Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Dinasti Umayyah (12): Era Kepemimpinan Trah Hakam bin Abu Al-Ash

“Tampilnya Marwan bin Hakam ke puncak kekuasaan Bani Umayyah menjadi titik balik yang penting dalam sejarah perkembangan dinasti ini selanjutnya. Naiknya Marwan menandai berakhirnya era kepemimpinan trah Abu Sufyan, dan beralih pada trah Hakam bin Abul Ash. Dari Marwanlah nanti Khalifah Dinasti Umayyah terus mewaris hingga mencapai puncak kejayaannya, dan mengalami masa dekadensi yang parah,… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (9): Adzan Pertama di Mekah

“Bilal menyenandungkan Adzan di atas reruntuhan berhala. Kedua telapak kakinya menginjak bagian-bagian berhala yang telah hancur berserakan, sebuah panorama yang mustahil terjadi di masa sebelumnya.” –O– Hari demi hari berlalu, Bilal bin Rabah terus menemani Rasulullah dalam berbagai kesempatan. Dia tercatat selalu ikut dalam seluruh perjuangan bersenjata umat Islam.[1] Hingga akhirnya tibalah peristiwa Futuh Mekah.… Teruskan Membaca

Tokoh

Profil Emas KH. Wahid Hasyim (4): Mereformasi Pesantren

“Reformasi yang dilakukan oleh Kiai Wahid beberapa dasawarsa silam, menjadikan pesantren memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman.” —Ο—   Setelah pulang dari berkelana ke beberapa pesantren dan ulama Pulau Jawa, KH. Wahid Hasyim menjadi sosok yang berbeda. Jauh lebih kritis dan luas cakrawalanya. Beliau mengkonsumsi buku-buku bertulis latin dari berbagai bahasa yang tidak… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (8): Penyaksian Peristiwa-Peristiwa Kenabian

“Menjelang Subuh, Bilal melewati rumah Fathimah az-Zahra, kemudian dia mendapatkan Fathimah sedang kesulitan karena anaknya menangis, di sisi lain Fathimah juga mesti menggiling gandum. Kemudian dia singgah dan membantu dulu Fathimah, hal itu lah yang menyebabkannya terlambat melakukan shalat Subuh. ‘Apa yang menyebabkanmu terlambat datang?’ kata Nabi. Bilal menjelaskannya. Kemudian Nabi berkata, ‘engkau kasihan kepadanya,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Mengenal Nabi Khidir AS (1)

“Lalu keduanya berjumpa dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. al-Kahfi: 65) —Ο—   Namanya sangat masyhur, meski sosoknya demikian misterius. Bahkan namanya-pun bukan nama sebenarnya. Orang-orang hanya mengenalnya dengan sebutan Khidir, yang artinya hijau.… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (7): Perang Badar

“Wahai para penolong Allah, dedengkot kekufuran adalah Umayyah bin Khalaf. Aku tidak selamat jika dia masih selamat!” –O– Perang Badar yang terjadi pada tahun 624 M, dalam sejarah Islam, merupakan kemenangan militer pertama orang-orang Islam dan Nabi Muhammad SAW. Kemenangan Islam dalam perang tersebut benar-benar meruntuhkan dominasi orang-orang Mekah sekaligus menguatkan posisi politik Muslim di… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Umayyah (11): Runtuhnya Marwah Khalifah

“Sejak Muawiyah memaksakan putranya yang sama sekali tidak kompeten menjadi khalifah kaum Muslimin, kualifikasi dan kompetensi khalifah pasca Yazid menjadi turun secara drastis. Wibawa Kekhalifahan umat ini jatuh ke titik terendah. Sehingga setiap orang merasa berhak berada di posisi tersebut.”  —Ο—   Setelah mendengar berita tentang wafatnya Yazid bin Muawiyah, pasukan Damaskus yang dipimpin oleh Hushain bin Numair… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (6): Adzan Pertama

“Aku, Bilal, budak Umayyah, akan memberitahumu tentang hari-hari yang harus dikagumi, aku ada di sana–dua puluh dua tahun mendampingi—ketika Muhammad, Rasulullah, berjalan di atas muka bumi, aku mendengar apa yang beliau katakan dan melihat apa yang beliau lakukan….” –O– Pada tahun 622 M, orang-orang Islam di Mekah melakukan Hijrah ke Madinah. Hijrah dilakukan secara bertahap… Teruskan Membaca

Lifestyle

Peci: Sintesis Keislaman dan Keindonesian (3)

“Kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia”. (Gus Mus) —Ο—   Cukup banyak asumsi dan spekulasi tentang masuknya peci ke Nusantara. Tentang waktu masuknya, salah satu informasi yang paling tua mengatakan bahwa saat Raja Ternate Zainal Abidin (1486-1500) belajar agama Islam di madrasah Giri, ia membawa… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (5): Hari Kebebasan

“Bawahlah dia! Demi Lata dan ‘Uzza, seandainya harga tebusannya tak lebih dari satu ugia, pastilah dia akan kulepas juga,” –O– Segala acara dilakukan oleh Umayyah bin Khalaf untuk membuat Bilal meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama penyembah berhala. Meskipun itu hanya sekedar di bibir Bilal saja Umayyah tidak peduli, yang paling penting adalah menyelamatkan… Teruskan Membaca

Pilihan

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut … Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah