah, kemudian narasi identitas mereka didefinisikan.” —Ο—   Menurut Torstein Schiøtz Worren, pengelompokan sekte, atau identifikasi kelompok dalam tubuh kaum Muslimin mengalami formalisasi politik pada masa pemerintahan Dinasti Ottoman memerintah Suriah pada tahun 1516 M. Sebagaimana umum diketahui, bahwa Ottoman adalah… Teruskan Membaca

Tokoh

Suleiman Agung (2): Roxelana, Cinta Sang Sultan (1)

“Roxelana, seorang budak Kristen cantik dari Spanyol telah mengambil hati Sang Sultan. Perlahan, dia mulai menapaki tangga kekuasaan. Di kemudian hari dia akan menjadi perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Kesultanan Ottoman.” –O– Kisah romantis Suleiman dan Roxelana adalah kisah cinta yang telah menginspirasi banyak penyair, seniman, dan penggubah selama berabad-abad. Hanya sedikit yang diketahui tentang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Alawi (3): Konstruksi Identitas Alawi

“Bila rezim Bashar al-Assad demikian dibenci, lantas bagaimana kelompok yang hanya berjumlah 11% dari total penduduk Suriah bisa berkuasa turun temurun di sana? Bila dengan cara kekerasan, lantas bagaimana menjelaskan dukungan rakyat yang demikian besar pada keluarga Assad yang merupakan Alawi?” —Ο—   Kitāb al-Majmū’, yang dipublikasipada tahun 1859 M, merupakan rujukan primer bagi banyak… Teruskan Membaca

Tokoh

Suleiman Agung (1): Sultan Terbesar Sepanjang Sejarah Ottoman

“Suleiman Agung merupakan Sultan yang paling ternama dibandingkan dengan sultan-sultan lainnya sepanjang sejarah Kekaisaran Ustmaniyah (Ottoman). Ada dua faktor yang menyebabkan dia memiliki reputasi besar, yaitu masa pemerintahannya yang lama, dan visi pemerintahannya yang dapat membuat Ottoman bertahan selama berabad-abad kemudian.” –O– Dalam sejarah panjang Kekaisaran Ustmaniyah (Ottoman) yang berlansung dari sejak tahun 1299 sampai… Teruskan Membaca

Studi Islam

Alawi (2): Apa dan Siapa Mereka?

“Salah satu naskah rujukan yang dijadikan rujukan banyak pihak untuk menjelaskan teologi Alawis, adalah publikasi salah satu kitab suci rahasia mereka, bernama Kitāb al-Majmū’, pada tahun 1859 M. Tidak jelas alasannya menerbitkan kitab tersebut. Juga tidak pernah ada verifikasi yang cukup valid untuk memastikan keaslian kitab tersebut. Tapi hampir semua narasi historis tentang kelompok Alawi saat… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Islam di Jepang (6): Ryoichi Mita, Samurai yang Memeluk Islam (4)

“Umar Mita secara garis keturunan merupakan seorang Samurai, namun dia lahir di saat kasta Samurai sedang dilucuti oleh penguasa. Namun tampaknya nilai-nilai pribadi Samurai masih dilestarikan di dalam lingkungan keluarganya.” –O– Setelah pulang ke Jepang, Haji Umar Mita melanjutkan perawatan pasca kecelakaan yang dia alami di Arab Saudi, dan pada saat yang sama, dia melanjutkan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Alawi (1): Sebuah Minoritas di Suriah

“Alawi sebagai sebuah identitas komunal-religius, baru muncul pada sekitar tahun 1920, atau ketika Perancis menduduki wilayah Suriah.  Menurut Torstein, di Suriah, istilah “Alawi” atau “Shi’a” atau “Maronite” tidak hanya merujuk pada identitas etnik atau ideologi agama, tetapi juga ke suatu wilayah, sistem politik-ekonomi, repertoar budaya yang luas, dan sejarah.” —Ο—   Siapa yang tak kenal… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Islam di Jepang (5): Ryoichi Mita, Samurai yang Memeluk Islam (3)

“Terjemahan al-Quran bahasa Jepang telah diterbitkan sebanyak empat kali di Jepang, namun semuanya diterjemahkan oleh non-Muslim. Oleh karena itu Umar Mita sebagai Muslim tergerak untuk menerjemahkan al-Quran oleh dirinya sendiri.” –O– Setelah bergabung dengan kelompok Tabligh pada tahun 1957 di Pakistan, Umar Mita pada tahun 1958 berkesempatan bergabung dengan kelompok Peziarah Pakistan, ia pergi ke… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (4)

“Syeik Jumadil Kubra, bukan sekedar identitas satu orang, lebih dari itu beliau adalah identitas satu peradaban. Bukan tidak mungkin, inilah salah satu akar tradisi keilmuan, keagamaan, dan kebudayaan agung nusantara.” —Ο—   Bila kita konstruksi informasi tentang Syeik Jumadil Kubra, baik dari versi Habaib maupun dari versi babad lokal, setidaknya kita bisa menyimpulkan bahwa usia… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (3)

“Dalam kerangka ini, terdapat kesepakatan antara versi habaib dengan versi lokal, bahwa Wali Songo, mulai dari Sunan Ampel, memiliki pertalian darah antara satu dengan yang lain. Hanya saja, begitu ditarik lebih ke atas, terjadi kesimpangsiuran informasi yang cukup membingungkan. Yaitu tentang identitas Ibrahim Zainal Akbar, yang merupakan ayah dari Sunan Ampel.” —Ο—   Sebagaimana sudah kita… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Islam di Jepang (3): Ryoichi Mita, Samurai yang Memeluk Islam

“Ryoichi Mita mengembara ke China, di sana dia bertemu dengan orang-orang Islam China. Dia terkagum-kagum dengan gaya hidup Muslim, maka semenjak itulah hatinya perlahan-lahan mencintai Islam.” –O– Haji Umar Mita yang memiliki nama Jepang Ryoichi Mita adalah seorang penerjemah pertama al-Quran ke dalam Bahasa Jepang yang merupakan seorang Muslim. Sebelumnya di Jepang memang sudah ada… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (2)

“Syeik Jumadil Kubra nama lain dari Syeik Jamaluddin Husein Al Akbar, adalah keturunan Adzamat Khan (di antara kaum ‘Alawiyin yang tinggal di India) yang kemudian hijrah ke Indonesia. Dialah yang termasuk di antara pendakwah Islam pertama di Indonesia dan kemudian, lewat beberapa generasi, melahirkan keturunan Wali Songo” —Ο—   Berbeda dengan narasi babat lokal dan sejarawan… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Islam di Jepang (2): Para Muslim yang Datang ke Jepang

“Abd al-Rashid Ibrahim, seorang ulama asal Rusia, datang ke Jepang. Di sana dia bertemu dengan sejumlah orang Jepang, mulai dari menteri hingga petani. Berkat  dakwah Islamnya, banyak intelektual muda, perwira, dan wartawan Jepang yang akhirnya memeluk Islam.” –O– Dua tahun setelah peristiwa badai yang menyebabkan kematian 550 orang awak kapal Al Togrul, mengikuti Shotaro Noda,… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (1)

“Sebagaimana sejarawan sepakati, bahwa dakwah Islam di Nusantara, khususnya yang dibawa para Wali, bercorak khas; sangat damai, adaptif dengan kebudayaan setempat, dan kental tradisi tasawwuf. Bukan tidak mungkin, karena narasi ilmu para pendakwah di Nusantara, bersumber dari satu tradisi, atau mungkin dari satu orang.”  —Ο—   Dari serangkaian nama para tokoh perintis yang menyebarkan Islam di… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Islam di Jepang (1): Pertemuan Pertama

“Dalam situasi ketika Eropa menjadi imperialis dunia, Jepang dan Turki adalah dua negara yang merdeka, namun dalam keadaan tertekan. Keduanya kemudian menjalin hubungan diplomatik. Dalam sebuah misi diplomatik ke Jepang, armada Turki habis dihantam badai dan menyebabkan 550 personilnya tewas.” –O– Jauh sebelum era modern, karena lokasinya yang jauh dan terisolir, dalam perjalanan sejarah, Jepang… Teruskan Membaca