Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental - page 10

Dinasti Safawi (4): Pertempuran Chaldiran

in Monumental

“Ketika Ismail mengalahkan Shayabak Khan Uzbek, dia memenggal dan mengirimkan kepalanya yang ditusuk kepada Sultan Ottoman. Sang Sultan marah dan dia mengobarkan perang terhadap Dinasti Safawi.” –O– Dukungan kelompok prajurit yang kuat seperti Qizilbash sangat ideal bagi Ismail yang menggambarkan dirinya sebagai sosok mesianik yang dipuja-puja. Tetapi, para prajurit profesional yang bersenjata lengkap ini juga…

Teruskan Membaca

Dinasti Safawi (3): Islam Syiah sebagai Agama Resmi Negara

in Monumental

“Ismail memerintahkan agar semua masjid dikonversi dari Suni ke Syiah, cara shalat Suni diubah dengan madzhab Syiah, dalam setiap ceramah shalat jumat diwajibkan untuk menyebutkan nama 12 imam, dan para ulama diperintahkan untuk menyebarkan ajaran Syiah.” –O– Di bawah kepemimpinan Ismail, Dinasti Safawi melakukan penganiayaan terhadap mayoritas Suni, dan ini bisa menjadi parah dan bahkan…

Teruskan Membaca

Dinasti Safawi Persia (2): Pedang dan Pena

in Monumental

“Ismail adalah bocah yang jenius, dia peka melihat potensi orang di sekitarnya, yaitu Qizilbash Turki (suku prajurit) dan Birokrat Persia. Inilah kunci kesuksesan Safawi, mengkombinasikan antara pedang dan pena.” –O– Shah Ismail I tidak serta merta begitu saja dapat menjadi seorang raja dari wilayah yang begitu luas, dan bukan karena kisah-kisah ajaib pula (meskipun dia…

Teruskan Membaca

Dinasti Safawi Persia (1): Ismail, Bocah Pendiri Kekaisaran

in Monumental

“Ismail, bocah usia 12 tahun itu mengaku dirinya keturunan Imam Ali, sekaligus juga Sang Mahdi. Dia tidak main-main, dalam waktu dua tahun dia menghimpun kekuatan dan menjadi Raja Azerbaijan. Setahun berikutnya dia telah menaklukan seluruh Iran, Armenia, mayoritas Georgia, Kuwait, Irak, dan Afghanistan, serta sebagian Turki dan Suriah. Dinasti Safawi telah lahir di bawah kepemimpinannya.”…

Teruskan Membaca

Cordoba, Pelarian Umayyah (4): Akhir Umayyah dan Peninggalannya yang Berharga

in Monumental

“Khalifah kedua Cordoba, al-Hakam II meninggal, tahta diberikan ke Hisham II, putranya yang berusia 10 tahun. Orang-orang di dalam pemerintahan memanfaatkan keluguan dan kurangnya pengalaman khalifah muda ini. Inilah awal mula dari jatuhnya kekhalifahan Umayyah di Cordoba.” –O– Cordoba adalah surga penelitian yang orisinil. Banyak penerjemah yang menyibukkan diri dengan karya-karya besar dari teks Yunani…

Teruskan Membaca

Cordoba, Pelarian Umayyah (3): Tiga Khalifah Islam

in Monumental

“Dunia Muslim dihadapkan oleh situasi unik di mana mereka memiliki tiga khalifah dalam satu waktu: Abbasiyah di Baghdad, Fatimiyah di al-Qayrawān, dan Umayyah di Cordoba. Dengan peta persaingan seperti ini, simbol khalifah sebagai pemersatu Islam menjadi semakin jauh dari kenyataan.” –O– Pasa suatu malam di pertengahan bulan Shafar tahun 11 Hijriyah Nabi Muhammad SAW pergi…

Teruskan Membaca

Cordoba, Pelarian Umayyah (2): Menapaki Kejayaan

in Monumental

“Kedatangan Ziryad, seniman dan juga ilmuwan ternama dari Baghdad, yang tadinya merupakan asset berharga bagi Dinasti Abbasiyah, membuat Cordoba menjadi naik pamor. Selain itu, Masjid Agung Cordoba yang biaya pembangunannya mencapai sepertiga pendapatan negara, mulai dibangun.” –O– Andalusia telah menjadi tempat berlabuhnya Abdurrahman, pangeran Umayyah yang terbuang dari Damaskus. Di sana dia dan keturunannya berhasil…

Teruskan Membaca

Cordoba, Pelarian Umayyah (1): Runtuhnya Dinasti Umayyah

in Monumental

“Dinasti Umayyah digulingkan oleh sebuah keluarga yang merupakan keturunan dari paman Nabi Muhammad SAW, Abbas bin Abdul-Muththalib. Hampir seluruh keluarga Umayyah dibantai, namun seorang anak lelaki usia 19 tahun berhasil melarikan diri ke Cordoba. Di kota itu dia mulai menapaki tangga kekuasaan kembali.” –O– Di dalam sejarah Islam dan Timur Tengah, keberadaan kota Cordoba di…

Teruskan Membaca

Terusan Suez (4) 

in Monumental

“Bagi bangsa-bangsa Eropa, terbukanya Terusan Suez menandai babak baru kejayaannya. Setelah lebih dari seribu tahun lamanya mereka terkunci di sudut dunia. Terusan Suez, bisa dikatakan sebagai titik balik kemenangan bangsa Eropa atas peradaban Islam, dan peradaban bangsa Timur seluruhnya.”   Setelah proposal proyeknya disetujui oleh Said Pasha, pada tahun 1854, Ferdinand de Lesseps membentuk perusahaan bernama…

Teruskan Membaca

Terusan Suez (3)

in Monumental

“Ketika Ferdinand de Lesseps mengujukan tawaran untuk membuat Terusan Suez, Said Pasha langsung menerima. Dia mungkin tidak mengira, proyek sebesar itu menuntut pengorbanan yang tidak kecil, dan bahwa potensi besar Terusan Suez, akan menarik semua kekuatan dunia untuk ikut menguasainya.” —Ο—   Meski Napoleon Bonaparte undur diri dan memutuskan untuk menghentikan rencana pembangunan Terusan Suez,…

Teruskan Membaca