Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Mongolia

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (29): Kekaisaran Mongol (2)

in Sejarah

Pada saat Genghis Khan berkuasa, banyak pengikutnya yang telah menganut Buddhisme, Kristen, Manicheanisme, dan Islam. Dia menjamin kebebasan total bagi mereka, dan membebaskan para pemukanya dari segala macam kewajiban membayar pajak. Hewan Ternak dan Perburuan Meski mencuri hewan ternak selalu dianggap salah, tetapi itu sudah menjadi hal yang biasa dalam budaya jarah-menjarah masyarakat padang rumput,…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (28): Kekaisaran Mongol (1)

in Sejarah

Diktum Genghis Khan: “Masalah di dalam tenda harus diselesaikan di dalam tenda, dan masalah padang rumput harus diselesaikan di padang rumput.” Artinya, masalah pribadi diselesaikan sendiri, masalah umum berurusan dengan hukum. Sebagian besar pemimpin atau raja, tumbuh dan berkembang bersama institusi-institusi atau badan-badan yang berada di sekelilingnya, setidaknya itulah istilah yang digunakan dalam konteks negara…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (14): Berpisah dengan Jamuka

in Sejarah

Popularitas Temujin meningkat pesat di antara pengikut Jamuka. Jamuka memberi isyarat agar Temujin yang bukan berdarah murni, untuk pergi. Kelak, hubungan mereka akan menjadi permusuhan paling pahit dalam sejarah bangsa Mongol. Selama Temujin menjadi bagian dari kelompok Jamuka, maka dia akan dianggap sebagai kerabat jauh bertulang hitam yang berdarah campuran. Sementara itu Jamuka posisinya tetap…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (13): Jamuka

in Sejarah

Jamuka adalah sepupu jauh Temujin yang memiliki garis keturunan murni yang disebut “tulang putih”. Sementara itu Temujin berasal dari garis keturunan campuran yang disebut dengan “tulang hitam”. Hal ini kelak akan menjadi persoalan besar. Setelah penyelamatan Borte yang dramatis, Temujin dengan kelompok kecilnya memutuskan untuk bergabung dengan kelompok pengikut Jamuka yang jumlahnya lebih besar. Temujin…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (10): Penculikan Borte

in Sejarah

Delapan belas tahun lalu, Hoelun muda diculik dari suku Merkid oleh Yesugei. Kini suku Merkid menuntut pembalasan, tapi bukan Hoelun yang mereka inginkan, melainkan istri Temujin, Borte. Setelah menyelesaikan segala urusan di rumah terkait kedatangan Borte, kini Temujin menitipkan mempelai wanitanya itu kepada ibunya, Hoelun. Temujin hendak menemui Ong Khan, khan suku Kereyid yang beragama…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (9): Suku Kristen Mongolia

in Sejarah

Bagi orang Mongol, Yesus dianggap sebagai seorang shaman terkuat yang pernah ada karena dapat menyembuhkan dan bangkit dari kematian. Namun yang terpenting, Kristen memperbolehkan alkohol. Dalam salah satu ritualnya, alkohol bahkan diwajibkan. Menikahi Borte Pada tahun 1178, Temujin sudah berusia enam belas tahun. Sejak kematian ayahnya tujuh tahun yang lalu, dia belum pernah bertemu lagi…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (8): Melarikan Diri

in Sejarah

Temujin diawasi seorang anak lelaki yang kurang waspada dan lemah. Melihat kesempatan ini dia mengayunkan balok ke kepalanya sampai pingsan. Di tengah ancaman kematian, Temujin kemudian berhasil mengatur pelarian yang mustahil menggunakan akal cerdiknya. Ketimbang sebagai keluarga kecil, keluarga Tayichiud lebih tepat disebut sebagai klan, karena jumlah mereka banyak. Di dalam klan ini terdapat strata-strata…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (6): Begter si Kakak Tiri

in Sejarah

Begter, kakak tiri Temujin yang usianya tidak berbeda jauh, berdasarkan tradisi Mongol kelak akan menjadi suami Hoelun, ibu Temujin. Temujin tidak pernah menyukai ide tersebut. Setelah terbuang dari sukunya dan hidup dalam status sosial terendah dalam sistem kemasyarakatan bangsa padang rumput Mongolia, bagaimana mungkin Temujin suatu saat nanti dapat menjadi Khan terbesar bagi bangsa Mongol?…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (5): Kematian Yesugei

in Sejarah

Setelah kematian ayahnya, karena dianggap tidak berguna, Temujin yang belum berusia sepuluh tahun dibuang oleh sukunya, sehingga dia mesti hidup seperti binatang, memakan apapun yang dapat dimakan, tikus dan akar-akaran. Pada saat Temujin sampai di perkemahan keluarganya, ayahnya sudah meninggal. Yesugei, ayah Temujin, meninggalkan dua istri dan tujuh anak yang usianya di bawah sepuluh tahun.…

Teruskan Membaca

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (2): Temujin (2)

in Sejarah

Ketika Temujin dilahirkan, tangan kanannya telah menggenggam gumpalan darah berwarna hitam. Sang Ibu muda, Hoelun, yang sendirian dan gugup, kebingungan. Apakah itu merupakan sebuah tanda tertentu? Kelahiran Temujin Sejarah bangsa Mongol dimulai pada sekitar pertengahan abad ke-12. Di salah satu tempat paling terpencil di bentangan bagian dalam Eurasia, di dekat perbatasan Mongolia dan Siberia yang…

Teruskan Membaca